Fourth day in Bali

521 8 2
                                        

Alexa pov

"Alexa, yuk jalan-jalan. Keliling Bali, naik motor."

Apa Mada ngga salah bicara? Atau aku yang salah dengar?

"What do you mean?"

"Okay, choose it. Wanna go, meet me at parking area, or stay here. You've time just 5 minute." Katanya lalu pergi.

5 menit? Heloooo....ngga cukup kali waktu segitu buat cewek dandan, belum lagi milih pakaian. Akhirnya aku memutuskan untuk ikut dengannya, terpaksa sebab aku sangat bosan hanya diam di kamar dari pagi tadi. Kurasa dandananku kali ini tidak maksimal dan pakaian yang kukenakan juga tidak sesuai pilihan hati. Intinya Mada membuatku sangat badmood dengan segala kekacauan ini.

"Lama banget! Udah lewat 5 menit nih."

Udah aku duga dari awal Mada akan ngomel masalah waktu. Ya habisnya dia keterlaluan banget ngasi waktu cuma segitu-_-

"Alexa, dengar ngga tadi gue bilangnya apa?"

Aku masih tetap diamin Mada dan hanya natap dia datar.

"Kita akan jalan-jalan naik motor, naik motor Lexa!"

"UDAH TAU!" Sahut aku ngga kalah ngegas.

Daripada keributan kami berujung semakin tidak terkendali, lebih baik aku langsung naik ke motornya, tapi...

"Jangan naik!"

Apaan dah maksudnya ngelarang aku naik? Sengaja memperlambat waktu, atau mau ngebatalin?

Eh eh eh...kok Mada malah masuk ke dalam lobby lagi? Terus akunya ditinggal? Ok, fine.

Terus dia balik lagi ke aku lalu mengulang kalimat yang sama persis seperti tadi.

"Kita jalan-jalannya naik motor, bukan mobil." Sambil memakaikan aku selembar kemben.

Atau istilahnya orang Bali bilang kamen, sebuah kain lembaran yang secara umum fungsinya untuk pakaian tradisional ke pura kalau di Bali sendiri. Nah yang aku pakai ini, lebih tepatnya yang dikasi Mada ini adalah rupa modern'nya dan ngga layak dipakai ke pura, kenapa? Sebab ini sudah di luar kesopanan, dan tidak memenuhi persyaratan yang seharusnya seperti cara memakainya. Orang sini sering menyebutnya kamen pantai, bisa buat bepergian jika menggunakan celana pendek seperti aku namun tidak ingin pahanya terbakar😁.

Fyuuuuh....sungguh teori yang unfaedah ngga sih?😂😂 maafkan author jika ada salah kata-kata, hehehe...lanjut.

Hal itu bertujuan untuk menutupi aurat bawahku yang terbuka. Yeah, i know...aku salah kostum, dan ini semua karena dia juga. Meskipun begitu Mada orangnya peduli. Aku jadi tidak ingin meributkan masalah kecil ini lagi. Kemudian kami pun berangkat.

"Kita mau kemana Mada?"

"Nanti juga kamu tau."

Tak peduli Mada mau bawa aku kemana, sekalipun dia bawa aku ke pelaminan, aku siap, hihi...

Pukul 11.37 am, kami sampai di pemberhentian pertama. Tadi kalau ngga salah dengar, Mada akan mengajakku ke beberapa daerah. Salah satunya Ubud, dan yang sekarang kami kunjungi adalah taman marga satwanya monyet, alias monkey forest yeyyy!!!

Hutan? Bahaya dong. Tenang teman-teman readers, monyet-monyet disini memang liar, tapi mereka bisa diajak kenalan dan memberi mereka makan dengan pengawasan dari staff-staffnya, jadi tidak perlu khawatir. Hanya saja jangan gegabah atau panik ketika monyetnya mulai bertindak unch😍

Asli! Disini rindang banget, sejuk, dan membuatku serasa ada di surga. Berlebihan ngga sih? Hehe...

"Mada, monyetnya naik ke pundakku, aku takut."

Sahabat, kok romantis???Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang