"Oh, kalian, bukan di rap ya?" ucapku begitu melihat Jaehoon dan Sungyeon yang berada di tim 'Tell me, Yes or No'. Mereka berdua tertawa kosong lalu mengangguk, "benar." jawab mereka, sepertinya mereka sangat tertekan karena memasuki posisi selain vokal. "Apa kalian pernah membuat lirik rap?" tanyaku lagi. Jahoon dan Sungyeon dengan kompak langsung menggeleng, "sebenarnya posisi rap adalah posisi yang paling ingin aku hindari." jawab Sungyeon. "Ah, engga apa-apa, kami disini akan membantu kalian." ucap Seungyeon.
Aku terdiam sesaat, nama mereka nyaris sama pengucapannya, 'Sungyeon', dan 'Seungyeon'.
"Aku benar-benar merasa senang begitu melihat mereka, mereka tampak begitu bercahaya karena percaya diri." ucap Jaehoon, menatap Dohyon dan Seungyeon dengan mata berbinar. Tentu, aku mengerti, pertama kali Dohyon menginjakkan kakinya disini, para trainer terkesima dengan skill rapnya yang luar biasa, dan label 'si genius musik' sudah melekat pada lelaki berumur 16 tahun itu.
Tidak jauh itu, ada Jo Seungyeon, yang pernah tampil di 'Show Me The Money', juga si 'all-rounder' yang dapat menaklukan rintangan apapun.
High Note? Dia main vocal tim EXO - Love Shot.
Dance? Dia berhasil memukau para produser nasional bahkan trainer.
Rap? He's born for it.
"Tenang saja, kami akan membantu kalian, aku ingin menciptakan pertunjukkan sempurna." Bocah genius music itu tersenyum ambisius. "Wah wah," Aku tersenyum sendiri melihat keinginan teguh Dohyon.
Di waktu mereka harus menentukan center, Dohyon dan Seungyeon mengangkat tangan mereka, seketika mencalonkan diri. "Hm, sangat terduga ya," ucapku melihat mereka.
"Mau ngapain?"
"Tanding rap?"
"Ayok."
Mereka berdua langsung menulis lirik, dan hanya diberi waktu 10 menit. Selesai menulis lirik rap, mereka melakukan battle dengan mulus. "Astaga," Aku, Sungyeon, dan Jaehoon hanya menatap mereka sambil ternganga, bagaimana caranya mereka menulis lirik selama 10 menit lalu melakukan rap seperti sudah siap tampil?
Setelah berdiskusi lama, akhirnya Sungyeon dan Jaehoon sudah menentukan centernya. Center yang mereka pilih adalan Nam Dohyon. Si giant baby itu seketika melompata-lompat sambil berteriak riang. "Kamu juga all-rounder?" tanya Seungyeon tiba-tiba. Dohyon dengan wajah bingung sontak menggeleng "Engga, kenapa emang?" tanya Dohyon. "kau bisa me-hit high note dengan begitu saja," Seungyeon sedang bercanda, ia menggoda Dohyon tentang teriakan high note cemprengnya tadi. Dohyon tertawa kesal, "ah jangan gitu dong,"
"Seungyeon-ah harusnya liat Dohyon pas ghost prank sebelum eliminasi pertama, ia melakukan high note yang lebih tinggi dari itu." godaku lagi. "Wah beneran?" Seungyeon, Sungyeon, dan Jaehoon tertawa.
"Aku serius, hentikan." Dohyon memanyunkan bibirnya kesal.
"Hangyul, kamu.." aku menatap Hangyul yang duduk bersama Wonjin, Changwuk, Dongyun, Sihun, Hyungjun, dan Minhee. "..keliatan berbeda?" tanya Hangyul. Aku hanya tersenyum tipis, "Engga kok, kamu keliatan kayak kakak mereka yang paling besar." ucapku. Hangyul tertawa, "kelakuan aku terlalu bobrok buat jadi kakak 6 orang lainnya." jawab Hangyul.
"Jadi siapa yang jadi center?" tanyaku. Keenam traineenya, termasuk Hangyul sendiri, menunjuk Hangyul. "Owaah~ Chukkae Hangyul~" Aku bertepuk tangan. "Oh, leadernya Sihun?" tanyaku. "Iya, kan dia udah pede tadi." Minhee menabok punggung Sihun penuh dengan kepercayaan, yang Minhee maksud itu saat interview tadi, Sihun bilang ia percaya diri dengan kemampuan dancenya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My X Mentor || Produce X 101 Imagine
Fiksi Penggemar[END] Pulang kuliah, kamu ngerasa capek banget dan memutuskan untuk cepet-cepet istirahat di rumah. Untungnya, hari ini adalah hari pertama acara yang kamu tunggu-tunggu ditayangin, Produce X 101! Kamu udah duduk manis di depan meja belajar di kamar...
