23. DAWN KISS 👄

22.5K 795 4
                                        

Waktu sudah menunjukkan pukul 2 subuh. Abigail sudah tidur dengan nyenyak. Suara nafasnya yang teratur menandakan dia sudah berada jauh di alam mimpinya.

Lain halnya dengan Nicholas yang masih belum bisa tidur. Dia sudah mencoba berbagai cara untuk membuat dirinya mengantuk tapi tidak bisa. Berkali-kali dia mencoba tidur dengan memeluk tubuh Abigail yang tak sadarkan diri, dan berkali - kali juga dia harus melepaskan kembali pelukannya dari tubuh gadis itu karena kantuk yang tak kunjung menyerangnya.

Akhirnya dengan mengesampingkan sisi kemanusiaannya (yang sebenaranya memang tidak ada), dia memaksa Abigail untuk bangun. Dia harus menanyakan sesuatu kepada Abigail. Hal yang membuat dia susah tidur malam ini.

Dengan sekali gerakan dia menjepit ujung hidung Abigail dengan jarinya agar Abigail susah bernafas. Dan usahanya berhasil.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Aby kesal kepada Nicholas karena mengganggu tidurnya.

Abigailmelongo ketika matanya tidak sengaja melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 2 lewat 15 menit!

"Ya ampun ! Ini masih jam 2 lewat! Kenapa kau harus membangunkankujam segini?!" Seru Abigail kesal.

"Kau tidur sangat nyenyak. Sedangkan aku tidak bisa tidur. Aku rasa itu tidak adil." Jawab Nicholas santai tanpa merasa berdosa.

Abigail yang sudah duduk menatap geram ke arah Nicholas yang masih golek-golek santai di tempat tidur. "Itu masalahmu bukan masalahku." Sahut Aby ketus.

"Ini juga masalahmu. Karena ini semua terjadi karena kau." Ujar Nicholas datar.

Aby mengernyitkan dahinya tidak mengerti.

"Kau semalam tiba-tiba saja pergi waktu aku mau memasangkan cincin di jari Barbara." Ujar Nicholas datar bernada serius.

DEGG

Aby tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat ini. "Apa mungkin dia sadar waktu aku pergi meninggalkan ruangan itu? Atau jangan-jangan dia keluar dari ruangan itu karena ingin mengikutiku? Atau? Tidak... tidak, dia tidak mungkin menyadari perasaanku yang aneh ketika melihat dia bersama Barbara tadi malam." Gumam Aby dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Nicholas hanya memperhatikan Abigail yang sedang geleng-geleng kepala.

"Karena memikirkan hal itu makanya aku tidak bisa tidur. Dan yang pantas bertanggung jawab atas itu adalah kau." Jelas Nicholas menunjuk kearah Abigail.

"Emmm.... Akumengantuk." Aby berbohong. "Bisa kita melanjutkan membahasnya besok saja?"

"Tidak." Jawab Nicholas singkat dan datar.

Aby menghembuskan nafasnya kasar. "Memangnya kita akan membahas apa?" Tanya Aby pura-pura bodoh.

"Membahas alasanmu kenapa tiba-tiba saja pergi waktu aku mau memasangkan cincin di jari Barbara." Jelas Nicholas datar.

Aby menghembuskan nafasnya kasar. Tidak ada salahnya menceritakan pada Nicholas bukan? Ya siapa tahu saja dia bisa menemukan jawaban yang tepat.

"Aku juga tidak tahu alasan tepatnya apa. Tapi melihat kau bersama Barbara membuat dadaku sakit dan sesak." Ujar Aby santai sambil mengedikkan bahunya. Aby yang begitu polos untuk memahami perasaanya sendiri akhirnya mengutarakan begitu saja apa yangdirasakannya. Dia tidak bisa mengartikan perasaannya sendiri. Dia berpikir dengan memberitahu Nicholas, mungkin saja Nicholas bisa memberikan jawaban.

Nicholas diam. Dia bukan orang bodoh yang tidak bisa mengerti dengan jelas semua arti omongan Abigail. Rasa asing yang selama ini dirasakannya kepada Abigail kembali muncul. Tapi kali ini sedikit berbeda. Kalau selama ini rasa aneh itu muncul bersamaan dengan rasa bingung, kali ini rasa aneh itu muncul bersamaan dengan rasa senang di dada Nicholas.

Setelah mendengar pengakuan polos gadis itu, Nicholas tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mencium gadis itu saat ini. Dia mengeraskan rahangnya untuk menahan dirinya agar tidak menyerang Abigail dengan tiba-tiba.

"Aku bisa menciummu Abigail?" Ujarnya dalam dan datar. Matanya menyiratkan keseriusan dengan apa yang diucapkannya.

Aby membelalak matanya tidak percaya. "Kenapa dia malah ingin menciumku? Nicholas salah paham!" Serunya dalam hati.

Tanpa memperdulikan wajah Abigail yang terkejut dan juga bingung, Nicholas malah sudah memulai aksinya tanpa menunggu persetujuan Abigail.

"Nicholas berhenti ! Apa yang kau laku-" Seru Abigail, namun dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena Nicholas sudah berkuasa penuh. Abigail berusaha untuk melepaskan diri, tapi usahanya sia-sia. Tenaga Nicholas jauh lebih kuat dari tenanganya.

Abigail mulai lelah melakukan pemberontakan, stok oksigen dalam tubuhnya juga sudah mulai menipis. Nafasnya mulai terengah-engah tanda dia membutuhkan oksigen. Nicholas mengerti hal itu karena dia juga merasakan hal yang sama.

Perlahan Nicholas mulai melepaskan ciumannya dan membiarkan Abigail mengumpulkan oksigen sebanyak-banyaknya, dia juga melakukan hal yang sama namun masih dalam posisi yang mengunci kedua tangan Abigail.

Setelah dirasanya cukup dan dia melihat mulut Abigail yang masih sedikit terbuka, Nicholas kembali mencium gadis itu. Abigail kembali memberikan perlawanan. Berharap Nicholas menghentikan aksinya. Tapi ternyata tidak. Nicholas belum ingin membebaskan Abigail.

Karena Abigail merasa usahanya sia-sia, dia mulai mengurangi perlawanannya dan mengikuti permainan Nicholas. Nicholas yang merasakan hal itu menjadi terkejut, dia membuka matanya dan menatap manik biru milik Aby. Aby menatapnya balik seolah-olah bertanya "Ada apa ini?"

Nicholas tidak mau terlalu lama membuang waktunya. Dia kembali mencium gadis itu dan kali ini dia tidak melihat adanya perlawanan dari Abigail.

Abigail yang sudah terbuai dan tidak memberikan perlawanan lagi, mengangkat tangannya dan melingkarkannya di leher Nicholas. Ini adalah pengalaman pertamanya berciuman, dan Nicholas lah yang memberikan pengalaman itu. Pria dingin yang jahat dan tidak berperasaan inilah yang telah mengambil ciuman pertamanya.

Masih memejamkan matanya, Abigail merasa jika ciuman Nicholas berhenti.

"Ini ciuman pertamamu Abigail?" Tanya Nicholas ketika ciuman mereka berakhir.

Abigail tidak menjawab, dia juga tidak membuka matanya. Nicholas mengerti. Dia yakin jika saat ini Abigail sedang menahan malunya terlihat dari semburat warna merah yang begitu kontras di kulit putih pipi gadis itu. Kemudian Nicholas mendekatkan bibirnya di kening Abigail dan mengecup lembut kening gadis itu.

"Kau begitu menikmatinya Abigail." Bisik Nicholas dengan nakal di telinga Abigail. Abigail tidak bisa menahan malunya saat ini. Dengan gerakan cepat dia mendorong tubuh Nicholas dan berhasil. Dia langsung menarik selimut dan menenggelamkan dirinya di dalam selimut.

Nicholas tersenyum melihat tingkah Abigail dan dengan sekali gerakan dia membuka selimut itu dan ikut masuk kedalam.

"Sepertinya aku sudah bisa tidur nyenyak sekarang." Bisiknya di telinga Abigail dan mengeratkan pelukannya pada tubuh ramping Abigail.

"Dan sekarang aku yang tidak bisa tidur." Gumam Aby dalam hati. Dia mulai merutuki kebodohonnya karena telah merelakan ciuman pertamanya dirampas oleh Nicholas yang baru saja tadi malam bertunangan dengan Barbara. Dan hal lain yang membuat dia terus merutuki kebodohannya adalah : "Kenapa aku mau membalas ciumannya?!" Serunya dalam hati menahan kesal.

Nicholas benar. Saat ini dia sudah tidur dengan nyenyak. Rasa bahagianya membawa dia menuju alam mimpinya dengan mudah. Dengkuran halusnya sudah terdengar. Wangi tubuh dan rambut Abigail seperti aroma therapy baginya untuk membantunya menuju ke alam tidur. Dia tidak sabar bertemu besok pagi dan menemukan Abigail yang masih tertidur pulas dalam pelukannya.

***

tbc...

ABIGAIL (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang