7. HE'S DRUNK 🍾

20.4K 768 2
                                        

Mount Elizabeth Hospital, Singapore

"Tuan, barusan saya dapat pesan dari Stuyvesant High School. Tuan diundang untuk menghadiri acara kelulusan siswa besok senin." Ujar Jhon kepada Adam yang baru saja terbangun.

"Kelulusan? Besok? Aby?" Tanya Adam lebih pada dirinya sendiri.

"Betul tuan, non Aby tahun ini lulus." Jelas Jhon kepada tuannya.

"Ya Tuhan. Aku benar-benar ayah yang payah untuk anak-anakku." Ujar Adam lirih.

"Kondisi tuan tidak memungkinkan untuk menghadiri acara itu, kata dokter tuan masih harus menjalani perawatan." Jelas Jhon memperingati tuannya.

"Aku tahu hal itu Jhon tidak perlu diperjelas." Sahut Adam.

"Maaf tuan" Ujar Jhon sambil menundukkan kepalanya.

"Hubungi Nicholas, minta dia untuk datang mewakiliku besok. Dan jangan beritahu kondisiku pada Nicholas dan Aby." Perintah Adam.

***

"Ayah dengar besok acara kelulusanmu." Ujar Adam membuka pembicaraan dengan Aby melalui telefon.

"Aby minta maaf Yah tidak memberitahu Ayah, Abi tidak ingin mengganggu kesibukan Ayah. Kemarin Aby sudah minta bibi Alice untuk menemaniku besok." Jelas Abi panjang lebar.

"Tidak usah minta maaf nak, ayah yang harus minta maaf karena tidak bisa menemanimu besok. Saat ini Ayah benar-benar banyak urusan penting yang tidak bisa ayah tinggalkan." Adam kembali berbohong "Apa Alice sudah bersedia untuk menemanimu besok? Kalau Alice tidak bisa biar ayah menyuruh anggota ayah saja menemanimu besok." Lanjut Adam.

"Tidak perlu yah, bibi Alice sudah bersedia ikut." Jawab Aby meyakinkan sambil tersenyum walaupun Adam tidak bisa melihat senyumnya.

"Baiklah. Sekali lagi ayah minta maaf." Balas Adam lembut.

"Tidak apa-apa yah." Sahut Aby.

***

"Non, ini ada paket buat buat non." Ujar Alice menghampiri Aby yang sedang duduk di sisi ranjang.

Aby mengernyitkan dahinya mengingat dia tidak sedang ulang tahun dan juga dia tidak pernah memesan barang di online shop.

"Ini buatku bi?" Tanya Aby heran setelah menerima kotak hitam itu.

Alice menganggukkan kepalanya. "Buka aja dulu non, biar kita tahu apa isinya." Usul Alice.

Aby segera membuka kotak hitam itu. "Wow cantik sekali bibi!" Seru Aby dengan mata berbinar-binar melihat gaun tanpa lengan berwarna biru navy di genggamannya.

Bunyi handphone mengalihkan perhatian Aby dari gaun ditangannya, dia langsungmengambil handphonenya dan membuka pesan masuk yang ternyata dari Ayahnya.

"Ini ternyata dari ayah bi." Ujar Aby senang dan memeluk Alice yang berada disampingnya. Tanpa menunggu lama dia langsung mengetik balasan pesan ayahnya

"Padahal baru saja aku mau mengajak bibi untuk keluar mencari gaun untuk acara prom night besok. Ternyata ayah sudah menyiapkannya."

***

Lavo Nightclub, 11.00 PM

"Kemarin aku ke kantormu, tapi kau tidak ada. Nomormu juga tidak aktif." Ujar George melihat Nicholas memasuki ruang VVIP tersebut.

"Aku kekantor tapi hanya sebentar, aku kembali kerumah." Jelas Nicholas tak bersemangat sambil menuangkan vodka ke dalam gelasnya.

"Kerumah? Siang hari? Biasanya kau pulang subuh." Sindir George.

"Adam sedang tidak dirumah." Jelas Nicholas singkat.

"I see." Sahut George.

Pintu terbuka dan menampilkan Kevin sang pemilik Club, dibelakangnya tiga orang wanita berbusana minim.

"Bawa mereka pergi Kevin, aku sedang tidak berselera." Perintah Nicholas yang langsung membuat Kevin memutar badannya dan mengajak ketiga wanita itu pergi.

George memperhatikan Nicholas dengan tatapan menyelidik.

"Aku sedang tidak ingin diganggu George!" Seru Nicholas yang menyadari gerak-gerik George.

"Mau cerita sesuatu?" Tanya George yang sudah mengerti jika Nicholas pasti sedang memiliki masalah.

Nicholas hanya menggeleng lemah.

"Minggu depan aku akan menikah, jadi mohon pengertiannya untuk tidak membuat onar. Mungkin lebih baik jika kau dan Adam tidak datang."

Pesan singkat ibunya beberapa jam yang lalu terus terngiang-ngiang dikepalanya.

"Sialan!!" Umpat Nicholas sambil membanting gelas ditangannya. George hanya diam saja.

***

Nicholas mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil terus meminum vodkanya. Pikirannya kacau. Hingga akhirnya dia sampai di halaman depan mansion. Dia turun dari mobil dalam keadaan mulai mabuk. Biasanya jika sedang dalam situasi seperti ini dia lebih memilih menghabiskan waktunya dengan wanita diluar sana. Tapi malam ini dia malah ke mansion ayahnya.

Dia masuk kedalam rumah dengan langkah gontai dan langsung berjalan menuju sofa yang berada di ruang tamukarena dia tidak kuat jika harus menaiki tangga menuju kamarnya.

Dengan sisa-sisa kesadaran yang dimilikinya dia berhenti melihat sosok wanita yang sedang tertidur pulas di sofa yang ada dihadapannya dan tiba - tiba dia ambruk dan menimpa badan Aby yang masih tertidur pulas.

***

tbc...

ABIGAIL (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang