"Selamat pagi sayang ... " ucap Neha dengan penuh bahagia
"Pagi mah pah ..."
"Sarapan dulu sini, ayo pah Ney."
"Ayo nak kita lari ..." ajak Prashetyo.
"Ayo siapa takut."
"Papah telat Neysha dulu yang dateng pertama, berarti Neysha akan menghukum papah."
"Apa hukumannya ya? Mm ... papah ajarin aku naik motor gimana?"
"Siap"
Akhirnya mereka kembali tertawa bahagia setelah sekian lama bertengkar.
"Neysha!" seru pak Sucipto.
"Bapak lagi nerangin matematika kamu tidur!"
"M-m-maaf pak saya gak sengaja."
"Sekarang keluar dari kelas bapak!"
"Tapi pa-"
"Sekarang!"
"Kita juga pak? Kita teman nya juga salah tidak membangunkan pak." ujar Lena dan diiyakan oleh Freedy, padahal Lena sudah mencoba membangunkannya tapi Neysha begitu pulas.
"Oh kalian mencoba melawan, kalo kalian ikut bapak bisa nyuruh guru BP untuk scors kalian!" emosinya mulai tinggi.
Neysha memejamkan matanya seolah memberi isyarat, tidak apa-apa kok.
Ya terpaksa Neysha keluar dari kelas.
Untung bentar lagi istirahat.
"Kenapa matematika ada di tengah hari gini sih kan ngantuk banget. Udah gitu eksponen eksponen lah lag lig log lah bodoamat pak. Mendingan gue keliling sekolah ini lumayan 15 menitan nunggu break." celoteh Neysha, keliling sekolah.
"Oh ada cewek tengil sendiri tuh, kenapa lo nggak masuk? Suruh keluar ya ih ... Kasian banget deh mangkannya jangan so' deh Lo." cibir Gita menyleding kaki Neysha sehingga membuatnya terjatuh.
"Ups ... Sorry ..." ucap Gita melirik ke bawah.
"Rese banget sih lo!" seru Neysha membangunkan dirinya. Sial ia berada dikelas 11 IPS.
"Adik kelas songong mau ngrebut pacar orang. Puaskan lo, bokap lo direbut orang lain!" decak Gita tertawa jahat.
Deg !
Sekujur tubuh terasa panas, ingin rasanya menampar lalu meremas mulut kotor itu dengan telapak tangan ini.
Tahan ini disekolah bukannya untuk bertengkar jika melawannya api pasti semakin besar.
Tapi dari mana dia tahu? Freedy, Lena, Sindy saja tidak mengetahui probelm rumahnya.
Kenapa Tikus kumel kurang gizi itu tau?
Rehan? Enggak mungkin.
"Kenapa lo diem?"
"Permisi." pamit Neysha pergi dengan mata berkaca-kaca.
Neysha lari dengan cepat dan berhenti dikantin untuk membeli air mineral untuk meredakan emosi dan hausnya.
Sial! Kenapa ada Zidni juga disini.
Padahal sekolah ini sangat luas tapi sekarang ia merasa sesak, dunia begitu sempit saat ini.
"Eh neng Neysha?" goda Panji yang bersama Zidni saat itu.
Sekali lagi Zidni bersikap sangat kasar padanya dan Panji seolah penyelamat tapi menginginkan sesuatu dari Neysha.
Tangan Neysha di pegang sangat erat oleh Zidni, ia pun meringis kesakitan.
Tapi si Panji malah mengelus punggung Neysha seolah memberi empati kepadanya.
"Lepas brengsek!" seru Neysha melawan dua cowok agresif itu dan mendorong Panji hingga terpental mengenai badan Zidni.
"Pura-pura aja lu neng." ucap Panji mengedipkan sebelah matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prospect [COMPLETED]
Ficțiune adolescențiIni hidupku Neysha bisa saja nanti akan berubah nama itu, maaf jika membuatmu terluka Aku berterimakasih kepada seseorang yang telah membuat warna indah di kehidupanku Perkataan menyakitkan kalian, bukan berarti melemahkan tapi itu memotivasi ku u...
![Prospect [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/164076458-64-k451290.jpg)