Abel turun menemui raka yg tengah menyeruput teh buatannya sendiri. Abel duduk disebelah raka dan mengambil paksa teh milik raka.
"bibir lo gimana? " tanya raka
"bibir? Kenapa? Ada apa sama bibir gue? " tanya abel heran
"apaan sih lo bel" ucap raka melirik malas kearah abel
"ya lo barusan nanyain bibir gue kan" ucap abel
"ini" ucap raka menarik dagu abel melihat kearah sudut bibir abel yg tadi malam berdarah akibat ulah dila
"tadi malam berdarah padahal, tapi lo gak kesakitan pas kita ciuman" ucap raka menahan tawa
"raka is lo nyebelin parah!" ucap abel menahan malu dan langsung melangkah kan kakinya keluar rumah
"eh mau kemana lo?" teriak raka
"kerumah lo, ketemu bonyok lo" jawab abel
Raka langsung berlari mengikuti abel yg sudah sampai dipos satpam. Raka menghentikan langkahnya melihat abel yg tengah berbincang dengan satpam.
"mbak abel kenapa tadi malam kok digotong mas raka?" tanya pak beni
"panjang ceritanya pak, padahal orang tua saya sewa satpam biar saya aman dari orang yg ngincar mau nyelakai saya, tapi ternyata dia udah rencanain pas saya lagi diluar" jelas abel
"nah trus mbak abel gak apa-apa kan?" tanya pak toro
"untungnya raka datang nyelamatin saya pak, tapi cuma ini sih sudut bibir saya memar dikit, sama pipi saya luka. tapi gapapa kok pak" jelas abel
"kalau boleh tau mas raka sama mbak abel itu saudara atau gimana ya?" tanya pak toro
"kami kembar pak" ucap raka yg baru datang dengan cepat menjawab.
Abel, pak beni dan pak toro langsung melihat kearah raka yg berjalan mendekat.
"ooh kembar toh" bisik pak beni
"tapi kok aneh ya" bisik pak toro
"abel yuk buru kerumah gue, bonyok udah nungguin" ucap raka menarik cepat tangan abel menjauh
"aneh kenapa toh pak? "tanya pak beni pada pak toro saat abel dan raka sudah menjauh
"kalau kembar kok orang tuanya beda, tinggal nya juga beda toh pak" ucap pak toro
"iyo yo pak, mereka lebih mirip sepasang kekasih yg tetanggaan" ucap pak beni
"oalah, pacar lima langkah hahahaha" tawa pak toro
"eh bisa jadi toh mereka ini saudara. Masak toh orang tuanya bolehin mereka dirumah berduaan" ucap pak beni lagi
"ah yowes lah pak, jangan dipikirin" ucap pak toro kembali menyeruput kopi miliknya
~~••~~••~~••~~••~~••~~••~~••~~••~~••~~
KAMU SEDANG MEMBACA
AFRAID (Lanjutan)
AcakBijaklah dalam membaca.. (17+) Masih ingat sama abel dan raka? Nih cerita AFRAID dari wela_aidhila akan aku lanjut disini. Bagi kalian yg bingung kalian bisa baca cerita afraid pertama kalinya dari akun aku yg satunya wela_aidhila. Baca ini dulu ya...
