Maaf jarang update, semoga suka bab ini✨
Happy reading:)
***
"Terima kasih, Semesta. Hadirnya mereka sangat berarti, bahkan mungkin melebihi ekspektasi."
🌈
"Jadi, kalian semua udah sepakat dengan rencana yang telah disusun tadi 'kan?" tanya Lukas sebagai ketua osis.
Semua yang ada dalam ruangan tersebut mengangguk setuju, kecuali sepasang manusia yang malah sama-sama mendengus kasar.
"Oke, kalau gitu kita akhiri rapat dengan bersyukur. Bersyukur, dimulai!" Komando Lukas.
Sontak, semua wajah menunduk dan mengucap syukur dan menghembuskan harapan-harapannya kepada Tuhan.
"Selesai." Lukas mengomando anggota-anggota nya.
Semua orang menegakkan wajah kembali ke sediakala. Mereka saling bersalaman untuk mengakhiri pertemuan tersebut. Bukan salaman formal, melainkan salaman kepalan tangan yang saling beradu.
Disaat Gera dan Fito harusnya bersalaman, tetapi mereka saling memalingkan wajah.
Melihat itu, secara tidak sengaja Cika dan Draka menggeleng serentak.
"Kekanak-kanakan banget," ucap Draka.
Tanpa sadar Cika menyaut ucapan Draka. "Tingkat kepekaan mereka udah gak bisa dibilang baik-baik aja. Parah banget."
Mendengar itu, Draka dan Cika sama-sama saling tatap. Mereka tak sadar jika mereka tengah berdiri berdampingan.
"Woi!" Arya mengejutkan kedua sejoli itu sambil menepuk pundak mereka, sekaligus menjadi orang ketiga alias setan diantara pasangan tersebut.
Draka menatap Arya dengan datar, sedikit kesal dengannya. Sedangkan Cika tengah menahan malu.
Arya tersenyum jahil. "Ciee.. yang kompak banget ngatain temen sendiri." Arya terbahak disela ucapan nya.
Draka dan Cika hanya bisa memalingkan wajah karena terlalu malu.
Sedetik kemudian, Arya berdecak. "Dasar para jomblo, sesama gak peka malah ngatain, kan tambah keliatan begonya. Hahahahahaha. Gak ngerti lagi dah." Arya mengusap ujung matanya yang berair karna tawa lepas hingga perutnya yang mulai kesakitan.
Semua anggota OSIS telah keluar ruangan kecuali mereka. Namun, tiba-tiba...
Bruk!!
Suara keras itu berasal dari pintu, sontak semua yang ada didalam mengalihkan perhatiannya pada pintu tersebut.
"Woi! Mentang-mentang udah pada punya gebetan, temen lo satu-satunya ini malah ditinggalin, bangsat lo pada!" teriak Ryan sambil memberikan jari tengahnya. Relyan yang datang bersama Ryan pun hanya bisa berdecak dan menatap datar seperti biasa.
"Makanya cari cewek gih, sono!" ledek Arya.
"Eh, lo—"
Ryan berhenti berucap karena mulutnya yang tersumpal oleh Relyan dengan bakpao yang ada dalam tas nya.
"Berisik," ucap Relyan.
Cika mengangkat jempolnya sambil terkekeh. "Mantap, Rel. Gue suka gaya lo."
Gera hanya bisa tersenyum meihat tingkah konyol teman-temannya. Ah, rasanya seperti mimpi liat pemandangan kayak gini batinnya.
Tanpa diketahui Gera, orang yang ada disampingnya ikut tersenyum. Mau sebenci apapun lo atau marahnya gue pun, gak bisa menghapus perasaan asing ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Grafi [End]
Fiksi Remaja[DILARANG KERAS BAGI YANG MAMPIR CUMA UNTUK COPAS!] Jika para reader yang liat cerita yang copas grafi, langsung lapor ya^^ Jangan lupa follow author ya^^ Rank : #1 Fito 5 Juli 2020 #2 Gera 5 Juli 2020 #4 Brokenhurt 7 Juli 2020 #1 Fito 20 September...
![Grafi [End]](https://img.wattpad.com/cover/186343673-64-k628536.jpg)