Third day in Bali

521 9 9
                                        

Alexa pov

Pagi ini usai sarapan, aku lihat Mada telponan sangat lama sudah hampir 36 menit, dan sepertinya seru banget sampai-sampai dia tidak berhenti ketawa dari tadi. Dari kejauhan aku pandang, gerak-geriknya, setidaknya aku dengar dia bicara apa saja, ya walaupun agak samar-samar sih, soalnya dia pakai bahasa Jerman.

"Alexa, temenin kakak ke swalayan dekat sini yuk. Ada yang mau dicari dan harus ketemu hari ini juga."

Kak Reno membuyarkan fokusku tiba-tiba.

"Ini pasti permintaan kak Stella."

"Udah, nggak usah banyak omong, ayo Lexa!" Paksa kak Reno.

Sebenarnya hari ini aku sedikit mager, gara-gara haid hari pertama. Maklumlah apa yang bikin teramat sangat malas, yaitu sakit perut yang begitu nyeri. Walaupun begitu, aku harus tetap menjaga good moodku untuk hari ini.

Mada pov

Gue ngga sadar udah berapa lama gue duduk di sebelah kolam renang, saking asyiknya mengobrol via telepon dengan teman gue yang dari Jerman, sampai hari tak terasa udah siang banget. Tempat yang sekarang gue diami pun udah ngga teduh lagi. Gue balik ke kamar.

"Mada..." Panggil kak Stella dari arah restoran.

Tepatnya ketika gue menerima sebuah pesan masuk di WA, buru-buru gue nyamperin kak Stella tanpa sempat membuka pesannya.

"Mada, kamu sibuk?" Tanya kak Stella sembari mengelus-elus perutnya.

"Ngga, Mada ngga sibuk. Ada apa ya kak?"

"Bisa kakak minta tolong sama kamu?"

"Bisa lah kak, mau minta tolong apa?"

"Cariin kakak mangga muda dong, please..."

By the way, suaminya kemana disaat genting begini? Alexa juga ngga keliatan batang idungnya.

"Pak, permisi pak!"

"Iya, ada apa dek?"

Gue emang udah nemuin mangga muda, tapi adanya di...

"Buah mangga itu boleh di petik ngga pak?" Tanya gue sama penjaga hotel.

"Boleh dek, tapi belum terlalu masak."

"Ngga apa-apa pak, justru itu yang saya inginkan."

"Adeknya lagi ngidam ya?"

"Astaga pak, bukan saya kali-_-"

Dari kesalahpahaman singkat itu, akhirnya mangga muda berhasil gue petik dengan usaha gue sendiri.

"Maaf ya kak lama, ini mangga mudanya."

"Makasi ya Mada."

"Sama-sama kak."

Gue berlalu ke kamar, buka pesan WA yang tadi dari sobat gue di Jerman. Baru juga gue merasa senang setelah sekian lama bisa dengar suaranya lagi via telepon, dan sekarang kesenangan gue udah diambang batas. Gue sangat girang setelah baca pesan dari dia. Hal ini bagaikan peribahasa 'pucuk dicinta, ulam pun tiba.'

Alexa pov

Aku bingung sebenarnya kak Reno mau beli apa. Aku tanya tentang apa yang diinginkan kak Stella, dia jawab ngga ada apa-apa yang diinginkannya. Lah terus maksudnya pergi ke swalayan buat apa kalau emang ngga ada yang mau dibeli?

"Alexa, kamu bisa paham kan ada di posisi kakak? Kakak hanya ingin menjadi suami yang baik buat Stella, dan menjadi calon ayah yang siaga buat bayi yang dikandung Stella. Kakak masih belum terbiasa dengan keadaan begini, apalagi untuk pertama kalinya, maka dari itu kakak sangat gugup untuk memulainya."

Sahabat, kok romantis???Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang