***
Jangan salahkan cinta, karena cinta gak pernah salah. Namun, salahkan diri sendiri, mengapa jatuh kepada orang yang salah?
🌈
+62 812-4566-xxxx
Blokir | Tambahkan
Hai kak! Ini gue, Rara. Masih inget gak?
10:30
Penasaran melingkari pikiran Fito sekarang. Nama itu selalu mengingatkan nya pada seseorang yang entah dimana keberadaannya. Tangan Fito enggan mengetik balasannya. Ia hanya menatap chat itu dan membacanya berulangkali. Ingin membalas tapi ada keraguan dalam hatinya. Memang, Fito jarang sekali membalas chat WhatsApp dari nomor yang tak dikenal, namun, entah kenapa nomor dan isi chat ini membuatnya goyah. Nomor tersebut tidak memiliki foto, membuatnya kembali enggan untuk membalas. Entahlah, mungkin saja, sekarang bukanlah waktu yang tepat.
🌈
Entah yang keberapa kalinya Cika mendengar helaan napas panjang dari Gera. Awalnya, Cika enggan untuk menanyakan kabar gadis itu, tetapi Cika juga muak terus-terusan mendengar temannya itu menghela napas.
"Ra, lo kenapa sih? Udah kesebelas kalinya lo ngehela napas dari tadi pagi. Muak gue nahan diri dari tadi buat gak nanyain," keluh Cika yang dibalas tatapan malas dari Gera.
"Gapapa." Gera menjawabnya spontan tanpa perlu berpikir panjang dari konsekuensi dari ucapannya itu.
"Gapapa teros!" seru Cika menatap Gera dengan kesal.
Gera lagi-lagi menghela napas nya. "Au ah, bodo amat!" Cika beranjak pergi dari kelas meninggalkan Gera dengan tatapan sendunya.
Gera menolehkan kepalanya ke jendela, menatap langit yang tengah cerah. Entahlah...
🌈
Suara gitar akustik terdengar indah dan memanjakan telinga yang mendengarnya. Riuhnya keramaian di restoran ini tak membuat Fito merasa terganggu. Disini, Fito tidaklah sendirian. Ia ditemani Draka, Ryan, dan Arya.
Di hari malam minggu ini, mereka bukannya pada pergi bareng gandengan, eh, malah cuma sama temen. Dasar para umat jomblo. Bahkan, Arya terpaksa membatalkan kencannya dengan Relyan, untuk menghargai teman-temannya yang pada jomblo semua. Ya, jelas saja Relyan ngambek walau ketika ditanya selalu dijawab gapapa. Tenang, Arya selalu punya cara untuk meluluhkan hati yang beku itu. Arya juga ikut bukan tanpa alasan, ini semua ia lakukan semata-mata karena Fito yang terlihat uring-uringan dalam minggu ini. Draka dan Ryan pun ikut prihatin atas keadaan Fito saat ini.
Mereka berempat terdiam mendengarkan gitar akustik yang sedang mengalun, meriuhkan suasana kafe yang sunyi, namun ramai akan khalayak. Sesekali mereka berempat menyedot minuman yang telah mereka pesan. Pandangan Fito tertuju kesembarang arah, seperti orang yang kehilangan arah. Pandangan Draka tertutup, menikmati alunan gitar yang indah. Pandangan Ryan pada cewek cantik yang tengah berada di meja sebelah. Pandangan Arya berada pada ponselnya, mencoba membujuk dan menghibur pacarnya itu.
"Gue bingung." Ryan mencoba membuka obrolan.
"Bingung kenapa?" Arya mengernyitkan dahi bingung. Fito dan Draka tampak menyimak dan menatap si empunya yang memulai obrolan.
"Engga jadi, ntar orangnya ngerasa kesindir lagi." Ryan berbicara santai tanpa rasa bersalah, dan itu membuat temannya yang mendengarkan berdecak kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Grafi [End]
Fiksi Remaja[DILARANG KERAS BAGI YANG MAMPIR CUMA UNTUK COPAS!] Jika para reader yang liat cerita yang copas grafi, langsung lapor ya^^ Jangan lupa follow author ya^^ Rank : #1 Fito 5 Juli 2020 #2 Gera 5 Juli 2020 #4 Brokenhurt 7 Juli 2020 #1 Fito 20 September...
![Grafi [End]](https://img.wattpad.com/cover/186343673-64-k628536.jpg)