i try to fine, but i cant

12K 706 24
                                        

Polisi banyak sekali datang ke rumahku. Kuharap mereka akan membawa pergi orang asing itu dari rumahku, aku tau mereka bukan orang baik.

Setelah membayar ojek online yang kupesan aku berlari menuju rumahku, tanpa mengetuk pintu seperti yang biasa aku lakukan. Suasananya tidak mendukung untuk kesopanan semacam itu.

Ayah dan orang asing itu duduk berdekatan, membuatku semakin membencinya.

"Ara, masuk ke dalam nak ada hal penting yang ayah sama mama bicarakan dengan bapak ini" ayah berbicara padaku, tapi aku bisa melihat wajah ayah, mata sembab, wajah memerah, menatap apapun selain diriku.

Menurut, hanya itu yang aku lakukan.

Tapi bukan berarti aku masuk ke kamarku, ayah hanya bilang aku masuk ke dalam kan? Jadi aku melihat dan mendengar apa yang terjadi dibalik kamarku yang dekat dengan ruang tamu. Rumahku minimalis, jangan berharap lebih.

"Tolong ceritakan kronologisnya pak?" . Suara ayah bergetar, kronologi apa?

"Enam hari yang lalu, kami menyelidiki kasus pemerkosaan dan pemakaian narkoba pak, dan kami menemukan bukti bahwa putri bapak terlibat dalam kasus ini, namun saya masih harus memastikan apakah putri bapak mengkonsumsi narkoba atau tidak kami masih harus melakukan cek laboratorium pak, untuk masalah pemerkosaan kami bisa memastikan bahwa putri bapak merupakan salah satu korban pemerkosaan tersebut, tapi kami membutuhkan keterangan dari korban, putri bapak, mengenai kasus ini karena tidak ada saksi mata yang jelas disana, dan kami bisa melakukan identifikasi pelaku dari keterangan putri bapak nantinya".

Dunia ini begitu kejam. Bagaimana kakakku? Enam hari yang lalu kakak dirumah tapi..

"Anak saya tidak mungkin menyentuh barang haram itu pak !!" . Suara ayah. Aku membenci mendengar suara ayah yang seperti itu.

"Kami akan melakukan pemeriksaan pak, kami membutuhkan kerjasama dari bapak sekeluarga terutama putri bapak untuk kasus ini"

"Anak saya masih sakit! Dan kalian meminta kerjasama? Anak saya .. Tidak mungkiiiiiinn!"

"Sekali lagi kami mohon kerjasamanya pak, jika memang putri bapak adalah korban kami akan melindunginya"

Untuk kesekian kalinya, kehancuran menghampiri keluargaku.

"Aku tau kamu ga bisa jaga mereka, mas. Ini baru Laras aku ga mau sesuatu yang buruk terjadi juga sama Ara!"

"Jaga bicaramu, Laras tidak akan seperti ini karena keegoisanmu"

"Aku? Selama ini aku melakukan apapun demi keluarga ini. Apa ini yang kamu sebut melindungi Laras dan Ara setelah kita bercerai?"

"Apa maumu? Apa aku juga menginginkan ini?"

"Apa mama baru dan abang barunya Laras tidak bisa menjaganya?"

"Jangan memancing emosiku!"

"Aku juga tau kamu pernah tampar Ara didepan Listya, mas! Apa ini yang kamu sebut menjaga mereka"

Bla ... Blaa... Blaaa... Blaaaa.....

Ayah dan ibu marah besar.
Kakak, Ibu, Ayah. Rasanya aku seperti sendirian sekarang.

Sudah setengah jam berlalu, ayah dan ibu masih bertengkar. Hari ini juga kakak seharusnya pulang dari rumah sakit tapi karena kedatangan tamu kehormatan yang membawa berita dari kerajaan antah brantah, kakak harus ditahan disana sebentar, kuharap polisi tidak akan kesana, kasian kakak.

Drrrtttt drrrrtttt

Ponselku. Kak Laras..

"H..halo ka..k". Sudahkah suaraku terdengar biasa?

Little Sister || End || PROSES TERBIT Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang