10 - Sore yang indah

35.1K 3.6K 416
                                        


SEPULUH


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


*****

Hani tak dapat menyembuntikan kebahagiannya siang menjelang sore saat ini, Hani akan pulang bersama dengan Zaki, kejadian yang hanya bisa Hani bayangkan akhirnya menjadi kenyataan.

Hani berjalan disamping Zaki, melewati lorong sekolah menuju parkiran. Keadaan di sekitar cukup sepi, bel pulang sudah berbunyi satu jam yang lalu. Hanya tersisa siswa dan siswi yang tengah menjalani ekstrakulikuler.

Sesampainya di Parkiran, mereka berdua segera menaiki motor dan beranjak dari sekolah.

Hani terus bersorak dalam hati. Ia harus banyak berterima kasih ke Si Ucup!

*****

Sepanjang perjalanan, mereka tidak diam, suasana begitu mencair dan hangat. Keduanya saling berbincang, Hani selalu membuka topik duluan untuk bisa ngobrol dengan Zaki. Untungnya cowok baik hati itu, selalu merespon dan menjawab setiap pertanyaan dan ucapan Hani.

"Kak, lo lapar nggak?" tanya Hani ketika mereka sudah memasuki gapura perumahan mereka.

"Lumayan, kenapa?" balas Zaki.

"Makan Bakso Bang Asep dulu mau?" tawar Hani penuh harap. "Kasian dia dari kemarin muter-muter terus nggak ada yang beli," lanjut Hani lebih memperjelas agar Zaki tidak curiga.

Zaki tertawa pelan, sembari menganggukan kepala.

"Bang Asep bukannya nggak laku Han, dia emang suka muter-muter habisin bensinnya," celetuk Zaki.

"Gitu ya?"

"Kata Pak RT sih gitu," sahut Zaki. "Lo laper?" tanya Zaki.

"Lumayan juga," jawab Hani

"Suka siomay nggak?" tawar Zaki.

Mata Hani langsung berbinar mendengar makanan kesukaanya itu.

"Suka banget Kak," seru Hani semangat.

Zaki mengangguk-anggukan kepalanya, tanpa bicara lagi, Zaki mengarahkan motornya ke arah taman perumahan. Mereka berhenti disana.

Hani turun dari motor Zaki dengan bingung, ia melepas helmnya.

"Emang disini ada yang jualan Siomay Kak? Perasaan gue kesini pasti liatnya Bang Asep terus," heran Hani.

"Ada," jawab Zaki santai, cowok itu sibuk mengotak-atik ponselnya, mengirim pesan ke seseorang. "Bentar lagi tukang siomay-nya datang," jawab Zaki dengan bangga.

PLAY ITTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang