"saat 3 bulan usia kelahiran nesya, raka lahir. Saat itu kami senang saja menerima nesya setiap kali harez membawanya berkunjung pada kami. Sampai pada saat nesya dan raka menginjak usia 5 tahun. Tiba tiba saja istri harez datang dan membawa paksa nesya pergi. Sejak saat itu kami tidak pernah tau gimana kelanjutan nya" jelas mama raka
"dan harez juga tidak lagi pernah datang menemui arin. Akhirnya arin memutuskan untuk pergi dan menetap diluar negri sampai sekarang" ucap papa raka
"trus kenapa kelihatannya papa nesya juga membenci nesya ya om tante?" tanya nathan
"om juga kurang tau nathan" jawab papa raka
"lalu kenapa nesya tidak ingat sama om dan tante?" tanya nathan
"saat itu usianya 5 tahun, kecil kemungkinan dia mengingat kami seperti hal nya kami yg lupa sama nesya. Waktu kecil panggilannya fanes bukan nesya" ucap mama raka
"eemm oke, berarti nathan perlu mencari tahu sedikit lagi tentang latar belakang nesya yg membuat dia jadi sebrutal ini om tante" ucap nathan
"kamu sudah besar, kamu pasti bisa selesaikan masalah ini" ucap papa raka menepuk pundak nathan
"iya om, makasih om tante" ucap nathan dan dibalas anggukan oleh papa raka
03.57
Mama raka melirik jam yg melingkar ditangannya, badannya sudah merasa sangat lelah dan ingin langsung tidur.
"kalau gitu tante sama om pamit pulang ya nath" ucap mama raka yg dibalas anggukan oleh nathan
~~••~~••~~••~~••~~••~~••~~••~~••~~••~~
"emmhh" gumam abel yg menggeliat diatas tempat tidur
Abel merasakan ada tangan yg merengkuhnya. Abel membuka mata dan melihat rakalah yg saat ini tidur bersama nya. Abel melepaskan pelukan raka, raka hanya menggeliat enggan untuk bangun.
Abel mencoba mengingat apa yg terjadi semalam antara ia dan raka, namun nihil, ia memgangkat bahu acuh dan langsung berdiri dan mencoba berjalan.
"gak sakit kok, berarti gue masih virgin dong" gumam abel bingung
"iya, gue gak mungkin ambil virgin lo kalik" gumam raka masih tetap memejamkan matanya
Abel yg malu langsung berlari kekamar mandi, pipinya bersemu merah jambu karna malu. Kenapa raka tidak malu mengucapkan kata virgin barusan didepannya, fikir abel.
06.26
Raka melihat jam weker diatas nakas kamar abel, raka membuka selimut yg menutupi tubuhnya. Cuaca pagi ini cukup dingin, raka mematikan ac kamar abel, raka duduk dipinggir tempat tidur sambil memandang ke kamar mandi.
Abel yg keluar dari kamar mandi langsung bertemu tatap dengan raka. Spontan abel mengalihkan pandangan nya.
"rakebo ih!! Mandi lo sana!" ucap abel, namun raka masih tetap menatap intens abel dengan tatapan genit? Mungkin.
"ihh raka!! Lo ngapain sih!" ucap abel kesal
Abel duduk dipinggir tempat tidur sebelah dalam membelakangi raka. Abel sangat terkejut saat tiba tiba saja raka memeluk abel dari belakang. Raka menopangkan dagunya dipundak abel.
"raka iihh lepasin! " kesal abel
"5 menit aja bel" ucap raka
Abel terdiam dan melirik kewajah raka yg sedang memejamkan kedua matanya. Pelukan raka diperut abel semakin kuat, abel menggenggam tangan raka yg berada diperut nya.
"makasih ya lo udah nolongin gue" ucap abel
"iyaa, sampai kapan pun lo belut gue yg bakal gue lindungi" ucap raka masih dengan mata terpejam
Abel membalikkan badannya menatap mata raka yg sudah terbuka. Mata mereka saling bertemu hingga ntah siapa yg memulai bibir keduanya saling bertaut. Mengecap dan saling melumat satu sama lain.
Abel mengalungkan tangannya keleher raka, sedangkan tangan kanan raka menarik kepala abel untuk memperdalam ciuman, dan tangan kirinya menarik pinggang abel untuk semakin dekat kearahnya.
Sekarang posisi abel ada diatas pangkuan raka, mereka masih terlalu asik dengan aksinya saling mencumbu. Raka terkekeh melihat abel yg memejamkan matanya, tampak menikmati kegiatan yg sedang mereka lakukan.
"raka ih ngeselin lo!! " ucap abel memukul raka dan langsung menjauh dari raka
Abel yg masih malu langsung berlari kekamar mandi meninggalkan raka. Sedangkan raka masih tersenyum melihat wajah malu abel yg merona. Raka mengecap bibirnya sendiri kemudian melihatnya kecermin.
"gilak ya abel, ganas jugak. Bibir gue sampek bengkak gini. Tapi manis sih bibirnya" gumam raka tersenyum
"bel, gue tunggu dibawah ya" teriak raka menggedor pintu kamar mandi
"iya iya" ucap abel
Raka turun kebawah dan mencuci mukanya dikamar mandi yg ada dibawah. Raka kembali duduk disofa sambil menunggu abel turun.
Next??
Jangan lupa tinggalin jejak..
Voment nya dong guys..
👇👇👇👇👇👇
KAMU SEDANG MEMBACA
AFRAID (Lanjutan)
RandomBijaklah dalam membaca.. (17+) Masih ingat sama abel dan raka? Nih cerita AFRAID dari wela_aidhila akan aku lanjut disini. Bagi kalian yg bingung kalian bisa baca cerita afraid pertama kalinya dari akun aku yg satunya wela_aidhila. Baca ini dulu ya...
