Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA.
Happy Reading!!
**
Kedua pria tampan itu tersenyum satu sama lain tanpa menyadari jika keadaan para gadis di sana hampir berteriak kegirangan. Pasalnya ini pertama kalinya Kyuhyun tersenyum selebar itu selain bersama Sungmin tentunya. Dan kini ia juga melakukannya pada pria yang merupakan anak baru itu.
"Apa kabar? Wah, aku tak menyangka kau sekolah di sini" kata pria yang disebut namanya itu Hae In.
"Jangan berpura-pura tidak tahu, dasar!" Balas Kyuhyun seraya meninju kecil lengan Hae In. Lalu tatapannya beralih pada lengan seragamnya yang ditarik kecil oleh seseorang dan ditemukan Jaera yang menatapnya dengan wajah kebingungannya. Kyuhyun tersenyum dan langsung memeluk pundak gadis itu seraya menatap Hae In yang ikut menatap gadis itu.
"Ah ya.. sayang dia adalah Jung Hae In sepupu jauhku. Dan Hae In, ini adalah Jaera dia tu__emph!" Kyuhyun tertawa karena Jaera selalu berhasil menghalanginya berbicara masalah status mereka di sekolah.
"Tu? Tu apa?" Tanya Hae In bingung.
"Nanti kujelaskan, dia kekasihku. Itu salahmu tidak mengerti karena tidak datang di pesta"
"Pesta? Ah, pesta itu... sorry aku masih di Jerman kemarin malam dan baru sampai di Korea dini hari. Tapi itu tanda dia adalah tun..." Jaera baru saja bersiap untuk menutup mulut Hae In yang akan membocorkan segalanya namun diurungkan ketika perkataannya terhenti sendiri dengan mata yang fokus pada satu titik.
"Kyuhyun-ah, kita lanjutkan nanti. Aku memiliki urusan penting" Jaera mengikuti perginya Hae In dan di saat itu juga ia menemukan sahabatnya baru saja masuk dengan cemilan pesanannya.
Sepertinya kali ini dia yang akan mengintrogasi Jihye karena biasanya dialah yang kena bagian itu. Tapi, sekarang Jaera memiliki kesempatan menjadi penanya tentang hubungan sahabatnya dengan anak baru yang ternyata adalah sepupu Kyuhyun itu.
Sret
Tiba-tiba Kyuhyun menarik dagunya sehingga wajah mereka berhadapan sangat dekat. "Kenapa melihat Hae In begitu serius? Kau terpesona dengannya? Dia bahkan tak lebih tampan dariku"
Jaera merona dengan sikap Kyuhyun tersebut. Dengan cepat ia tepis tangan Kyuhyun pada dagunya lalu meninggalkan kelasnya yang sudah dipenuhi suara bisikan penggosip. Sedang di lain sisi, Jihye menatap tajam seseorang yang sedang menghalangi jalannya untuk memasuki kelas namun, pria itu justru menariknya menjauhi kelas walau dia berusaha melepaskan diri dari cengkramannya.
"Lepas!"
Hae In, ia terus menarik Jihye sampai mereka tiba di atap sekolah dengan gadis yang masih berusaha melarikan diri darinya.
"Hye, dengarkan aku. Waktu itu kamu salah paham. Aku dan Ahrim__"
"Jangan kau berani menyebut nama wanita itu! Dan aku tak peduli jika ada kesalahpahaman atau tidak. Karena aku sudah menetapkan keputusanku dan aku sama sekali tidak menyesal" Hae In menatap gadis itu sendu meminta belas kasihan tetapi Jihye langsung melongos pergi. Hae In tidak membiarkan hal itu begitu saja karena dengan cepat ia memerangkap tubuh Jihye dengan menyudutkan gadis itu kemudian tanpa pikir panjang dia langsung mencium bibir Jihye dengan membabi buta. Jihye sendiri, ia berusaha melepaskan kedua tangannya yang ditahan oleh Hae In dan memalingkan wajah sebisanya untuk menghindari serangan Hae In tersebut.
"Kalau begitu bersiap untuk jatuh cinta lagi kepadaku" bisik Hae In setelah mengakhiri ciuman mereka. Setelah mengatakan hal tersebut, dia yang meninggalkan Jihye yang diam membeku masih dengan posisi berdiri. Bibir bawahnya ia gigit begitu kuat menyebabkan luka pada bibirnya karena berusaha menahan isakan tangisnya dan juga teriakkannya.
"Dasar pria brengsek" gumam Jihye kesal. Ia menghapus jejak bibir Hae In menggunakan punggung tangannya dengan wajah kesal namun, air mata mengalir membasahi pipinya.
"Brengsek..."
Tanpa ia ketahui, pria yang ia umpati masih berada di balik dinding. Wajahnya menampakkan rasa bersalah karena telah memperlakukan gadis yang selalu menempati hatinya itu dengan buruk. Ia tak bisa menahan rasa amarahnya sehingga terjadilah ciuman itu.
**
Sungmin baru saja menyelesaikan tugas di perpustakaan saat ia tak sengaja melihat seorang pria yang dikenalnya ingin memasuki perpustakaan.
"Hae In hyung?" Awalnya pria itu ingin masuk namun terhenti ketika mendengar seseorang menyebut namanya. Ketika menoleh, senyum terlihat di wajahnya.
"Sungmin-ah!" Kedua pria itu berpelukan ala pria lalu Sungmin mengajar Hae In untuk mengobrol sehingga Hae In melupakan niatnya untuk pergi ke perpustakaan.
"Kapan kembali? Dan aku tak tahu jika hyung akan pindah ke sini di saat sebentar lagi ujian akhir" Hae In menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal seraya tertawa renyah.
"Haha, ada sesuatu hal yang membuatku merengek pada appa untuk bisa kembali ke Korea" Sungmin terkekeh karena ia tahu hal apa yang dimaksud. Hae In selalu menceritakan semua peristiwa yang terjadi pada hidupnya sewaktu SMP sehingga ia tahu alasan sampai Hae In pindah sekolah di saat waktu yang ektrim.
"Masih mengejarnya?"
"Ya, dan ia benar-benar salah paham pada kejadian itu"
"Sabar dalam menghadapi gadis yang masih terbakar cemburu. Aku juga sering seperti itu jika Ria cemburu. Ngomong-ngomong, hyung belum mengenalkanku padanya" Hae In menepuk pundak sepupu lainnya ini pelan seraya mengangguk.
"Oke, tapi lain kali saja ya. Aku ingin menyelesaikan masalahku dengannya terlebih dahulu. Jika keadaannya sudah membaik, pasti akan kukenalkan"
"Oke"
Keduanya akhirnya berpisah ketika Hae In teringat jika ia harus meminjam buku diperpustakaan. Sungmin juga memiliki janji makan siang dengan Ria sehingga mereka mengakhiri dulu perbincangan mereka. Di perpustakaan, Hae In tak bisa menahan senyumnya saat melihat gadis pujaannya berada di sana. Serius mencatat di buku catatannya. Dengan semangat ia mendekat ke sana dan duduk tepat di depan Jihye yang akan mengabaikan sekitar jika sedang serius. Hae In sama sekali tak mempermasalahkan jika Jihye tak menyadari keberadaannya sekarang karena gadis itu sibuk belajar. Ini memudahkannya untuk menatap hingga puas wajah yang sangat dirindukannya itu.
"Jihye..." gadis itu menoleh saat namanya disebut. Terlihat seorang pria melambai didekat rak buku menyuruh gadis itu mendekat. Hae In menatap tajam pria yang mengganggu aktivitasnya itu. Matanya tak pernah lepas pada Jihye yang tengah membicarakan sesuatu dengan pria itu. Namun, hatinya memanas ketika pria itu membisikkan sesuatu pada Jihye yang membuat gadis itu tertawa kecil lalu mengangguk.
"Sial!" Batin Hae In.
Saat Jihye ingin kembali ke tempat duduknya, langkahnya terhenti ketika melihat keberadaan Hae In di sana. Sejak kapan pria itu di sana? Itu yang muncul dibenaknya. Ia memutar bola matanya malas. Melihat keberadaan Hae in di sana membuat mood belajarnya musnah. Sehingga ia menghampiri tempat duduknya tadi hanya untuk membereskan bukunya dan kembali ke kelas.
"Jihye... jangan menghindariku" Jihye mengabaikan perkataan Hae In dan terus melangkah pergi.
Hae In menggerang tertahan karena lagi-lagi ia diabaikan oleh Jihye. Sampai kapan ia diperlakukan seperti ini? Bahkan gadis itu tak mau mendengar penjelasannya.
"Apa aku harus pakai cara licik?" Gumamnya berpikir. Tak lama senyum smirk muncul dengan mata yang berkilat-kilat.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Between You & I
De Todo"Kau sungguh gay!!!" Pekik tak percaya Jaera yang kini tak bisa bergerak setelah mendengar ucapan penuh keyakinan pria dihadapannya. "Siapa bilang jika rumor itu salah, hah?" Balas Kyuhyun santai seraya menyandarkan tubuhnya di dinding. Keduanya ber...
