Assalamualaikum, malam teman-teman semua. Admin HFCREATIONS datang kembali bawa PLAY IT part 40.
Siapa yang sudah nggak sabar baca part selanjutnya?
Sudah siap lihat kegemasan Hani dan Zaki?
Ada yang mau kasih ide nama unik dan keren untuk couple gemesin ini (Hani dan Zaki) ?
Jangan lupa untuk siapkan Komen kalian sebanyak mungkin untuk Part 40 ini yaa ^^
Dan, selamat membaca PLAY IT ^^
****
Motor Zaki akhirnya berhenti di kedai Mie Ayam yang sangat sederhana, namun lumayan rame pengujung, Zaki memiliki feeling bahwa Mie Ayam di sana cukup meyakinkan untuk di coba.
Hani dan Zaki segera turun dari motor dan memasuki kedai tersebut. Memesan dua Mie ayam beserta es teh, lalu mengambil duduk di paling ujung, menghindari keramaian.
"Kenapa tiba-tiba pengin mie ayam?" tanya Zaki heran.
Hani tersenyum alih-alih langsung menjawab.
"Gak tau, pengin aja."
"Tumben," gumam Zaki.
Hani melebarkan senyumnya, ia juga merasa heran dengan dirinya sendiri. Hani bukan pecinta mie, tapi entah malam ini dia sangat ingin makan Mie Ayam. Untung saja Zaki mau mengabulkannya.
Zaki meletakkan ponsel dan kunci motor di depannya, memperhatikan Hani yang tengah sibuk menguncir rambutnya asal-asalan. Zaki tak bisa menyembunyikan senyumnya, selalu terkesan dengan kecantikan sang pacar.
"Jangan di lihatin terus, malu," decak Hani sadar akan tatapan Zaki yang cukup lekat.
"Kenapa gue nggak boleh lihat pacar gue sendiri?" protes Zaki.
"Malu, Kak."
Zaki mendesis kecil.
"Biasanya juga malu-maluin," goda Zaki yang langsung mendapatkan pelototan tak santai dari Hani. Zaki tertawa pelan, melihat wajah kesal Hani yang sangat lucu.
DRTTDRTT
Suara ponsel Zaki tiba-tiba berbunyi, sontak kedua mata Hani dan Zaki berpindah fokus ke layar ponsel Zaki, yang ternyata alarm berbunyi.
Zaki segera meraih ponselnya, mematikan alarmnya dan meletakkannya kembali.
"Alarm apa jam segini?" heran Hani.
"Belajar soal ujian nasional, cuma belajarnya udah gue ganti sore tadi," jawab Zaki.
Hani mengangguk-angguk, kagum dengan sang pacar yang sangatlah rajin. Sudah ganteng, rajin, suka ber-organisasi dan baik. Beruntungnya Hani bisa punya pacar yang membanggakan seperti Zaki.
Hani kembali menatap ponsel Zaki, tiba-tiba terbesit rasa penasaran ingin tau apa saja yang ada di ponsel sang pacar, tapi Hani takut lancang, apalagi mereka baru beberapa hari menjadi sepasang kekasih.
"Kenapa?" tanya Zaki mendapati gelagat Hani yang terus menatap ponselnya.
Hani tersentak, langsung menggelengkan kepala.
"Nggak apa-apa," bohong Hani memaksakan senyumnya.
"Ganteng ya?" goda Zaki.
KAMU SEDANG MEMBACA
PLAY IT
Ficțiune adolescențiMari mainkan lagumu dan baca kisahmu. Hari ini aku akan mengiburmu Dengan sebuah cerita yang sangat ringan Tentang hati yang mencintai dia Tentang hati yang mengerti akan terluka Namun, tetap mempertahankannya. Bermain dengan hatiku da...
