"Va, raka bahkan masih enggak masuk sekolah loh" Ucap abel
Abel eva dan tika berjalan menuju kantin, sudah jam istirahat namun abel belum mendapat kabar dari raka.
"Mungkin masih dirumah sakit kalik bel" Ucap tika
"Lo emang ga nelfon raka kemarin atau tadi?" Tanya eva
"Gue ga kefikiran buat nelfon sih, atau dia sengaja ya, biar kasih gue surprise? Soalnya dari kami masih kecil dia slalu ada disaat ultah gue" Jelas abel
"Tapi kalau demi suprise lo, ga mungkin dong sampai dia izin sekolah segala bel" Ucap eva
"Iya bener, apalagi dia itu izin karna dila sakit kan ya" Ucap tika
"Gimana kalau gue telfon sekarang aja? Tanya abel yang dibalas anggukan oleh eva dan tika.
Sementara abel menelfon raka, eva dan tika memesan makanan. Abel tampak kesal karna sudah dua kali namun telfon abel malah dimatikan.
"Gimana bel?" Tanya tika
"Telfon gua bahkan dimatikan, aneh banget ga sih?" Tanya abel
"Lagi sibuk kalik dianya, elah positif thinking aja dulu" Ucap eva
Abel masih kefikiran raka sampai nasi goreng yang ia pesan juga tidak dihabiskan nya. Abel juga tidak bersemangat belajar hari ini.
...¤¤...¤¤...¤¤...¤¤...¤¤...¤¤...¤¤...¤¤...¤¤...
Drrrrtttttt
Drrrrtttttt
"Eh handphone kak raka getar" Gumam dila
"Maaaa kak raka kemana?" Tanya dila pada mamanya
"Raka barusan keluar katanya mau cari minuman sebentar dila" Ucap mama dila
Dila mengambil handphone raka yang terletak dimeja samping tempat tidur dila.
Belut gue
Calling...
'Kak abel? Ih rese banget nelfon nelfon pacar gue, mana namanya belut gue segala lagi. Gue matikan aja ah..' batin dila
Dila mematikan telfon dari abel, namun lagi lagi abel menelfon raka. Dila yang tampak kesal mematikan telfon dari abel dan mematikan handphone raka.
Dila juga menghapus panggilan masuk dari handphone raka. Bahkan dila mengganti nama kontak abel di handphone raka menjadi hanya abel.
Dila yang mendengar pintu ruangan nya terbuka langsung kaget dan meletakkan asal handphone raka.
"Hai adik ku tersayang...." Ucap nathan
"Huuuuhhh bg nathan ternyata.." Ucap dila lega.
"Kenapa sih dek?" Tanya nathan yang melihat ekspresi dila
"Gapapa bg, kaget aja, kirain kak raka yang masuk" Ucap dila
"Oohh kirain kenapa, abang bawain kamu marshmello kesukaan kamu inih" Ucap nathan.
"Aaaaa makacih yaaah abang kecayangan atuuuu, Emuach" ucap dila memeluk nathan dan mencium pipinya.
"Wah dapat dua ciuman dipipi ni hari ini" Ucap nathan
"Haa seriusan bang? Emang siapa lagi yang mau cium pipi abang yang udah berkarat ini?" Tanya dila terkekeh.
"Iya, jadi subuh tadi tu abel cium pipi abang katanya ucapan trimakasih udah buat dia terharu" Jelas nathan
Raka yang masuk ruangan dila langsung terhenti langkahnya mendengar ucapan nathan. Dila yang melihat raka mendengar itu tersenyum puas.
"Waahh abg aku, pasti seneng banget deh tu hehe" Ucap dila tersenyum
"Senang banget dong dek, hehe" Tawa nathan
Raka kembali melangkah keluar ruangan dila. Sedangkan dila yang melihat langsung memanggil raka.
"Loh kak raka mau kemana?" Tanya dila
"Aku keluar sebentar ada yang ketinggalan" Ucap raka dingin.
Dila yakin, raka saat ini pasti kesal mendengar cerita nathan barusan. Raka melangkahkan kakinya ketaman belakang rumah sakit.
"Kenapa gue jadi kesal gitu ya dengar nathan bilang abel nyium pipi nya dia? Gua bahkan udah nyium abel dan juga dila. Gue ngerasa brengsek banget sekarang" Kesal raka
Raka meninju pohon yang ada ditaman, sehingga tangan raka mengeluarkan darah. Raka sendiri bingung dengan perasaan nya yang sangat labil.
Sedangkan nathan yang melihat kepergian raka barusan baru sadar bahwa raka pasti mendengar yang ia katakan barusan.
"Dia dengarkan dek?" Tanya nathan yang dibalas anggukan oleh dila
"Dan bang nathan tau gak? Aku tu seneng banget pokoknya" Ucap dila kegirangan
"Ada apa sih? Kenapa? Coba crita deh" Ucap nathan melihat wajah gembira adiknya itu.
"Aku sama kak raka udah jadian tadi malam" Jawab dila dengan senyuman yang mengembang dibibirnya
"Ha? Seriusan kamu? Yakin kamu ga mimpi kan?" Tanya nathan memegang dahi adiknya itu.
"Ih bang nathan apaan sih? Ya iyalah beneran, enak aja aku cuma mimpi ih bg nathan mah" Jawab dila kesal
"Hehehe iya deh canda, pantesan kamunya seger gitu bahagia banget lagi mukanya" Ucap nathan
"Iya dong bang dan kata dokter nanti sore dila udah bisa pulang dong" Ucap dila senang
"Ha serius kamu? Waahh hebat banget raka bisa menyembuhkan kamu gini" jawab nathan tersenyum melihat adiknya yg tengah bahagia
"Daann mama nanti malam mau buat acara makan malam bersama untuk menyambut kepulangan dila" Ucap mama yang sudah berdiri disamping nathan
"Aduh aduh istimewa banget sih adek nya abang niii, pasti raka ikut ya?" Tanya nathan
"Oh ya jelas dong bang" Jawab dila
"Iya nathan, kan dila bisa cepat pulih karna raka juga" Jawab mama
Dila merasakan kesenangan yang berlipat lipat, dila bersyukur justru karena sakit ini ia bisa dekat dengan keluarganya bahkan pria idamannya.
...¤¤...¤¤...¤¤...¤¤...¤¤...¤¤...¤¤...¤¤...¤¤...
"Raka.. tangan kamu kenapa?" Tanya mama raka yang melihat raka membersihkan darah ditangan nya
"Gapapa ma, ini tadi raka juga ga sadar kok berdarah begini" Jawab raka santai
"Yakin kamu gapapa? Kamu kapan pulang nya?" Tanya mama
"Barusan sih ma, kenapa ma?" Raka melihat wajah mama nya yang sudah duduk disebelahnya.
"Dila dila itu gimana? Udah sembuh? Kok kamu udah pulang aja?" Tanya mama raka dengan nada kesal
"Ahaha mama kenapa? Kok kaya kesal gitu? Dila udah baikan kok ma nanti sore juga udah boleh pulang" Jelas raka
"Mama kesal aja, kenal aja baru tapi kok dia yang kayak mendominan kamu gitu sih? Kamu lupa hari ini ultah abel? Tadi dia nyariin kamu kerumah" Jelas mama
"Serius ma? Trus trus mama jawab apa?" Tanya raka antusias
"Ya mama bilang aja kamu jagain anak orang yang lagi dirawat di RS" Jawab mama raka
"Loh kok gitu ma? Kenapa mama ga nelfon raka? Atau abel yg nelfon gitu"
"Udaaah udah, katanya telfon nya kamu matiin, makanya dia nyariin kerumah. Samperin kerumah nya gih" Ucap mama melangkah pergi
"Matiin? Ah iya handphone?" Gumam raka merogoh kantong nya namun tidak menemukan handphone nya.
"Pasti kerjaan dila nih, tapi kalau gua kerumah abel ga mungkin. Gua harus mandi terus jemput dila, kan dia mau pulang. Habis tu makan malam bareng keluarganya juga" Gumam raka
Raka langsung berlari keatas menuju kamarnya. Raka harus segera siap siap.
"Abel pasti udah jadian juga kan sama nathan, nyatanya dia nyium nathan" Gumam raka kesal.
Happy reading guys💕💋
KAMU SEDANG MEMBACA
AFRAID (Lanjutan)
RandomBijaklah dalam membaca.. (17+) Masih ingat sama abel dan raka? Nih cerita AFRAID dari wela_aidhila akan aku lanjut disini. Bagi kalian yg bingung kalian bisa baca cerita afraid pertama kalinya dari akun aku yg satunya wela_aidhila. Baca ini dulu ya...
