"Awasi Abigail. Aku ada urusan." Perintah Nicholas kepada Alice dan beberapa anak buahnya yang dia tugaskan untuk menjaga Abigail agar tidak kemana-mana.
"Baik tuan." Sahut mereka serentak sambil membungkukkan badan.
Nicholas berjalan dengan langkah mantap menuju mobilnya. Setelah memastikan Abigail beristirahat, saat ini dia akan memenuhi janjinya menemui seseorang.
***
Dengan kecepatan penuh, Nicholas mengemudikan mobilnya di jalanan kota New York yang sore itu terlihat padat. Sampai akhirnya dia berhenti di sebuah gedung tua yang sudah tidak terawat.
"Selamat datang tuan." Ujar ke empat anak buahnya sambil membungkukkan badan mereka.
"Tinggalkan kami di sini." Perintah Nicholas kepada ke empat anak buahnya.
Nicholas berjalan pelan sambil memandang kedua sanderanya dengan tatapan dingin.
"Kalian mengenalku?" Tanya Nicholas memecah keheningan di ruangan itu.
Kedua sanderanya langsung menganggukkan kepalanya, namun dengan tatapan bingung. Tangan dan kaki mereka terikat dan mulut mereka disumpal.
"Kalau begitu, apa kalian juga mengenal Abigail Jhonson?" Tanyanya dengan wajah dingin dan mendekat ke arah kedua sanderanya.
Mendengar hal itu mata sandera pria langsung melebar. Sepertinya dia sudah mengerti arah pembicaraan Nicholas.
"Melihat gerak-gerik mu, sepertinya kau sudah tahu inti masalahnya" Ujar Nicholas kepada sandera pria.
"Dan kau.. Nyonya Jeniffer Parker. Kau pasti hanya mengenal Abigail sebagai anak angkat Adam." Ujar Nicholas sambil menghela nafasnya sebelum dia kembali melanjutkan omongannya. "Abigail Jhonson, putri dari Anetta Jhonson yang meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil 10 tahun yang lalu. Kecelakaan yang direncanakan oleh seorang wanita hanya karena kecemburuannya yang tak beralasan. Dan wanita itu adalah kau." Jelas Nicholas masih dengan wajah dingin dan datar.
Mendengar hal itu, sandera perempuan langsung menggelengkan kepalanya karena tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Awalnya aku ingin menyerahkan kalian ke polisi dan dihukum seberat-beratnya, tapi aku berubah pikiran. Aku akan lebih puas jika aku yang melakukannya." Lanjut Nicholas sambil menggertakkan gerahamnya.
Nicholas mendekat kearah Jeniffer dan langsung menarik sumplan kain di mulut Jeniffer dengan kencang dan membuat Jeniffer merintih kesakitan.
"Bahkan kau sudah tahu kalau Anetta memang tidak berselingkuh dengan suamimu, tapi kau tetap bersikeras ingin membunuhnya. Kau pantas disiksa." Ujar Nicholas sambil meletakkan kakinya di paha Jeniffer dan menekannya kuat.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Jeniffer dengan tatapan benci.
"Aku ingin menyiksamu dengan caraku sendiri." Sahut Nicholas dingin.
"Itu kejadian 10 tahun yang lalu. Aku rasa-"
"DIAM!!" Teriak Nicholas semakin menekan kuat kakinya pada paha Jeniffer. "Bahkan jika itu terjadi di kehidupanku sebelumnya, aku tetap akan menyiksamu!! Karena kau telah membuat Abigail menderita!!"
"Dan kau." Ujar Nicholas sambil melihat kearah James. "Sebenarnya aku harus berterima kasih padamu, karena kau aku bisa bertemu dengan Abigail. Tapi tetap saja aku tidak bisa memaafkan perbuatanmu karena membiarkan dan menutupi kesalahan istrimu. Oleh sebab itu kau juga harus merasakan siksaan yang sama." Lanjut Nicholas sambil menarik kencang sumpalan yang ada di mulut James.
"Adam juga bersalah karena menutupi ini semua." Ujar James setelah mulutnya terbebas dari lakban.
"Kalau begitu datang ke kuburannya dan tuntut dia." Sahut Nicholas enteng.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABIGAIL (TAMAT)
RomanceOPEN PO!! Nicholas Franklin. Pria berwajah tampan pewaris tunggal perusahaan raksasa asal Amerika Serikat. Hidupnya terlihat sempurna, bahkan sangat sempurna dimata orang - orang yang hanya mengetahuinya sebagai pewaris tunggal. Berbanding terbal...
