Tigapuluh Dua

2.7K 182 50
                                        

Sehun melihat lokasi yg dikirim oleh Roman,tangan kanannya.

Apartment pondok Indah?
Ya apartment nya Maura, sepupu Lalisa.Bodoh,Kenapa dia tidak kepikiran dari awal.

Dia mengenal Maura, karena memang dari kecil Lalisa selalu bersama nya. Siapapun dan apapun yang menyangkut gadis itu dia mengetahui semuanya.

"Lebih cepet jalannya! Lelet banget lo kayak keong " bentak Sehun pada bawahannya yang mengemudikan mobil.

"Iya Bos"

Mobil mewah itu berhenti di parkiran bawah tanah/ basement apartment pondok Indah.
Sehun bergegas turun dari mobil diikuti bodyguard - bodyguard nya.
Mereka memasuki lift menuju lantai 5 tempat Lalisa berada.
Dia akan membawa Lalisa pulang gimana pun caranya,walaupun nanti Lalisa tak mau sekalipun ia akan membawa Lalisa paksa.

Sehun sudah di depan pintu apartment Maura, dia memasukan kata sandinya.jangan tanyakan bagaimana Sehun mengetahui kata sandi apartment Maura, bagi Sehun apapun bisa dia lakukan dengan uang dan kekuasaannya.

Sedangkan didalam apartement Maura dan Lalisa sedang bercanda di dalam kamar.

"Haha.. Aduh perut aku sakit ketawa mulu tauk"ucap Lalisa seraya memeganggi perutnya yang geli karena terlalu banyak tertawa bersama Maura ketika mereka menggenang masa kecil mereka dulu.

"Iya nih perut gue juga, gue mau kedapur bentar ya mau ambil minum"ucap Maura beranjak meninggalkan Lalisa.

Maura yang akan melangkahkan kaki ke dapur berhenti, ia menggernyit ketika mendengar bunyi seseorang memasukan sandi masuk ke apartementnya.

Siapa yang mencoba memasuki apartmentnya?yang mengetahui kata sandi apartmentnya hanya dia,Lalisa dan pacarnya. Dan pacarnya pun sedang di luar kota, tidak mungkin pacarnya kan? Jangan- jangan maling? Batinnya menerka- nerka.
Dia menenggok was - was, ketika pintu terbuka menampilkan wajah si penyusup apartment nya, dia terkejut membeku melihat wajah si penyusup itu,apalagi wajahnya yang terlihat memerah marah.

"Lo..? "Ucap Maura terbata

Sehun tersenyum miring

"Hai sepupu ipar"sapa Sehun,tanpa di suruh reflek Maura mundur.

"Lo? Gimana bisa lo disini?gimana bisa juga lo tau kata sandi apartment gue? "Tanya Maura heran. Pasalnya hanya orang tertentu yang mengetahui kata sandi apartment nya.

Sehun tertawa.

"Kenal gue dari kecil lo belum tau juga gue kek apa, apapun bisa gue lakuin. Tau kata sandi apartment lo hal gampang buat gue"ucap Sehun santai.

"Lo.. Lo mau ngapain kesini? Seenak jidat lo ya masuk apartment gue! "

"Gue kesini cuma mau bawa Lalisa pulang, gak ada urusan sama lo"jawab Sehun to the point.

Maura semakin gugup, jangan keluar dari kamar Lis please, batinnya.

"Lisa? Lo nyari Lisa ngapain kesini? Lisa ngga ada disini"jawabnya sok berani supaya Sehun tidak curiga.

"Ngga usah bohong lo! Gue udah tau kalau tunanggan gue disini, jadi lo minggir gak usah halanggin gue! "Ucap Sehun suaranya naik satu oktaf.

"Lo ya dibilanggin Lisa ngga ada dis... "Elaknya sebelum sebuah suara memotong ucapannya membuatnya terdiam.

"Ra lo lama banget sih ngapa.."ucapan Lalisa terpotong ketika melihat keberadaan Sehun di apartment ini. Dia melotot kaget melihat Sehun sedangkan Sehun menyeringgai ke arah Lalisa.

"Sehun? Kamu..? "Ucap Lalisa terbata

"Hai sayangg"ucap Sehun tersenyum menyeringgai.

Lalisa refleks berjalan mundur,entahlah, instingnya mengatakan dia dalam bahaya.

Sehun melangkah mendekati Lalisa

"Kok mundur? kenapa sayang? Aku kangen loh sama kamu"ucap Sehun tersenyum seperti orang gila.

"Stopp!berhenti ngga! Kamu ngapain kesini! "Ucap Lalisa keras.

"Aku? Ngapain kesini? Ya mau bawa kamu pulang lah sayang"jawab Sehun santai.

"Ngga! Aku ngga mau lagi sama kamu! Pergi kamu! "Bentak Lalisa.

"Kamu tunanggan aku, kamu milik aku, aku ngga akan pergi tanpa kamu"desis Sehun marah mendengar perkataan Lalisa.

"Kamu jangan macem - macem ya, pergi ngga! Kalau kamu ngga pergi aku bakal teriak biar penghuni apartment lainnya kesini "teriak Lalisa

Sehun tertawa..

"Kamu lucu ya sayang, teriak aja sekenceng - kencengnya gak akan ada yang denger sayang. Semuanya udah diberesin sama bodyguard - bodyguard aku"ucapan Sehun berhasil membuat Lalisa terdiam.

Lalisa melotot kaget, dia dalam bahaya.

"Sehun! Lo jangan macem - macem ya! "Teriak Maura yang meronta - ronta di peganggi oleh bodyguard Sehun.

"Kenapa aku ngga boleh macem - macem? Lalisa tunanggan aku,aku berhak ngelakuin apapun ke Lalisa"ucap Sehun menyanggah perkataan Maura.

Sehun melangkah mendekati  Lalisa, menariknya mendekap Lalisa paksa. Lalisa meronta-ronta dalam dekapan Sehun.

"Engga gak mau! Lepasin hun! Lepas! "Teriak Lalisa dalam rontaannya.

Sehun tidak menggubris teriakan Lalisa, dia mengangkat Lalisa ke bahunya membopong Lalisa bak karung keluar dari apartment Maura memasuki lift.

"Hun! Turunin aku hun!aku ngga mau sama kamu lagi! "Teriak Lalisa sambil memukul punggung Sehun berulang kali. Tapi bagi Sehun itu tidak ada apa - apanya.

~•~•~
Didalam mobil Lalisa terus meronta berusaha melepaskan diri dari Sehun.

Dia terdiam ketika memandang ke luar jendela mobil, Sehun akan membawanya kemana? Ini bukan jalan kearah rumahnya,rumah Sehun
Atau apartment pria itu. Rasa takut mulai menjalari tubuhnya.

Rasa takutnya mulai menjadi - jadi tatkala mobil yang ditumpangginya memasuki gerbang rumah besar yang entah siapa pemiliknya dia tak tahu.

Sehun keluar dari mobil seraya menarik Lalisa, kemudian memanggul Lalisa lagi memasukki rumah itu.Lalisa kembali meronta-ronta ketika Sehun membawanya menaiki tangga.

"Hun lepasin aku mau pulang! "

"Mau pulang kemana sayang? Ini kamu udah pulang"

"Ngga! Aku mau pulang kerumah aku! Ini bukan rumah aku! "Teriak Lalisa.

"Ini juga rumah kamu sayang, rumah kita"ujar Sehun menyeringgai seperti orang gila.

Sehun membawa Lalisa memasuki sebuah kamar besar, menurunkan Lalisa ke ranjang kemudian melangkahkan kakinya keluar kamar seraya menggunci pintunya dari luar.

"Hun buka pintunya hun! Aku ngga mau disini! Jangan kurung aku kaya gini! "Teriak Lalisa dari dalam kamar seraya mengedor - gedor pintu.

"Ngga! Aku ngga mau lagi kamu pergi dari aku"jawab Sehun dari luar pintu.

"Ngga, aku ngga mau sama kamu, kamu Gilaa! "Teriak Lalisa lagi

"Iya aku Gila! Aku udah Gila karna kamu! Jadi jangan coba - coba kabur dari tempat ini kalau kamu ngga mau liat kegilaan aku lagi"bentak Sehun kasar, kemudian pergi  menjauh meninggalkan kamar itu.

Yuhuyy tambah greget gak nih hehe

Gimana menurut kalian part ini? Coment dibawah ya, kasih kritik atau masukan deh kalau ada yg ngga kalian suka atau kalo ada typo/kesalahan.

kalau kalian vote aku makin rajin posting cerita nih.

Sehun PossesifTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang