Mari mainkan lagumu dan baca kisahmu.
Hari ini aku akan mengiburmu
Dengan sebuah cerita yang sangat ringan
Tentang hati yang mencintai dia
Tentang hati yang mengerti akan terluka
Namun, tetap mempertahankannya.
Bermain dengan hatiku da...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
****
"Hani."
Deg!
"Si... Siapa?"
"Gue Han,"
"Si.. Siapa?"
"Gue Zaki."
Hani perlahan memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya yang terasa sangat lemah, Hani menyipitkan kedua matanya, silau cahaya senter sedikit mengejutkannya. Perlahan Hani dapat melihat jelas wajah sosok yang sudah berjongkok dihadapannya.
Benar. Orang itu adalah Zaki. Cowok itu menemukannya.
Hani menghela napas sangat legah, dia akhirnya terselamatkan.
"Han lo nggak apa-apa?" tanya Zaki khawtir.
Hani tak ada tenaga lagi untuk menjawab, kepalanya memberat, kedua matanya mengerjap-kerjap tak kuat menahan tubuhnya sendiri. Perlahan, Hani kehilangan keseimbangan hingga akhirnya...
Brukk.
Hani tak sadarkan diri. Tubuhnya terjatuh ke samping.
Zaki terkejut bukan main ketika melihat tubuh Hani tumbang, Zaki lebih mendekat, menepuk-nepuk pipi Hani, berusaha membangunkan Hani.
"Han, Han."
"Lo nggak apa-apa kan?"
"Han bangun."
Karena tak kunjung ada jawaban juga, Zaki memutuskan langsung membopong tubuh Hani. Zaki menyadari banwa Hani telah pingsan.
Zaki berusaha membawa Hani untuk keluar dari hutan dan segera mendapatkan perawatan. Jujur, Zaki khawatir terjadi apa-apa dengan Hani, mengingat dirinnya adalah penanggung jawab di acara ini juga.
Zaki mempercepat langkahnya. Untung saja, dia cukup hapal dengan trackdi hutan ini. Zaki sudah lima kali melakukan acara diklat disini. Baik diklat Osis maupun ekstrakulikuler sekolah.
*****
Hani mengerang lirih, merasakan kepalanya sangat berat, matanya mengerjap perlahan untuk berusaha terbuka, bau obat dan alkohol menyengat indera penciumannya. Hingga akhirnya kedua mata Hani terbuka sempurna.