***
Sebuah senyuman saja bisa menghasilkan harapan kecil. Jadi, kalau senyum biasa aja. Gak usah berseri-seri segala. Anak orang sakit hati, mau tanggung jawab? Ingat! Bumi berputar!
🌈
Semilir angin membelai lembut kulit seorang lelaki yang tengah terlelap dikursi taman. Sekarang waktunya istirahat, namun Fito lebih memilih untuk mengistirahatkan jiwa dan raganya yang lelah menghadapi kerasnya dunia.
Seorang lelaki menghampiri Fito, ia menikmati setiap hembusan angin yang membuat pepohonan dan dedaunan menari ditempatnya. Ia duduk ditanah dan bersandar di kursi taman, tempat Fito terlelap. Tak memperdulikan celananya yang kotor. Ia menutup matanya perlahan.
"Kenapa Fito yang gue kenal sekarang berubah?" Draka bergumam. Draka tau, jika saat ini Fito belum terlelap. Fito hanya menutup mata saja, menghindari realita yang terpampang nyata dihadapannya.
Draka membuka matanya dan menghirup dalam-dalam udara yang menghampirinya.
"Lo gak bisa terus-terusan lari dari masalah. Masalah itu dihadapi bukan dihindari. Masalah dibuat untuk menguatkan bukan melemahkan. Walaupun gue gak tau masalah lo apa. Gue harap lo bisa selesaikan masalah itu dengan baik." Draka berhenti berkata. Ia mendongak. Mencoba bertanya kepada semesta akan hal yang terjadi. Namun, semesta bungkam. Membiarkan manusia menghadapi masalahnya masing-masing. Membiarkan mereka mencari jalan keluarnya.
Draka hanya bisa berdo'a yang terbaik untuknya dan orang-orang terdekatnya.
"Gue pergi." Draka pamit. Ia beranjak dari duduknya dan menepuk bokongnya yang kotor akan tanah.
Setelah Draka menghilang bagai ditelan bumi, Fito mengerjapkan mata sambil bergumam, "Maaf, Ka. Gue butuh waktu sendiri."
🌈
Hiruk piruk suara kantin makin menjadi-jadi ketika seorang lelaki memasuki kawasan itu. Draka berlalu santai menuju meja teman seperjuangannya. Siapa lagi kalau bukan Arya dan Ryan.
Kano dan kawan-kawan hanya melirik sinis kepada Draka dan kawan-kawan.
Memang begitulah para penghuni SMA Nusa Bangsa. Murid-muridnya bisa dibilang alay dan kekanak-kanakkan. Melihat lelaki ganteng saja langsung berbisik girang. Dasar alay!
Tak jauh dari sana, Gera duduk di meja sedang menunggu Cika yang membeli makanan untuk mereka berdua. Ia hanya sibuk menscroll berada instagram. Tak memperdulikan bejibun chat WhatsApp yang menumpuk. Cewek cantik mah bebas.
Cika datang dengan tangan yang penuh dengan beragam makanan dan minuman. Tak sebanyak yang kalian pikirkan juga sih. Cuma ada batagor, bakso, siomay, dan dua pop ice cokelat. Dan hebatnya, Cika dapat membawa makanan itu. Gak juga sih, dibantuin sama doinya tadi. Siapa hayo?
Gak ah, dibantuin sama Radit yang sekelas dengannya. Dari yang Gera tahu, Radit suka sama Cika. Walaupun baru sehari, ia jelas-jelas tahu. Karena sangat jelas perlakuan Radit ke Cika itu spesial. Kalau sama yang lain, Radit biasa aja. Pokoknya gitu, deh!
"Bantuin gue, ih. Malah bengong lo." Cika kesal karna Gera yang bengong melihat handphonenya.
"Taroh aja sana. Lebay lo. Kan, udah ada Radit yang bantuin," ucap Gera yang cuek bebek dengan kehadiran Radit yang merasa terpanggil.
Radit dan Cika menaruh makanan dimeja itu. Cika duduk lalu mendongak. "Makasih ya dit. Lo baik banget." Cika tersenyum penuh arti.
Jujur saja, tanpa Radit, Cika bisa saja sudah panik dan bingung akan membawa makanan ini dengan apa. Untungnya ada Radit disampingnya. Cika jadi bersyukur dan bisa bernapas lega sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Grafi [End]
Teen Fiction[DILARANG KERAS BAGI YANG MAMPIR CUMA UNTUK COPAS!] Jika para reader yang liat cerita yang copas grafi, langsung lapor ya^^ Jangan lupa follow author ya^^ Rank : #1 Fito 5 Juli 2020 #2 Gera 5 Juli 2020 #4 Brokenhurt 7 Juli 2020 #1 Fito 20 September...
![Grafi [End]](https://img.wattpad.com/cover/186343673-64-k628536.jpg)