23. Ayo Putus

1.2K 47 2
                                    

Bintang dan Nathan tengah duduk berhadapan di dalam sebuah cafe yang cukup sepi pengujung siang itu, keduanya saling melemparkan tatapan kosong satu sama lain.

"Kamu kenapa, sih?" tanya Nathan heran, sementara yang ditanya jauh lebih keheranan.

"Maksudnya?"

Nathan mendesah pelan lalu melipat kedua tangannya. "Akhir-akhir sikap kamu aneh, gak seperti Bintang yang aku kenal."

"Aneh gimana, Nat? Perasaan kamu aja kali."

Nathan berpikir sejenak, kalau diingat-ingat lagi Bintang seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

"Kamu nyembunyiin sesuatu ya dari aku?" tanya Nathan penuh kecurigaan.

Bintang menggeleng secepat mungkin. "Apaan sih, Nat, nyembunyiin apa? Gak usah ngaco deh."

Nathan menaikkan alisnya. Ia bingung harus bereaksi bagaimana sekarang. Mau percaya tapi sulit, namun apa boleh buat, mungkin Bintang memang tidak sedang berbohong padanya.

"Ah, maafin aku, ya. Aku terlalu mikir yang aneh-aneh tentang kamu," kata Nahan menyesal sembari memijat pelipisnya.

"It's okay," sahut Bintang.

Setelahnya, tak ada lagi percakapan di antara mereka. Keduanya hanya saling berpandangan dan tenggelam dalam pikiran masing-masing.

"Gimana cara aku ngomong ke kamu, Nat?" batin Bintang bertanya-tanya. Ada hal serius yang hendak ia katakan pada Nahan, tapi Bintang kebingungan bagaimana cara menyampaikannya.

"Sebenarnya kamu mau ngomong apa, sih, Bintang?" Nathan ikut bertanya-tanya dalam hati.

"Nathan."

"Bintang."

Keduanya saling memanggil nama satu sama lain berbarengan, membuat suasana mendadak penuh kecanggungan.

"Eum… kamu dulu," kata Nathan.

Bintang menggeleng. "No, kamu duluan yang bicara."

Nathan menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan. "Huh… kamu mau ngomongin sesuatu, kan?"

Bintang menatap Nathan dengan perasaan ragu. "Ya, memang ada."

"Soal apa?" tanya Nathan.

Gadis itu tak menjawab, ia malah diam membisu sambil terus menatap ke arah Nathan. Bintang sedang mengumpulkan semua nyalinya untuk mengutarakan perasaannya.

"Kamu yakin mau tau topik pembicaraannya?"

Nathan mengangguk. "Ya, of course."

"Yakin? Gak bakal nyesel nantinya?" tanya Bintang memastikan.

Nathan menggelengkan kepalanya. "Never."

"Okay." Bintang manggut-manggut sambil meremas-remas jarinya. Gadis itu menghirup udara sebanyak-banyaknya sebelum bersiap untuk melanjutkan perkataannya.

"Jadi, apa?"

Manik mata gadis cantik itu beralih menatap tepat pada kedua bola mata Nathan, menatapnya dengan serius tanpa berpaling sedikitpun.

"Ayo kita putus!"

Duarrr!

Bagaikan petir menyambar di siang bolong, perkataan Bintang sukses membuat Nathan syok. Apa katanya, putus? Kenapa mudah sekali baginya mengucapkan kata putus?

"Bintang … kamu, jangan becanda, deh." Nampaknya Nathan masih sulit untuk percaya.

"Aku serius, Nathan," jawab Bintang dengan tegas tanpa ada keraguan di dalamnya.

Bulan dan Bintang [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang