13. Pembullyan di sekolah

3.9K 328 20
                                    

"Teman itu saling melengkapi bagian yang kurang bukan? Tapi bukan untuk memanfaatkan!" -Nina

< HAPPY READING >

BUDAYAKAN VOTE!

•••

"Duh, gak tahan banget udah kebelet nih gue ke toilet dulu ya." Kata Kanaya kepada Tasya saat pelajaran berlangsung.

"Mau dianterin?" tanya Tasya yang masih fokus mencatat materi di papan.

"Nggak usah Sya, gue sendiri aja," jawab Kanaya yang sudah tidak tahan lagi.

"Serius?" tanya Tasya lagi sambil menatap Kanaya tempat di sampingnya.

"Serius, yaudah gue ke toilet dulu" jawabnya lalu meminta ijin kepada guru yang mengajar di kelas setalah itu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi perempuan.

Saat Kanaya akan berbelok untuk menuju toilet, Kanaya melihat Jessie yang terus menatapnya lalu tersenyum kearah Kanaya yang tak lain ialah senyuman yang sulit diartikan. Kanaya yang melihat Jessie tersenyum seperti mengatakan 'liat aja nanti' hanya bisa cuek dan melanjutkan perjalanannya karena ia sudah tidak tahan lagi.

Sedangkan Jessie berjalan santai menuju kelas dengan senyum liciknya.

"Guys, tadi gue liat si Naya kayaknya dia lagi di toilet deh sekarang, ini kesempatan kita buat bully dia" ungkap Jessie memberitahukan kepada Viona, Bulan dan Risa.

"Bagus mumpung dia ada di toilet, yuk tunggu apa lagi keburu dia ke kelas nanti" sahut Risa yang nampaknya sudah geram dengan Kanaya, tangannya sudah gatal sekali ingin membully Kanaya.

"Lo? jaga di depan toilet, kalo ada orang kasi tau kita!!" ucap Viona menatap tajam Nina.

"I-Iya" balas Nina patuh kepada Viona, ia tau jika membantah ucapan Viona Cs, mereka tidak segan-segan akan membully-nya juga, bahkan nantinya lebih parah dari yang lain.

Ya begitulah sudah nasibnya seperti ini.

"Kalian udah siapin bahan-bahannya kan?" tanya Bulan tidak sabar membully Kanaya.

Membully seseorang adalah makanan mereka setiap hari, tidak puas rasanya jika satu hari tidak menjadi murid yang nakal. Aneh bukan?

"Udah dong!" seru Risa dan Jessie.
Kebetulan kelas mereka saat ini jam kosong dan hanya di berikan tugas saja, tapi mereka selalu bodo amat tentang hal itu, kadang-kadang juga tidak membuat tugas sama sekali. Begini jadinya jika hidup terlalu santai tanpa mau tau efek sampingnya bagaimana.

Langsung saja Viona Cs melangkahkan kakinya menuju toilet perempuan untuk membully targetnya yaitu Kanaya.

•••

Kanaya sudah selesai buang air kecil, ia lalu mencuci tangannya di wastapel yang berada di depan toilet, saat merapikan bajunya tiba-tiba saja Kanaya melihat Viona dengan dayangnya berjalan kearahnya.

"Hai babu, aduh lama nih kita nggak main sama lo" ucap Viona sambil memainkan rambut Kanaya.

"Jangan sekali-kali sentuh gue dengan tangan lo yang penuh kuman itu!"
Kanaya menepis kasar tangan Viona.

"Heh, dasar perempuan nggak tau diri lo ya!" Bentak Viona.

"Ya ampun Vi. Cepet lah gak usah basa-basi langsung aja sikat tuh jalang" ucap Bulan yang sedikit kesal dengan Viona, terlalu lama untuk berbasa-basi.

"Oke, Jess lo ambil air di kamar mandi trus siram nih jalang yang gak tau diri." Perintah Viona kepada Jessie

"Siap boss!" balas Jessie langsung pergi mengambil air di dalam kamar mandi.

REYHAN & KANAYA (Sudah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang