Assalamualaikum...
Annyeong, Yeorobun!
How's your day?
Semoga kalian semua fine-fine aja, yaww.
BTW,
ABSEN KUY!✋🏻
So, happy reading!❤️
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
Pagi-pagi sekali Aarav sudah stand by di gerbang utama SMA Pandu, menanti kedatangan perempuan cantik favoritnya. Cowok itu tak berhenti menatap arloji hitam di pergelangan tangan kirinya. Cemas, dan gelisah rasanya.
"Den Aarav lagi nungguin siapa, sih? Kayaknya gelisah banget dari tadi?" tanya Pak Satpam yang merasa heran.
"Biasalah, Pak. Nunggu ibu pejabat."
"Waduh, orang penting dong, Den?"
"Iyalah, Pak. Kalo gak penting gak mungkin saya tungguin."
Tak lama, sebuah mobil Fortuner putih berhenti tepat di hadapan Aarav, membuat cowok itu tersenyum lebar. Bulan yang baru saja memperlihatkan batang hidungnya tampil dengan gaya yang berbeda dari biasanya. Rambut terurai bebas dengan bando pink yang menambah kesan cutie, dan make up natural yang membuatnya semakin terlihat cetar bak ulzzang.
"Good morning, Beb!" sapa Aarav yang sukses membuat mata Bulan melotot.
"Beb?" tanya Bulan menuntut penjelasan.
Aarav tersenyum tanpa rasa berdosa sedikitpun. "Let's go!" ajaknya sembari merangkul pundak gadis itu.
Bulan kebingungan dengan sikap Aarav pagi ini. "Lu makan apa, sih? Salah makan nih pasti!"
Aarav menggeleng. "Engga, Bulan. Gua gak salah makan, kok."
"Terus?"
"Suasana hati gua lagi baik hari ini," jawab Aarav yang sudah memegangi dadanya.
Bulan tersenyum. "Ah, gitu, ya. Terus lu mau bawa gua kemana?"
"Ke rooftop," jawab Aarav.
Bulan mengernyit. "Ngapain ke rooftop?"
"Ada, deh."
"Itu bukan jawaban."
"Nanti juga lu bakalan tau."
Bulan berdecak namun tetap mengikuti langkah Aarav. Gadis itu berjalan sambil menyilangkan kedua tangannya, memicingkan mata untuk mengamati gerak-gerik lelaki di depannya.
Saat mereka tiba di rooftop, Aarav mesam-mesem sembari menatap Bulan yang memasang ekspresi wajah datar.
"Kenapa lu senyam-senyum kayak orang stress?"
Aarav menggeleng, kemudian berpindah posisi ke sisi kanan Bulan.
"Ngapain, sih?"
Lelaki itu hanya tersenyum manis pada Bulan, lalu meraih kedua tangannya. Bulan tersentak karena perlakuan Aarav yang sangat tiba-tiba.
"Rav!" Tatapan Bulan menajam bak elang yang sedang mengincar mangsanya.
"I love you!" ucap Aarav, Bulan membelalakan matanya.
"Gua gak ngerti lagi sama perasaan gua sendiri, Lan. Selama ada lo di samping gua, gua merasa nyaman. Tiap kali gua lihat senyuman lo hati gua terenyuh, Lan. I fall in love with you, and I love you, Bulan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bulan dan Bintang [On Going]
Ficção Adolescente[FOLLOW SEBELUM MEMBACA!] [UPDATE SETIAP SABTU PUKUL 20.00 wib] Berkisah tentang Bulan dan Bintang, dua gadis kembar dengan karakter yang bertolak belakang, mendatangkan alur cerita baru dalam kehidupan keduanya. Kehidupan dua remaja itu dipenuhi...
![Bulan dan Bintang [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/133873389-64-k354513.jpg)