Bab 40 | Calon Ayah

19.7K 674 5
                                        

Assalamualaikum semua, good pagi. Sudah siap beraktivitas atau masih pada malas-malasan?. Gak banyak kata untuk author ucapkan hanya VOTE COMENT NYA YA... he..he..he..

*  *  *

'Baik-baik disana ya nak, Ayah dan Bunda sayang kamu.'

*  *  *


Aby mendengus sebal karena sedari tadi perempuan cantik berpenampilan modis yang adalah mantan pacarnya ini selalu mengikuti dirinya kemanapun ia pergi, siapa lagi kalau bukan Meysa. Tak ada lelahnya perempuan itu mengejarnya untuk meminta maaf dan ingin kembali kepadanya walau sudah mengetahui dengan jelas bahwa Aby telah memiliki seorang istri, Aby sudah berkali-kali menegaskan bahwa ia telah memaafkan Meysa tapi tidak untuk kembali menjalin kasih karena ia telah memiliki Asa namun perkataannya hanya dianggap angin lalu oleh perempuan itu nyatanya sampai saat ini Meysa sering mengganggunya membuat dirinya geram dengan kelakuan perempuan itu, kalau Meysa bukan perempuan mungkin Aby akan main tangan saking kesalnya ia.

"Lo gak ada bosen-bosennya apa gangguin hidup gue?." Meysa menabrak punggung Aby ketika laki-laki itu menghentikan langkahnya secara tiba-tiba.

"Sebelum kamu nerima aku kembali, aku gak akan pernah berhenti ngikutin kamu." Aby mengusap wajahnya dengan kesal memdengar perkataan Meysa yang sama.

"Gue udah bilang gue udah punya istri sekarang dan gue bahagia dengan hidup gue saat ini jangan pernah lo ngusik ketenangan hidup gue lagi." Aby berucap datar dan langsung meninggalkan Meysa yang sedang menyeringai memandang punggung Aby yang perlahan menghilang.

"Kita lihat saja nanti." Ia mengambil ponselnya, mengetik nomor ponsel lalu menghubunginya.

"Halo Kak."

"..."

"Gue ikutin rencana lo selanjutnya."

"..." dan sambungan telefon pun terputus.

*  *  *

Asa membuka kedua matanya dengan perlahan, bau obat-obatan hinggap di indera penciumannya. Yang pertama kali ia lihat adalah ruangan bercat warna putih, ia menatap tangannya yang tertancap infus. Matanya menyusuri seluruh ruangan ini hingga ia terpaku menatap ketiga sahabatnya yang tertidur di sofa sudut ruangan dengan posisi duduk, ia tersenyum melihatnya, sahabatnya begitu peduli kepadanya. Iza terbangun dari tidurnya, ia segera menghampiri Asa kala menyadari Asa telah tersadar.

"Alhamdulillah lo udah sadar." Asa hanya mengangguk seraya tersenyum kecil, tenggorokannya terasa kering ia butuh air minum.

"Haus." Pintanya, Iza yang mengertipun mengambil segelas air putih yang berada dinakas samping brankar lalu menyodorkannya kearah Asa.

"G-gue sakit apa?." Iza tersenyum mendengar pertanyaan Asa.

"Lo hamil."

"G-gue kenapa?." Mendadak ia tak dapat mendengar apa yang Iza ucapkan barusan.

"Lo lagi hamil Asa, didalam rahim lo ada calon anak lo dan Aby." Asa memandang perutnya yang masih rata, ia mengelusnya dengan penuh kasih sayang. Ia memejamkan matanya lalu setitik air mata jatuh dikedua pipinya membuat Iza panik bukan main melihat Asa menangis.

"Asa kok lo nangis, ada yang sakit?." Asa hanya menggeleng.

"Terus lo kenapa, lo butuh sesuatu?." Lagi, Asa menggeleng membuat Iza menghela nafasnya.

Imamku BerondongCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang