Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA.
Happy Reading!!
-**
<D-7>
Kyuhyun menuruni tangga sambil memainkan ponselnya dengan serius sampai tidak menyadari bahwa ibunya memandanginya dari bawah. "kau tidak sedang berkomunikasi dengan Jaera kan, Cho Kyuhyun?" tebak nyonya Cho dengan nada sinis.
Kyuhyun mendongak sebelum akhirnya mendengus kesal melihat senyum mengejek ibunya dan juga Sungmin yang sepertinya sudah tahu masalahnya. Sudah pasti tersangka utamanya adalah sang ibu yang menyebarkan luaskan hukumannya ini.
"urusanku!" balas Kyuhyun tak kalah sinis. Ia tidak melangkah menuju ruang makan, melainkan langsung keluar rumah. Tentu itu tidak berhasil ketika ibunya menegurnya untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah bersama Sungmin. Ya, mulai hari ini juga Kyuhyun akan kembali berangkat bersama Sungmin karena perintah ibunya. Tapi perintah itu juga yang membuat Kyuhyun menggerang kesal karena rencananya menemui Jaera sebelum pergi sekolah harus pupus. Kyuhyun terkadang heran, bagaimana bisa ibunya itu menangkis semua rencananya tanpa disangka?
Tuan Cho duduk dalam diam dengan mata yang memancarkan kebingungan. Kyuhyun menebak jika ibunya belum menceritakannya pada sang ayah. Namun, ia bersyukur juga karena bisa-bisa dia mati di tangan ayahnya itu jika beliau tahu kejadian kemarin. Ya, Kyuhyun akui. Ibunya itu memang yang terbaik karena tidak ingin menyiksa putranya lebih parah dari hukumannya itu.
"ada apa dengan kalian ini?" tanya tuan Cho heran.
"tidak ada apa-apa, yeobo. Lanjutkan saja makanmu..." balas nyonya Cho lembut. Kyuhyun mendengus kesal.
"omma, biarkan aku menemuinya sehari saja, ya?"
"tidak!"
"omma..."
"apa yang sedang kalian perdebatkan? Dan kenapa kau melarang Kyuhyun bertemu dengan orang itu, sayang?"
"ini latihan sekaligus hukuman untuknya, yeobo. Jadi, tenang saja... aku yang akan mengurus bocah itu"
"menyebalkan! Aku sarapan di jalan saja. Kajja, hyung!" Kyuhyun mengambil satu roti isi yang ada di meja lalu berdiri dan meninggalkan ruang makan dengan perasaan kesalnya.
Sungmin terkekeh seraya mengikuti Kyuhyun yang sudah lebih dulu pergi. Beruntungnya dia sudah selesai sarapan kalau tidak dia bisa kelaparan karena Kyuhyun. Tentunya Sungmin tidak langsung menuju sekolah melainkan ke rumah tunangannya dan tindakannya semakin Kyuhyun kesal setengah mati.
"haha... makanya jangan berbuat konyol sebelum menikah" ejek Sungmin kemudian turun dari mobil untuk masuk menjemput sang tunangan sedangkan Kyuhyun menunggu di dalam mobil tentunya.
<D-6>
"yeobseyo? Kau dimana?"
"kenapa? Bukankah hukumannya belum berakhir?"
"aku ingin menemuimu. Sekarang"
"ya, ini masih jam sekolah!"
"bolos sehari tidak membuatku dikeluarkan dari sekolah. Cepat katakan dimana kau?"
"tidak mau! Kututup! Bye..."
"ya! YA! Shin Jaera!! Aish sialan!"
Kyuhyun memukul udara dengan kesal ketika panggilannya dimatikan oleh Jaera secara sepihak. Padahal dia sudah berencana bolos sekarang, dia sudah ada di belakang sekolah dan bersiap melompati dinding sekolah. Tapi, Jaera justru tidak memberitahu keberadaannya.
"kau sedang apa?" Kyuhyun menoleh ketika mendengar suara itu. Saat menoleh dan menemukan seorang pria dengan pin di seragamnya. Pin tersebut menandakan dia adalah salah satu bagian dari anggota kesiswaan.
"kau ingin membolos?"
"urus saja dirimu sendiri!"
Kyuhyun melangkah pergi meninggalkan pria itu. Niat membolosnya pupus dan ia lebih memilih kembali masuk ke kelas tanpa guru yang mengajar. Hingga Sungmin menghampirinya yang duduk dengan lesu di kursinya seraya memandang ke luar jendela karena tempatnya yang dekat dengan jendela kelas tersebut menampilkan suasana lapangan sekolah mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between You & I
De Todo"Kau sungguh gay!!!" Pekik tak percaya Jaera yang kini tak bisa bergerak setelah mendengar ucapan penuh keyakinan pria dihadapannya. "Siapa bilang jika rumor itu salah, hah?" Balas Kyuhyun santai seraya menyandarkan tubuhnya di dinding. Keduanya ber...
