Assalamualaikum para readers author, author gak akan banyak cincong kali ini cukup author akan bilang jangan lupa vote coment nya ya ...
* * *
'Aku tak pernah melarangmu jadi jangan larang aku juga.'
* * *
Asa membuka kedua matanya dengan perlahan ketika merasakan usapan lembut dikepalanya, terlihat Aby yang tengah menatapnya dengan raut wajah bersalahnya. Asa mendudukan dirinya lalu menatap laki-laki itu.
"Eh, Aby kamu udah pulang?." Tanyanya sekedar basa-basi karena nyatanya laki-laki itu telah ada didepannya mana mungkinkan kalau ia belum pulang.
"Udah baru aja, ya ampun sayang maaf ya aku lupa jemput kamu, tadi ada urusan mendadak." Asa berusaha tersenyum.
"Gak apa-apa kok." Aby kembali mengusap rambut Asa.
"Kamu tadi pulangnya sama siapa?, maaf banget ya aku bener-bener lupa jemput kamu." Asa tersenyum kecut mendengar kembali ucapan permintaan maaf Aby.
"Diantar Rizky." Singkatnya, Aby yang tengah mengusap kepala Asa menghentikan kegiatannya lalu memandang Asa tak suka.
"Kok dia yang nganterin kamu?." Kentara sekali Aby nampak tak suka terlihat dari nada dan raut wajahnya membuat Asa lagi-lagi tersenyum kecut.
"Tadi gak sengaja ketemu terus dia ngajakin pulang bareng."
"Kamu kan bisa nolak ajakannya."
"Terus masih nungguin kamu yang berjam-jam gak dateng-dateng?." Sindir Asa membuat Aby terdiam.
"Aku kan udah minta maaf."
"Udahlah gak usah diperbesar masalahnya, masalah kecil ini." Asa hendak beranjak namun segera ditahan oleh laki-laki itu.
"Tapi aku gak suka kamu deket-deket sama dia." Aby menyuarakan ketidaksukaannya.
"Aku deket sama siapapun kamu gak ada hak buat ngelarang aku." Asa memandang Aby tajam.
"Aku punya hak buat ngelarang kamu karena aku suami kamu."
Asa berdecih. "Cih, suami mana yang tega ngebiarin istrinya nunggu berjam-jam tanpa ada kabar apapun." Akhirnya kesabaran Asa telah habis, ia tidak suka Aby melarang-larangnya dekat dengan siapapun sedangkan dirinya pun tak pernah melarang Aby tapi laki-laki itu melarangnya dengan seenaknya sendiri dan mengatasnamakan status mereka itu membuat Asa muak. Aby terdiam mendengar sindiran Asa yang memang benar adanya.
"Untung tadi ada Rizky yang mau nganterin pulang coba kalau gak ada dia, mungkin sampai saat ini aku belum ada dirumah, seharusnya kamu berterimakasih sama dia bukannya malah ngelarang-ngelarang aku dekat sama dia dengan alasan ketidaksukaanmu itu." Asa beranjak menuju kamar mandi meninggalkan Aby yang masih diam terpaku mendengar ucapannya, biarkanlah saja laki-laki itu sibuk dengan pikirannya Asa tak mau tau. Ia sudah terlanjur kesal dengan Aby.
Asa keluar dari kamar mandi dan masih mendapati Aby duduk ditepi ranjang dengan pandangan lurus kedepan, ia menghampirinya.
"Lebih baik kamu mandi terus makan, maaf gak bisa nemenin, aku mau tidur capek." Tanpa menunggu jawaban laki-laki itu, Asa merebahkan dirinya dan membungkus tubuhnya dengan selimut ia membalikkan tubuhnya memunggungi Aby.
Aby memandangi punggung Asa dengan rasa bersalahnya, ia menghela nafas lalu berjalan memasuki kamar mandi, tubuh dan pikirannya sangat lelah hari ini ditambah dengan sikap Asa yang terjadi karena ulahnya sendiri membuat kepalanya seketika pusing, ia butuh menyegarkan diri saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Imamku Berondong
SpiritualSalsabilla Anandya Putri terpaksa harus menikah dengan Abyanata Darmawan, seorang adik tingkat ditempatnya kuliah yang tiba-tiba saja mengejarnya. Ketika laki-laki itu tiba-tiba saja melamarnya didepan keluarganya, akhirnya dengan bujuk rayu dan kar...
