Comment dan votenya dong gaess, biar semangat nih bikin akhir cerita yang membuat kita semua bahagia 😁😘😘
Nicholas memarkirkan mobilnya dihalaman mansion kemudian turun dan membukakan pintu mobil untuk Abigail.
Baru saja dia akan mengikuti langkah Abigail untuk masuk kedalam mansion, tiba - tiba dia melihat sebuah mobil mewah terparkir cantik dihalaman mansion. Bukan mobil George. Lalu itu mobil siapa?
Dia kembali berjalan menyusul Abigail yang sudah masuk kedalam mansion.
"Aku mau langsung istirahat" Ucap Abigail membalikkan badan dan menghadap Nicholas.
"Iya, kamu memang harus istirahat. Nanti jam tuj-"
"Kalian sudah pulang?" Omongan Nicholas terpotong dengan suara wanita yang tiba - tiba saja menghampiri mereka berdua.
Abigail kembali memutar badannya menghadap sumber suara.
"Tante?" Sapa Abigail lebih seperti sedang bertanya. "Apa kabar?" Lanjutnya sambil mendekat dan kemudian memeluk Rachel.
"Abigail kamu harus istirahat" Ucap Nicholas yang sebelumnya sempat terdiam karena kaget dengan kehadiran sosok Rachel sambil berjalan meninggalkan ruang tamu itu dan berjalan menaiki tangga, seolah - olah dia tidak melihat sosok Rachel disana.
"Nicholas!" Seru Abigail melihat Nicholas pergi sambil melepaskan pelukannya pada Rachel.
Nicholas tidak menggubris, dia tetap berjalan sampai akhirnya dia masuk kedalam kamarnya.
"Biarkan saja" Ucap Rachel melihat Abigail yang hendak menyusul Nicholas. "Aku hanya ingin bertemu kamu saja" Lanjut Rachel sambil tersenyum lembut.
Abigail mengernyitkan dahinya bingung.
"Ayo duduk dulu" Ajak Rachel sambil menggenggam tangan Abigail dan membawanya ke sofa ruang tamu.
"Bagaimana persiapanmu untuk besok?" Tanya Rachel setelah mereka duduk.
"Nicholas pasti belum memberitahumu soal pernikahan besok" Sahut Abigail tidak nyambung.
"Tidak perlu, tanpa diberitahu pun aku bisa melihatnya di berita" Sahut Rachel sambil 'tersenyum'. "Jadi bagaimana persiapan besok?" Lanjut Rachel.
"Nanti malam baru akan fitting" Sahut Abigail singkat.
"Maksudku, persiapan hatimu" Sahut Rachel.
Abigail diam.
"Kamu sudah siap menjadi istri Nicholas?" Tanya Rachel yang langsung keinti pertanyaan.
Abigail kembali diam.
Rachel tersenyum lembut. Diraihnya kedua bahu Abigail dan membuat mereka berdua kini berhadap - hadapan.
Rachel menarik nafas.
"Aku senang jika akhirnya Nicholas membuka hatinya untuk mau membentuk sebuah keluarga, aku sempat khawatir akan hal itu. Dan aku semakin senang karena kamulah yang akhirnya dipilih Nicholas menjadi wanita 'beruntung' itu". Rachel kembali menarik nafas.
"Aku yakin kamu sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi di keluarga kami. Dan ya, aku kembali senang karena kamu tidak keberatan akan hal itu" Rachel lagi - lagi menarik nafasnya panjang.
"Tapi, aku hanya mau memastikan kamu benar - benar siap menjadi istri Nicholas atau tidak. Kamu tahu sendiri, aku juga dan semua orang juga tahu bagaimana sifat Nicholas. Kasar, suka semaunya, egois, kadang tidak berpikir dulu sebelum melakukan sesuatu, ceroboh dan kemudian hobi sekali mengancam" Lanjut Rachel yang sengaja menceritakan keburukan Nicholas agar Abigail tahu dan mempertimbangkan lagi pernikahannya dengan Nicholas.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABIGAIL (TAMAT)
RomanceOPEN PO!! Nicholas Franklin. Pria berwajah tampan pewaris tunggal perusahaan raksasa asal Amerika Serikat. Hidupnya terlihat sempurna, bahkan sangat sempurna dimata orang - orang yang hanya mengetahuinya sebagai pewaris tunggal. Berbanding terbal...
