25. RACHEL'S WEDDING 👰

23.6K 750 11
                                        

New York,

"Bibi!" Seru Abigail setelah turun dari mobil yang sudah terparkir di halaman mansion Adam. Dia langsung bergegas menghampiri Alice dan memeluk tubuh wanita paruh baya itu.

"Kenapa non Aby tidak bilang kalau mau pergi ke Singapore mengunjungi tuan Adam?" Tanya Alice setelah Aby melepaskan pelukannya.

"Emmm... Itu dadakan bi, makanya tidak sempat memberitahu bibi." Ujar Abigail sambil nyengir.

"Sudah... Sudah ayo masuk. Non Aby mau minum apa?" Tanya Alice yang masih belum menyadari keberadaan sosok Nicholas di belakang mereka. "Non Aby berani naik pesawat sendiri dari Singapore kesini? Itu kan jauh non." Tanyanya tidak percaya sambil terus berjalan masuk ke dalam mansion.

Aby mengernyitkan dahinya "Aku bersama dia bi." Abigail menunjuk ke belakang. Alice sontak melihat kebelakang dan jantungnya hampir keluar dari tubuhnya melihat sosok Nicholas yang ada di belakang mereka dan langsung membungkukkan badannya.

"Abigail ikut aku." Perintah Nicholas datar seperti biasanya.

"Akubaru saja bertemu bibi Alice." Bantah Abigail. Dia masih ingin melepas rindu dengan wanita itu.

"Kalau begitu Alice harus tahu mengena-"

"Baiklah!" Seru Abigail memotong ancaman Nicholas.

Nicholas menyeringai puas dan langsung berjalan menuju kamarnya dengan diikuti Abigail dari belakang.

Alice hanya melongo melihat kedua insan muda itu. "Sejak kapan mereka sedekat itu?" Tanyanya dalam hati.

***

"Masuklah." Perintah Nicholas kepada Abigail yang masih saja berdiri di depan pintu kamarnya.

Nicholas lalu menutup pintu namun tidak menguncinya dan berjalan kearah Abigail. Dia menarik tangan gadis itu dan membawanya ke ranjang. Abigail memberontak.

"Apa yang kau lakukan!?" Serunya panik.

"Aku tidak akan menciummu. Aku hanya ingin beristirahat." Jelas Nicholas santai.

"Istirahatlah. Aku juga butuh istirahat. Aku akan kekamarku sekarang." Ujar Abigail sambil memutar tubuhnya hendak pergi.

"Temani aku di sini." Pinta Nicholas seperti nada memohon.

"Kau bukan bayi." Bantah Abigail mendengar permintaan Nicholas yang menurutnya kekanak-kanakan.

"Sebentar saja Aby." Suara Nicholas semakin melemah, wajahnya menandakan dia sedang tidak baik-baik saja. Melihat hal itu, Abigail hanya menurut saja ketika Nicholas menariknya ke tempat tidur.

"Ada apa dengannya?" Gumam Abigail dalam hati.

Nicholas merebahkan dirinya dan menarik Abigail ke dalam pelukannya. Abigail tidak memberikan perlawanan.

Tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua. Abigail hanya diam saja di dalam pelukan Nicholas. Begitu juga dengan Nicholas.

Nicholas memang terlihat sedang diam, tapi tidak dengan pikirannya. Saat ini pikirannya dipenuhi dengan pernikahan ibunya yang akan dilaksanakan malam ini.

Tidak ada yang menyangka, di balik sosok dingin dan angkuh Nicholas ada jiwa yang begitu rapuh yang tidak bisa di lihat oleh siapa pun, bahkan dirinya sendiri hampir tidak menyadari kerapuhannya. Dia selalu beranggapan bahwa dia bisa melewatinya. Dia selalu merasa semuanya akan baik-baik saja. Semuanya pasti berlalu. Tapi ternyata tidak.

"Are you ok?" Tanya Abigail lirih.

"I'm ok. Aku cuma mau tidur." Nicholas berbohong.

ABIGAIL (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang