34. Terakhir [1]

1K 52 2
                                        

Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA.

Happy Reading!!

**

"dengan bukti yang telah terkumpul dan keterangan dari saksi mata... Oh Jihan-shi dinyatakan bersalah akan mendapatkan hukuman selama 15 tahun"

Tok tok tok

Donghae dan Hae In menghela nafas lega sedangkan Jihan berteriak histeris dengan keputusan hakim kepadanya. Bahkan ayahnya tak bisa berkata apapun. Dia pikir Donghae tidak memiliki bukti lainnya, ternyata Donghae memiliki bukti pengakuan Jihan saat wanita itu mabuk dan mengatakan semua kelakuannya saat itu.

"TIDAK!! APPA!! AKU TIDAK MAU DI PENJARA!!"

Oh Hyejun mengikuti putrinya yang telah dibawa dua polisi untuk dimasuki ke sel penjara. Sebelum pergi, dia melirik ke arah Donghae berada kemudian pada ayah Donghae yang ketakutan pada pria itu. Terakhir, Hyejun menatap tajam pada Jaera yang sedang memeluk Kyuhyun di bangku belakang Donghae.

"dan saudara Cho Kyuhyun... karena dia di bawah ancaman pelaku. Dia tidak dinyatakan bersalah" Jaera bernafas lega mendengar suara hakim itu. Di sampingnya Kyuhyun juga lega karena itu tapi, dia mendapat lirikan tajam dari Hae In yang sangat membencinya sampai sekarang.

Donghae sudah mau berbicara dengannya dan perlahan memaafkan kesalahannya. Pria itu berpikir semua tidak akan selesai kalau kita membenci seseorang yang berusaha meminta maaf dan memperbaiki semuanya.

"ayo kita pulang, Donghae-ah!" ayah Donghae berkata tegas lalu membalikkan tubuhnya, tapi seketika tubuhnya membeku melihat Jaera berdiri dihadapannya sambil tersenyum.
"ahjushi Lee.." Donghae bingung karena ternyata Jaera mengenal ayahnya.
"kau mengenal appaku, Jaera?"
"emm.. mau dibilang apa ya..? ya, aku mengenalnya.. dia sangat baik padaku dulu dan aku senang akhirnya dia sukses seperti sekarang. Aku dengar ahjushi Lee sudah memiliki agensi sendiri. Impian ahjushi terwujud ya.. selamat.." Jaera mengulurkan tangannya pada ayah Donghae yang masih terdiam itu. Pria itu, Lee Sooman. *abaikan namanya ^_^*
"ayo Donghae!"

Jaera terkejut ketika Sooman melewatinya begitu saja tanpa membalas uluran atau ucapannya sedikitpun. Donghae meringis malu melihat kelakuan ayahnya. "Jaera, maafkan appaku"

"tidak apa-apa.." Jaera tersenyum tipis. Donghae lalu pamit untuk mengikuti ayahnya. Jaera memandang kepergian Donghae lirih. Dia sedih karena seseorang yang dikenalnya dulu mengabaikannya begitu saja.
"cah, ayo kita juga pulang..." kata nyonya Cho. Sebelumnya, nyonya Cho maupun tuan Cho benar-benar marah mendengar penjelasan Kyuhyun tentang Raemin dan tuan Cho hampir menampar Kyuhyun kalau saja Jaera tidak melindunginya. Dan sekarang keduanya perlahan menerima semua itu. Hanya satu orang yang belum menerima itu. Jung Hae In.

Sedangkan di tempat lain, Oh Hyejun bersama kaki tangannya tengah membicarakan tentang Jihan yang sudah mendekam di penjara. Hyejun tidak terima kalau Donghae memasukkan anaknya ke dalam penjara seperti itu. Lihat saja dia akan membalasnya.

"aku tidak mau anakku masuk penjara sendirian. Buat Lee Sooman mendekam di penjara!" titah Hyejun pada kaki tangannya itu tegas.
"baik, tuan!"

**

Berita tentang Kyuhyun dan di penjaranya Jihan sudah tersebar luas karena tuan Cho maupun Oh Hyejun merupakan pengusaha ternama. Di sekolahan, Sungmin berusaha untuk menjauhkan Kyuhyun dari murid-murid yang mencoba menaikan emosi Kyuhyun dengan ejekan. Kyuhyun juga sempat mendapat masalah karena berkelahi dengan salah satu murid di sekolahnya tanpa Sungmin tahu. Tapi, beberapa hari kemudian Kyuhyun mulai bersikap biasa saja. Dia kembali seperti biasanya. Cho Kyuhyun dingin tak tersentuh. Hanya Sungmin dan teman terdekatnya yang masih menemaninya.

Between You & ITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang