8 - Simbiosis Mutualisme

33.9K 3.7K 543
                                        

DELAPAN


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



*****

Hani tak bisa lagi fokus membaca Novelnya, pikirannya kemana-mana. Hani sangat penasaran alasan kenapa Raya memutuskan Zaki dan kejadiannya pun begitu cepat? Iya sih, mereka sudah pacaran cukup lama, pasti ada perasaan-perasaan bosan yang hanya mereka berdua yang bisa merasakan.

Hani sendiri masih siswi baru di SMA nya jadi tidak banyak tau juga dengan tentang hubungan Raya dan Zaki. Apalagi mereka berdua memang jarang menggumbar-umbar hubungan mereka di depan banyak orang.

Hani meraih ponselnya membuka aplikasi instagramdan iseng-iseng ingin melihat Instagram Zaki.

Tidak ada aktivitas di Instagram cowok itu, bahkan foto-foto Instagram Zaki yang terdapat Raya nya juga masih ada disana tidak dihapus. Hani jadi penasaran, kira-kira apa ya yang dilakukan oleh Zaki saat ini?

Apa pria itu sedih? Atau masih berusaha memperjuangkan Raya? Hani hanya bisa berandai-andai sendiri.

Ya beginilah nasib seseorang jika menyukai cowok yang sudah punya pacar.

****

Sore yang cukup cerah, Hani memutuskan keluar dari rumah, bermain ke taman kompleks siapa tau ia bisa dapat pencerahan daripada memikirkan hubungan orang lain yang sebenarnya bukan urusannya.

Hani memakan es krim coneyang dia bawah dari rumah, duduk manis di kursi panjang yang ada di taman, menikmati angin sore yang cukup sejuk. Hani menatap kedepan dengan datar, pemandangannya sedari tadi yaitu melihat Bang Asep sang tukang bakso memutari kompleks dengan suara lantangnya "Baksooo Baaaksooo Maaalaaangg."

Hani menghela napas pelan, merasa sedikit kasian dengan Bang Asep. Sudah lima kali Bang Asep melewatinya, terbesit di hati Hani ingin membeli jualan Bang Asep. Tapi, ia lupa tidak bawa uang.

Tidak mungkin kan dia ngutang di sore hari yang cerah ini?

Bisa-bisa dia dapat julukan baru di Kompleks ini. Gadis pengutang bakso Malang Bang Asep di sore yang cerah ini.

Karena terlalu asik memperhatikan Bang Asep yang terus mutar-mutar menghabiskan bensinnya, Hani sampai tidak sadar sebuah motor berhenti didekatnya. Seorang cowok turun dari motor ninja hitam, berjalan mendekati Hani.

"Han."

Hani tersadar dari lamunannya, ia menatap cowok yang memanggilnya tadi, cukup kaget.

"Kak Roy?" bingung Hani. Apa yang dilakukan cowok ini disini? Sejak kapan munculnya? Darimana datangnya? Langit atau perut bumi?

Roy melepas helm-nya, tersenyum tak berdosa ke Hani membuat Hani semakin merinding melihatnya.

PLAY ITTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang