Happy Reading🌻
***
Kata orang, cara manjur agar dapat mudah move on, yaitu dengan mencari pengganti nya. Tapi, apakah dikala nanti hal itu takkan terulang lagi?
🌈
"Gue gak suka basa-basi busuk lo, Kak Luthfi."
"Wajarlah. Kan lo sukanya sama Fito."
"Ck, gak lucu."
"Bohongin terus tuh hati, ntar nyesel gue tinggal ketawa-in aja."
"Up to me. Lo gak berhak ngatur-ngatur gue, oke?"
"Oke. Penyesalan emang datangnya selalu di akhir," ucap Luthfi sembari tersenyum.
"Berisik."
Gera akhirnya memutuskan untuk mengalihkan perhatian sepenuhnya pada novel yang ia pegang sejak tadi. Tak peduli, Luthfi yang terus-terusan menatapnya.
Awalnya keadaan diantara mereka ialah sunyi, namun Luthfi terus-terusan memanggil Gera.
"Ra!"
Gera tak mengindahkan panggilan tersebut.
"Ra!"
Masih diam.
"Rara!"
Gera sontak mendongak, menatap Luthfi sambil melotot. "Jangan sok akrab sama gue, apalagi sok-sok an manggil gue Rara."
Luthfi tersenyum, seolah perkataan Gera hanya angin lalu yang tak perlu di perhatikan. "Lo cantik, ya, ternyata."
"Gak peduli," desis Gera.
"Gue gak bercanda." Luthfi menatapnya serius.
"Terus? Maksud lo bilang gue cantik apa?" ketus Gera yang berdecak pelan.
"Lo mau gak jadi pacar gue?"
"Lah, bukannya lo terus-terusan bilang kalau gue suka sama Kak Fito? Kenapa malah lo nembak gue?" tanya Gera heran.
"Intinya lo mau apa enggak?" tanya Luthfi dengan serius.
"..." Entah mengapa, mulut Gera tak bisa digerakkan. Terkunci rapat, berbeda dengan batinnya yang berteriak untuk menolak ajakan tersebut. Ia hanya bisa menundukkan kepalanya, berusaha untuk fokus membaca novel yang ia pegang. Tak peduli dengan orang yang tengah menatapnya dengan serius.
Luthfi mendengus kasar. "Gue cuma minta waktu seminggu buat lo mikirin jawabannya. Gue gak mau lo TERPAKSA bersama gue." Luthfi beranjak dari duduknya, lalu pergi meninggalkan Gera yang menatap kepergiannya.
Setelah Luthfi hilang dari pandangan Gera, ia mencoba untuk biasa saja dan membaca novel yang ia pegang sedari tadi. Tapi, sayangnya ucapan Luthfi tadi benar-benar mengganggu aktivitas kinerja otaknya. Seperti kaset rusak kalimat Luthfi yang memintanya untuk jadi pasangan, terus terngiang meski sudah tak mau lagi membaca novel itu.
Sial!
🌈
Cika menatap Gera dengan kesal. Tentu saja, sebelumnya Gera telah berjanji akan selalu ikut pada olimpiade fisika yang ia digemarinya. Namun, pengumuman dari Pak Nezri tadi membuat Cika kecewa sekaligus kesal.
"Lo lupa janji lo, ya, Ra?" ketus Cika.
Gera mengernyitkan dahi, bingung. "Janji apa?"
"Ck, gue kecewa sama lo!" desis Cika.
KAMU SEDANG MEMBACA
Grafi [End]
Teen Fiction[DILARANG KERAS BAGI YANG MAMPIR CUMA UNTUK COPAS!] Jika para reader yang liat cerita yang copas grafi, langsung lapor ya^^ Jangan lupa follow author ya^^ Rank : #1 Fito 5 Juli 2020 #2 Gera 5 Juli 2020 #4 Brokenhurt 7 Juli 2020 #1 Fito 20 September...
![Grafi [End]](https://img.wattpad.com/cover/186343673-64-k628536.jpg)