Chapter 4 : BDY - One million Girl

450K 14.7K 1.3K
                                        

Play List : Speechless - Naomi Scott

Part ini puanjang sekali +2.700 kata. Semoga kalian gak bosan.

Happy reading (+21)

*****

Leanore duduk di tepi kasur dengan terus memandangi seluruh ruangan kamar hotel yang sangat mewah dan bernuansa serba putih. Athes membawa Leanore ke salah satu hotel termewah di Roma dan Italy.

Setelah puas memandangi seluruh ruangan, Leanore menundukan wajahnya dengan memainkan jemarinya.

Sungguh. Leanore sangat gugup karena sebentar lagi dirinya harus menyerahkan diri dan melayani seorang pria asing.

Leanore menggigit bibirnya dengan gugup dan jantung yang tidak berhenti berdebar kencang. Ia sedang menunggu si pria teman tidurnya yang sedang berada di kamar mandi.

Pintu kamar mandi terbuka.

Athes keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bathrobe dan sebuah handuk kecil yang di gunakan untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Rupanya pria itu baru saja mandi.

Leanore menelan salivanya. selain tampan dan gagah, pria itu juga sangat seksi. Bentuk wajahnya sangat tegas dengan rahang yang kokoh, hidung mancung dan mata yang tajam. Garis wajahnya begitu sempurna...

Oh ya Tuhan,

Leanore mengalihkan pandangannya dari Athes, dan segera merutuki dirinya yang hampir terpesona oleh pria bajingan yang sebentar lagi merenggut masa depannya.

Leanore menarik napas berat,

Maafkan aku Mark....

Gumamnya dalam hati dengan manahan tangis.

Leanore kembali menarik napasnya dan membuangnya secara perlahan. Ia kembali memperhatikan Athes yang kini sedang duduk di sofa. Pria itu membuka sebuah botol sampanye dan menuangkannya ke dalam gelas.

Sementara tangan Leanore terus berusaha menarik dress yang super mininya untuk menutupi area pribadinya yang terpampang tampa penutup. Leanore mengambil sebuah bantal dan menaruhnya di atas paha.

Kenapa tidak ia lakukan dari tadi?! Rutuknya dalam hati.

"Kau tidak ke kamar mandi?" tanya Athes kemudian, 

Leanore mengernyit tidak mengerti,

"Mandilah." perintahnya.

Leanore masih tidak bereaksi. Karena ia memang tidak sedang ingin mandi, apalagi malam-malam begini.

"Aku tidak ingin bercinta dengan bau keringat."

Reflek, Leanore mengendus badannya. Tidak bau. Tidak bau keringat. Dan tidak ada keringat. Kenapa dirinya harus mengendus seperti anjing pelacak.

Ini semua gara-gara si devil itu.

Leanore segera menatap sebal pada Athes yang kini sedang terkekeh geli.

"Mandilah. Dan jangan lupa bersihkan sisa orgasme-mu yang tadi."

Athes mengedipkan matanya dengan seringai jelek di bibirnya. Leanore membulatkan matanya. Dan tanpa kata, ia segera berjalan ke kamar mandi meninggalkan Athes yang kini sedang menertawakan ke konyolannya.

*****

Setelah selesai mandi, kini Leanore sedang berdiri di hadapan Athes atas perintah pria itu. Ia hanya mengenakan bathrobe tanpa dalaman sama sekali.

Devil Beside You (DE LUCA SERIES KE 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang