32.UNPLANNED VACATION 🏞

17K 675 8
                                        

Nicholas keluar dari ruang rawat Adam, dan langsung ingin menemui Abigail yang sedang menunggunya.

Tapi dia terkejut karena Abigail tidak ada di ruang tunggu. Dia menghubungi ponsel Abigail tapi tidak ada jawaban. Nicholas mulai panik. Dia mencoba menelusuri lorong rumah sakit sambil terus menghubungi ponsel Abigail yang tak kunjung dijawab.

Dia segera masuk lift dan turun ke lantai bawah untuk menanyakan Abigail kepada resepsionis.

"Kalian melihat Abigail?" Tanya Nicholas yang sudah yakin jika para resepsionis itu pasti sudah mengenal Abigail. Nicholas mencoba terlihat santai tapi tetap saja wajahnya tetap terlihat panik.

"Selamat sore tuan. Nona Abigail tadi sudah pergi menggunakan taksi." Jawab resepsionis itu dengan cepat karena melihat kepanikan di wajah Nicholas.

Nicholas menghubungi satpammansion."Abigail ada di mansion?" Tanyanya ketika panggilannya sudah terhubung.

"Selamat sore tuan. Baru saja ada taksi yang masuk tuan, sepertinya itu non Abigail." Sahut satpam.

Nicholas langsung mematikan ponselnya. "Kau mau main - main denganku Abigail?" Geramnya dalam hati sambil mengepalkan tangannya.

***

"Non? Ada ap-"

"Aku mau tidur bi." Abigail memotong pertanyaan Alice dengan wajah kesal dan langsung menuju kamarnya.

"Ada yang tidak beres ini. Tapi apa ya?" Gumam Alice karena melihat wajah Abigail yang sepertinya sedang marah dan juga sedih. Tapi dia tetap membiarkan Abigail masuk kamar.

***

Abigail yang sudah berada di dalam kamarnya, langsung mengunci pintunya. Saat ini dia sedang tidak ingin diganggu. Persetan dengan Nicholas yang sudah bisa dipastikan akan memarahinya ataupun mengancamnya lagi. Abigail benar-benar kesal diperlakukan seenaknya oleh Nicholas dan selalu saja diancam.

***

Alice membungkukkan badannya melihat Nicholas. Nicholas berjalan cepat menuju kamar Abigail. Dan ternyata kamarnya terkunci dari dalam.

"Abigail buka pintunya!" Teriak Nicholas.

Nicholas menggedor-gedor pintu kamar itu, namun hasilnya nihil. Abigail tetap tidak merespon.

"Alice! Ambilkan kunci kamar ini!" Perintahnya kepada Alice.

"Baik tuan." Jawab Alice dan langsung pergi untuk mengambilkan kunci seraf kamar Abigail.

***

Setelah membuka pintu dan berhasil masuk ke dalam kamar Abigail, Nicholas hanya berdiri di ambang pintu sambil memperhatikan Abigail yang duduk di sofa tanpa menggubris kedatangannya.

Nicholas yang melihat hal itu langsung berjalan menuju Abigail. Dia mencoba menenangkan emosinya. Biar bagaimana pun wajah polos Abigail selalu sukses membuatnya bisa meredakan amarah. Dia tidak ingin memarahi Abigail dan berujung perempuan itu kembali menaruh rasa takut padanya.

Hanya Abigaillah yang bisa membuatnya kembali menarik amarahnya.

Abigail masih tetap diam memandang lurus ke depan. Dia sadar jika Nicholas sedang menatapnya, dia juga tahu kalau Nicholas saat ini akan kembali marah dan akan kembali mengancamnya. Tapi kekesalannya masih belum reda, dan itu membuat dia tidak takut jika Nicholas harus memarahinya lagi.

Nicholas masih tetap berdiri di sisi sofa kamar Abigail sambil memasukan kedua telapak tangannya ke dalam saku celana. Melihat Abigail yang tetap tidak memperdulikan kedatangannya, Nicholas tiba-tiba menarik tangan Abigail.

ABIGAIL (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang