10th Day Off! [Kim Yohan] (2)

1.5K 238 10
                                        

Yohan menggelengkan kepalanya lalu tersenyum miring, ia tertawa kecil, membuat pencuri yang masih memegang dompet Hyerin itu berpikir kalau Yohan adalah pemuda sinting.

Yohan melepas jaketnya lalu meregangkan otot-otot tubuhnya.

"mau maju sendiri-sendiri atau keroyokan?" tanya Yohan. "Kenapa? Lu takut ya?" si pencuri itu rupanya cukup berani jawab kayak gitu setelah mukanya ditendang sama Yohan dan membuat hidungnya tidak berhenti berdenyut.

"oh.., kayaknya salah ya nanyanya.." Yohan bergumam pelan. "Mau tumbang satu-satu atau barengan?" Yohan meralat pertanyaannya.

♛======================♛

"eh? Apa kak?" aku mendengarnya, aku mendengarnya dengan begitu jelas, aku cuma ingin orang ini mengulang perkataannya sebelum aku menghajar mukanya yang sekarang sedang tersenyum menjijikkan. "Temenmu itu kayaknya udah nemu temen lain, mending sama saya aja, kita main sama-sama." pemuda itu kembali tersenyum mesum.

"ayok, mau kemana?" aku tersenyum. Dengan jelas dapat terlihat kalau pemuda itu terkejut kalau aku tidak melakukan perlawanan padanya.

Iya, kan, belom.

Setelah aku memegang tangannya yang ada di bahuku, aku langsung memelintirkan tangannya lalu menendang bagian belakang lututnya. Ia pun jatuh seketika.

"tapi kalau sekarang, aku mau pulang, mainnya sama polisi aja ya?" ucapku. Langsung menjatuhkan orang itu dan menguncinya. Sebenernya perawakan orang ini gak begitu gede kayak Hangyul, atau tinggi kayak Sunho.

Seukuran sama Yunseong lah, jadi aku bisa menahannya walau cuma sebentar. Aku menginjak punggung orang ini lalu langsung menelepon polisi.

"lepasin, keparat." hujat orang itu. "situ yang keparat." ulangku, udah lama banget ga ngomong kasar.

Aku mengeluarkan stun gun, alat kejut listrik yang selalu ada dalam tasku berkat Una.

"kalo anda berontak lagi, saya bikin anda lumpuh nih." ancamku. Pemuda itu akhirnya diam di tempat setelah mendengar ancaman itu, tinggal menunggu polisi datang.

Tapi Yohan?

♛======================♛

4 dari 8 orang itu sudah tumbang sambil mengerang kesakitan, mereka mencoba untuk menghajar Yohan satu persatu, dan akhirnya menerima jawaban kalau itu adalah sebuah kesalatan yang fatal.

Yohan meregangkan otot lehernya kembali, prioritas dia hanyalah untuk mengambil dompet itu tanpa cedera dan kembali ke tempat Hyerin berada.

Bagaimana dengan Hyerin? Begitu tahu Yohan hilang, pasti kan Hyerin tidak akan tinggal diam.

Yohan baru saja akan menelepon Hyerin, namun ia baru sadar kalau ia tidak punya nomor HP Hyerin. Dengan cueknya Yohan membuka grup chat produce.

"mau kabur?" tanya Yohan. "Enak aja lu songong amat jadi orang!" ucap salah satu dari mereka. Yohan mengendikkan bahu lalu mulai mengetik.

PRODUCE X 101 (61)

Today

[shared location]

My X Mentor || Produce X 101 ImagineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang