22. Peringatan Keras

1K 60 2
                                        

Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA.


Happy reading all~


WARNING! Rate 18+


**


Sebelumnya~

"kau siapa? Jangan sembarangan memeluk tunangan orang ya!" terlihat jelas dari matanya jika pria itu terkejut mendengar ucapan Jaera yang menyebut Kyuhyun adalah tunangannya. Namun, kemudian wajahnya kembali dingin dan bersedakap angkuh dihadapan Jaera.
"aku? Kau tanya aku siapa?"
"Shim Changmin berhenti!" bukannya takut, pria asing itu menyunggingkan senyum licik kepada Kyuhyun yang baru saja membuka suaranya. Ia bahkan tak tanggung-tanggung melanjutkan perkataannya yang membuat Jaera syok setengah mati.
"Oke kalau kau penasaran. Aku adalah kekasih dari pria yang kau bilang tunanganmu itu"

DEG

Sialan! Apa lagi ini?, batin Jaera frustasi.

~~

Sret

Kyuhyun menarik kerah kemeja yang dikenakan Changmin dengan kasar, namun Changmin sama sekali tidak berpengaruh. Ia justru terus menyunggingkan senyum manisnya dengan mata menatap Jaera yang masih terdiam di tempatnya berdiri.

"jangan macam-macam denganku, Shim Changmin!" ucap Kyuhyun tajam namun, Changmin justru tersenyum tipis tidak berpengaruh.
"why not, babe? What's happen with you?"
"TUTUP MULUTMU! SIALAN!"

Kini Changmin terkejut mendengar teriakan Kyuhyun. Selama mengenal Kyuhyun, dia tidak pernah dibentak seperti sekarang. Lalu pandangan tajamnya terarah pada Jaera yang perlahan mulai menenangkan dirinya dari keterkejutannya itu. Gadis itu berusaha menerima semua yang diketahui saat ini karena dia pun tidak bisa menaruh keyakinan 100% pada Kyuhyun. Akan sulit menyembuhkan Kyuhyun, apalagi kini ada mantan kekasihnya. Tapi, tetap saja ini mengejutkannya untuk kesekian kalinya selama mengenal Kyuhyun. Apalagi jika melihat wajah Changmin yang tampan, siapapun tidak akan menyangka kalau pria itu adalah gay sama seperti Kyuhyun dulu. Sedangkan Kyuhyun, ia melihat Changmin yang masih dicengkram kerahnya sedang memandang Jaera dengan tajam sehingga ia langsung melepaskan cengkramannya dan beralih melindungi Jaera. Dia tidak ingin Changmin melakukan hal buruk pada Jaera dan berkata macam-macam.

"ayo pergi!"

Kyuhyun menarik Jaera secepat mungkin menjauh dari Changmin yang berteriak memanggilnya. Pikirannya berantakan sejak pertama kali melihat kemunculan Changmin waktu itu dan sekarang, ia benar-benar tidak bisa hidup tenang karena pria itu telah kembali mengusik hidupnya. Padahal sudah lama sekali Changmin melarikan diri dengan uang pemberian ayahnya dan tidak mau berjuang bersama. Semua ucapannya dulu hanya omong kosong. Tapi, sekarang dia sudah berubah karena ada Jaera. Tidak akan ada yang berubah lagi. Dia akan tetap mempertahankan Jaera.

"Kyuhyun berhenti.." langkahnya sentak terhenti saat mendengar permintaan gadis yang tengah ditariknya. Setidaknya mereka sudah jauh dari taman tempat Changmin berada jadi Kyuhyun menuruti permintaan Jaera.
"kita bicarakan masalah ini nanti, cepat hubungi omma Cho" kata Jaera panik. Kyuhyun baru menyadari hal itu dan segera saja ia menelpon ibunya. Sedangkan Jaera, sebenarnya dia hanya berusaha terlihat baik-baik saja di saat hatinya terasa remuk mendengar kenyataan lainnya dari pria dihadapannya ini.
"sudah. Ternyata omma memang sudah sampai di sekolah, jadi tenang saja" Jaera mengangguk seraya berjalan melewati Kyuhyun untuk menuju tempat yang seharusnya. Sebenarnya kelas tiga harus berkumpul di aula sekolah hanya saja karena tadi dia kebingungan dengan walinya, dia kabur dari aula dan justru harus mendapatkan berita yang mematahkan hati dan semangatnya.
"Jaera.." Kyuhyun menahan tangan Jaera ketika gadis itu berusaha meninggalkannya sendiri. Kyuhyun sendiri bisa merasa kecanggungan gadis itu padanya. Ini pasti gara-gara perkataan Changmin tadi.
"kita harus berbicara, masalah omma sudah teratasi. Jadi, biarkan aku jelaskan masalah tadi"
"tapi... aku harus berkumpul di aula bersama teman-teman" kata Jaera mencoba beralasan.
"janji jangan menghindariku?" dengan senyum yang dipaksa Jaera berusaha terlihat baik-baik saja. Kyuhyun mengangguk namun sebelum membiarkan gadis itu pergi, ia mengecup bibir Jaera singkat seraya berbisik.
"upah yang kau janjikan tadi... sampai bertemu nanti"

Between You & ITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang