< HAPPY READING >
BUDAYAKAN VOTE!
•••
Kabar mengenai hubungan antara Reyhan dan Kanaya saat ini menjadi topik pembicaraan siswa maupun siswi di sekolah SMA Tunas Bangsa.
Sebagian ada yang salut dengan Kanaya karena pada akhirnya bisa mendapatkan Reyhan walaupun banyak halangan dari Viona dan ada sebagian yang iri dengan Kanaya, termasuk Viona yang sedari tadi kesal sendiri.
"Kenapa harus dia?!"
"Viona?!" tegur Bu Ranti yang melihat Viona sedari tadi tidak bisa diam di bangkunya, seperti cacing kepanasan saja.
"Iya Bu!" Balas Viona dengan wajah yang tidak bersalah, gadis itu menjadikan situasi seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"Keluar!!" Wanita berkepala tiga itu berseru.
"Emang salah saya apa Bu?"
"Salah kamu adalah masih diem di kelas ini, saya suruh keluar ya keluar!" Perintah Bu Ranti yang siap melempari Viona spidol jika ia masih diam di kelas.
"Yaudah saya keluar Bu.."
Di kelas kebanyakan murid risih melihat Viona seperti itu, bagiamana tidak risih? Berbicara sendiri, tidak memperhatikan guru berbicara di depan, padahal sudah di tegur berkali-kali.
Viona bukanlah termasuk gadis yang bad, bukan! Ia hanya terlihat seperti itu karena apa yang ia dapatkan tidak tercapai, dari situlah hati nuraninya pupus yang berubah menjadi gadis yang menjengkelkan.
Sebenarnya Viona baik, tetapi karena tidak tercapainya dengan kemauan. Apalagi bersaing dengan orang lain, seketika ia menjadi benci dengan orang itu, contohnya pada saat ini ia tidak bisa mendapatkan Reyhan tetapi malah Kanaya yang berhasil, dari situlah ia membenci Kanaya.
Ingat, Viona juga pernah membantu orang luar di jalan raya terutama pada seorang nenek maupun seorang kakek yang akan menyebrang, dengan tulus ia membantunya sampai mereka selamat pada tujuan.
Dan tentunya banyak orang tua yang telah di bantu oleh Viona, orang-orang itu selalu mendoakan yang terbaik untuknya terutama ia sehat selalu saja sudah bersyukur.
"Maksud lo apa hah?!"
"Gue mohon lepasin gue!"
Samar-samar Viona mendengar suara gadis yang sepertinya dalam keadaan tidak baik, suara itu sangat familiar pada saat ia dengar, semakin dekat semakin jelas apa yang di katakan gadis itu, ternyata suara itu dari arah toilet perempuan.
"Nggak akan!!" sahutnya yang kini adalah suara laki-laki.
Viona tau sekarang siapa yang berada di dalam toilet tersebut. Dengan cepat ia memasuki toilet perempuan dan ternyata kosong! dimana suara-suara tadi?
"Lo gila Alvin!" Suara gadis itu lagi-lagi di dengar oleh Viona.
Tunggu-tunggu, suara tersebut ada di dalam bilik toilet. Hah, Serius?! Kenapa orang itu sangat nekad, kalian tau siapa pelakunya? Dia adalah Alvin dan gadis di dalamnya adalah Kanaya.
"Alvin-Alvin, lo kayak gak tau pawangnya aja," gumam Viona sambil terkekeh pelan.
"Syukur-syukur udah Alvin yang ngajak kesini, tapi kalo gue? Lebih sadis daripada ini! Kanaya yang malang terima aja nasib lo di dalem sana." Ucap Viona sambil menatap senang pintu kamar mandi itu, dimana Kanaya tak henti-hentinya meminta tolong kepada Alvin untuk tidak bermacam-macam kepadanya

KAMU SEDANG MEMBACA
REYHAN & KANAYA (Sudah Terbit)
Genç KurguReyhan Mahardika, siswa most wanted di sekolah SMA Tunas Bangsa, parasnya yang tampan berhasil melelehkan hati semua perempuan di sekolah itu. Terutama Kanaya Vinaria, gadis cantik nan manis. Bagi Kanaya, Reyhan adalah cowok soft yang ingin dia mi...