Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA.
Happy Reading!!
**
"Jaera... aku... aku hanya ingin melakukannya untuk terakhir kali" Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu mensejajarkan tubuh mereka.
"Dan memanfaatkan kesempatan jikalau Sungmin berubah pikiran, begitu?" Kyuhyun bungkam mendengar pertanyaan yang cukup menohoknya. Ya, harapan itu memang ada, tapi dia memang hanya ingin memastikan saja dan ternyata Sungmin memang tak menginginkannya. Sedikit pun. Kyuhyun sedikit memberi cengkraman pada bahu Jaera yang hanya menatapnya penuh kekecewaan.
"Maaf, oke? Aku janji ini terakhir kalinya. Aku sudah bilang ingin sembuh dan tidak akan menarik perkataanku"
"Kau tidak akan mengingkarinya?" Kyuhyun mengangguk pasti sehingga Jaera mempercayai kembali pria ini.
Sampai di ruang tengah yang dipenuhi orang-orang. Keduanya dengan mudah berbaur lalu memusatkan pandangan ke area panggung. Di sana sudah ada Sungmin dan Ria. Nyonya Cho yang berada di samping panggung mini mengedarkan pandangan mencari Kyuhyun dan Jaera yang tak kunjung datang. Lalu pandangannya terhenti pada pasangan yang dengan santai berdiri tenang di antara tamu-tamu. Wanita paruh baya itu melambai ke arah Kyuhyun dan Jaera. Kyuhyun melihat hal itu sehingga ia langsung menarik Jaera untuk menghampiri ibunya yang menatapnya garang.
"Kalian darimana saja? Acara pertunangannya sudah dimulai daritadi, jadi Sungmin dan Ria memulainya lebih dulu. Padahal omma ingin kalian berempat melakukannya bersama-sama" celoteh kesal nyonya Cho pada kedua pasangan ini. Jaera melirik pelaku dirinya dapat terlambat ini kemudian meringsuk mendekat ke arah nyonya Cho.
"Omma, bagaimana jika pertunanganku dan Kyuhyun di undur sampai ujian sekolahku lewat. Rasanya aku tidak tenang melakukannya" tawar Jaera.
"Tidak bisa, sayang. Kalian harus bertunangan hari ini juga. Lagipula kalaupun memang ingin melakukannya setelah ujian sekolahmu, itu tandanya acaranya sudah berubah" Jaera mengkerutkan kening tidak mengerti. Kyuhyun yang mengerti maksud ibunya hanya diam memandang ke satu arah yaitu tempat Sungmin, namun hanya beberapa detik dia mulai mengalihkan pandangannya kepada Jaera.
"Berubah?"
"Ya, acaranya bukan pertunangan lagi. Tapi, pernikahan kalian"
Jaera terkejut mendengarnya dan ia lebih memilih tunangan saja dibanding menikah dengan Kyuhyun yang masih dimasa penyembuhannya. Yah, biarlah nyonya Cho berlaku sesukanya. Asalkan jangan dulu soal pernikahan. Nyonya Cho tersenyum puas melihat Jaera bungkam. Ia langsung naik ke panggung kemudian mengumumkan tentang pertunangan putranya yang lain.
"Okay semuanya, kita memiliki pasangan lainnya yang bertunangan malam hari ini. Sebelumnya saya minta maaf mewakili mereka karena baru datang sekarang. Dipersilakan, Kyuhyun-ah... naik sayang"
Putra dari keluarga Cho itu hanya menuruti pekataan ibunya seraya menarik Jaera yang enggan naik ke atas. Sedangkan Sungmin dan Ria sedikit mundur ke belakang dengan Sungmin yang masih kesal pada Kyuhyun. Kedua pria itu sempat saling bertatapan, tapi Sungmin langsung memalingkan pandangannya dengan wajah masam.
"Ini adalah putraku Cho Kyuhyun dan kekasihnya Shin Jaera. Aku ingin sekali mereka melakukan pertunangan bersama dan putraku Sungmin, tapi karena ada sedikit urusan, keduanya baru bisa datang sekarang. Sekarang..." nyonya Cho menjauhkan mic dari bibirnya kemudian berbisik.
"Kyu, dimana cincinnya?" Kyuhyun merogoh saku celananya dan terlihat kotak kecil berwarna biru dalam genggamannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between You & I
Random"Kau sungguh gay!!!" Pekik tak percaya Jaera yang kini tak bisa bergerak setelah mendengar ucapan penuh keyakinan pria dihadapannya. "Siapa bilang jika rumor itu salah, hah?" Balas Kyuhyun santai seraya menyandarkan tubuhnya di dinding. Keduanya ber...
