Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA.
Happy Reading!!
WARNING PART INI PANJANG DARI BIASANYA!
**
Selama sarapan Jaera terus bungkam dan berusaha untuk menghindari bertatap mata dengan nyonya Cho yang menahan tawanya. Tuan Cho yang sudah mendengar cerita dari istrinya hanya menggulum senyum melihat menantunya yang malu. Kyuhyun tidak peduli sama sekali, dia tetap bersikap santai walaupun jelas sekali ibunya melempar tatapan menggoda.
"omma hentikan tatapan mengerikanmu itu... menggelikan sekali" ucap Kyuhyun akhirnya membuka suara. Nyonya Cho tidak bisa menahan tawanya lagi sehingga ruang makan terdengar ramai. Sungmin yang baru muncul dari kamarnya heran saat melihat ibunya tertawa girang seraya makan.
"ada apa ini? Apa aku ketinggalan sesuatu?" Sungmin mengambil roti dari atas meja makan kemudian duduk di samping ibunya yang masih sibuk tertawa.
"hahaha... tidak, omma hanya lucu saja saat melihat wajah kalian berdua terutama Jaera. Menggemaskan. Yang satunya malu, satunya lagi menahan gairah. Wkwkwkwk..." Sungmin langsung saja menangkap maksud ucapan dari ibunya dan sentak ikut tertawa bersama. Jaera menundukkan kepala seraya menutupi wajah dengan kedua tangannya.
"sudahlah, yeobo. Kasihan menantumu sudah sangat merah..." tegur tuan Cho disela tawa kecilnya.
"haha... maaf sayang, omma tidak bisa menahannya. Kamu lucu sekali"
Mereka melanjutkan sarapan dengan hikmad sesekali mengobrol hingga Jaera menanyakan kabar dari sekertaris Lee yang terkena serangan Changmin kemarin. Jaera khawatir terjadi hal buruk pada sekertaris ayahnya itu.
"ahjushi Lee baik-baik saja. Dia bilang minta maaf karena rencananya kacau dan dirinya tidak bisa mengantarmu sampai altar" kata Sungmin.
"tidak seharusnya ahjushi Lee berpikiran seperti itu. Hari ini aku akan menjenguknya... bolehkan?" Jaera tiba-tiba menoleh pada Kyuhyun yang tengah meminum segelas susu. Menyadari pertanyaan Jaera tertuju padanya, Kyuhyun menatap Jaera kemudian mengangguk.
"tentu saja. Tapi, setelah aku pulang sekolah..." jawab Kyuhyun.
"deal!"
Setelah sarapan, tuan Cho langsung berangkat kerja dan kedua putranya juga berangkat sekolah. Kyuhyun tak lupa mengecup dahi istrinya dengan lembut sehingga pipinya merona. Kegiatannya tak luput dari tatapan keluarganya.
"baik-baik di rumah..."
"aku tahu. Aku bukan anak kecil sepertimu" Kyuhyun menata tajam Jaera mendengar ejekannya.
"hukumanmu akan datang nanti... kupastikan kau menyesal mengatakan itu"
Jaera terkekeh setelah Kyuhyun mengancamnya. Melihat dua mobil yang pergi dari kawasan rumah, Jaera kembali masuk dan membantu nyonya Cho yang tengah membereskan peralatan makan tadi. Selesai dengan urusan dapur, Jaera dan nyonya Cho bersantai di ruang tengah sambil menonton tv. Minggu depan adalah waktunya ujian masuk universitas dan dia berharap bisa melakukannya.
"omma, bagaimana dengan Changmin?" tanya Jaera mengingat pria yang membuat keributan di hari pernikahannya itu. Nyonya Cho menghela nafas seraya meminum jus jeruk yang dibuatnya.
"dia dipenjara karena aksi penyerangannya apalagi dia menyerang sekertaris Lee juga" Jaera menunduk. Ia jadi merasa tidak enak walau memang ia rasa pria itu pantas mendapatkannya. Pria itu maniak Kyuhyun kayaknya.
"Jaera, kau mengenal Changmin?" Jaera menggeleng singkat.
"omma pikir kau mengenalnya..."
"omma, apakah omma sudah tahu tentang yang dikatakan Changmin saat itu? Bahwa dia dan Kyuhyun berpacaran dulu" ucap Jaera penasaran.
"sebenarnya... omma dan juga appamu tidak berpikir seperti itu. Saat itu kami hanya berpikir jika Changmin berusaha untuk merusak Kyuhyun menjadi gay sama sepertinya. Maka dari itu appa Kyuhyun memberikan uang kepada Changmin tapi, dengan syarat pria itu menjauh dari Kyuhyun" jelas nyonya Cho kembali mengingat masa itu. Waktu itu ia terkejut saat Changmin datang ke rumah mencari Kyuhyun, mereka pikir pria itu adalah salah satu teman putranya, tapi ketika ditanyai tujuannya datang dengan jujur ia menjawab akan berkencan.
"aku tidak mungkin membiarkan putraku menjadi seperti itu. Dan Changmin menerima uangnya sehingga kami kira dia tidak akan muncul lagi. Tapi, dia muncul di saat yang tidak tepat. Di hari pernikahan kalian..."
"sebenarnya dia sudah menemui Kyuhyun dari beberapa bulan lalu, omma. Saat itu adalah waktu aku dan Kyuhyun melakukan double date bersama Jihye dan Hae In" nyonya Cho terkejut mendengarnya. Ia tak menyangka jika kedatangan Changmin lebih cepat dari perkiraannya.
"meski begitu, dulu omma dan appa tidak tahu kalau Kyuhyun sebenarnya memiliki perasaan yang sama" kata Jaera sambil tertawa kecil.
"masalahnya bocah itu pintar menyembunyikannya. Lihat saja saat dia menyimpan perasaannya pada hyungnya sendiri. Sangat tertata rapih" Jaera mengakui hal itu karena dia juga terjebak dengan sikap Kyuhyun. Dia bahkan tidak pernah berpikir Kyuhyun menyukai Sungmin selama ini jika melihat Kyuhyun yang selalu dengan dan hanya dekat dengan Sungmin di sekolah. Ketampanan dan sikap gentle yang dimiliki Kyuhyun menutupinya. Padahal sudah beredar rumor yang mengatakannya gay.
"sudah, lupakan masalah itu. Sekarang kalian harus mulai lebih berdekatan lagi agar kelainan Kyuhyun benar-benar hilang. Kyuhyun juga sudah menyatakan cinta padamu, jadi ini mudah. Omma hanya takut dengan keberadaan Changmin membuat Kyuhyun kembali kumat..." Jaera tersenyum lembut pada mertuanya ini lalu memberikan pelukan hangat.
"omma tenang saja, aku tidak akan meninggalkan Kyuhyun walau pria itu membentakku sekalipun. Aku sudah kebal dengan kelakuannya itu"
"terima kasih, sayang..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Between You & I
Rastgele"Kau sungguh gay!!!" Pekik tak percaya Jaera yang kini tak bisa bergerak setelah mendengar ucapan penuh keyakinan pria dihadapannya. "Siapa bilang jika rumor itu salah, hah?" Balas Kyuhyun santai seraya menyandarkan tubuhnya di dinding. Keduanya ber...
