Assalamualaikum teman-teman semua. Admin HFCREATIONS alhamdulillah bawa PLAY IT ^^
Siapa yang nggak sabar baca part selanjutnya?
Apa nih yang kalian kangenin dari PLAY IT?
PALING NUNGGU COUPLE ZAKHAN APA CUPLI ?
DAN.... SELAMAT MEMBACA PLAY IT ^^
****
Hani mendesah berat dengan tatapan yang fokus ke layar ponselnya, ia seolah sedang mempertimbangkan sesuatu yang sangat penting. Entah sudah berapa kali Hani menghela napas berat, seolah dia tidak menemukan sesuatu yang di inginkannya.
Hani menoleh ke samping, melihat Lili tengah sibuk menyalin tugas. Benar kan, kata Hani saat pertama kali menjadi Siswa baru. Awal doang catet tugas sok rapi, sok paling rajin, semua tugas di kerjain bahkan soal di paket yang bukan tugas sok-sokan di kerjain.
Dan, setelah tiga bulan menjadi anak baru, sirna sudah semua semangat itu. Seperti sahabatnya ini, Lili.
"Li, gue mau tanya," lirih Hani.
"Bentar Han, tinggal satu nomor terakhir," ucap Lili tanpa mengalihkan pandangannya.
"Bentar aja Li, gue butuh saran nih," mohon Hani.
"Sabar Han, ini udah mau selesai," ucap Lili tergesah.
Hani mendesis pelan, memilih menunggu saja dengan sabar. Tidak mungkin juga ia bertanya ke orang lain tentang sesuatu yang genting ini.
"SELESAI!!" seru Lili kencang, meregangkan otot-otot di tangannya, wajahnya yang serius beberapa saat lalu berubah sumringah.
Hani kembali menoleh ke Lili, geleng-geleng.
"Kenapa nggak di kerjain semalam? Kan, udah gue fotoin dan kirim jawabannya," heran Hani.
Lili akhirnya memandang Hani dengan senyum merekah, mencurigakan.
"Gue semalam jalan sama Kak Roy," jawab Lili dengan suara lirih.
Hani melototkan matanya, sedikit terkejut.
"Semalam? Lo nggak di marahi Mama lo?" tanya Hani, sangat tau bahwa orang tua Lili paling konsertvatif soal kepulangan Lili. Bahkan, Lili masih pacaran diam-diam dengan Roy.
Lili langsung menangkupkan kedua tangannya di hadapan Hani.
"Gue bohong ngerjain tugas di rumah lo," cengir Lili dengan tak berdosanya.
Kedua mata Hani semakin melebar, tak santai.
"Lo gila!" pekik Hani tak terima.
"Sori Han, habisnya gue bingung alasan apalagi. Kalau Osis kan nggak mungkin sampai malam," jelas Lili.
"Lo kalau mau bohong sama orang tua, nggak usah bawa-bawa nama suci gue!"
"Sekalia aja Han, sori banget."
"Nggak usah bagi-bagi dosa lo, nggak mau gue!" cibir Hani sedikit kesal.
"Sori Han, janji deh ini sekali dan terakhir kalinya," ucap Lili serius.
Hani menghela napasnya, berusaha sabar.
"Emang lo semalam kemana sama Kak Roy?"
"Cuma makan malam aja, kasihan Kak Roy tiap hari cuma anterin gue pulang doang, habis itu udah pisah gitu aja."
"Kan udah ketemu di sekolah Li, masih kurang?"
Lili mengangguk-angguk dengan tatapan berubah seperti orang ingin di kasihani.
KAMU SEDANG MEMBACA
PLAY IT
Genç KurguMari mainkan lagumu dan baca kisahmu. Hari ini aku akan mengiburmu Dengan sebuah cerita yang sangat ringan Tentang hati yang mencintai dia Tentang hati yang mengerti akan terluka Namun, tetap mempertahankannya. Bermain dengan hatiku da...
