"Yut lo gaakan ngehajar gue kan?" tanya Wooseok serius
Yuto nyimpen handphone nya dan ngeliat temennya itu, sekarang mereka cuma berdua di studio, Kino tadi pamit buat ngejemput cewenya.
"Gue udahan sama Somi" ucap Wooseok masih dengan ekpresi yang sama dan ngebuat Yuto terkekeh kecil.
"Baguslah lo gaakan jadi adek ipar gue" jawab Yuto santai.
"Hubungan kita udah gak sehat, dia bilang gue cuma datang ke dia saat butuh doang. Gak kaya gue yang dulu." Wooseok tanpa sadar mulai cerita, mungkin karna pembawaan Yuto yang tenang ngebuat Wooseok lebih enak cerita apa adanya.
Beda sama Kino yang kadang rusuh sendiri dan selalu motong seenak nya dia.
"Gue tau gue salah, gue keras kepala, gue minta maaf tapi tetep ngelakuin hal yang sama. That's funny, isn't it? And finally she did the same thing without anyone wanting to introspect" giliran Wooseok yang ketawa di akhir kalimatnya padahal keliatan banget tiga hari kemarin dia gak keluar rumah lagi nangisin kandas nya hubungan dia.
"Saat butuh yang lo maksud, you fucking her?" Wooseok gak ngejawab dan cuma ngangkat dua bahunya.
"Holy shit" Yuto ngeluarin smirk nya dia "You can easily do it while im stuck at a marriage"
"I'm broken heart, what kind of reaction is that?!"
"Yaaa, we're all bastards here" Yuto memutar lagi kursinya untuk berhenti menghadap Wooseok yang masih berpenampilan acak-acakan dengan mata yang bengkak dan menghitam.
"Kino too"
"He's the most jerk" Wooseok mengangguk, sebenarnya memang yang paling-paling itu Kino cuma kadang orang nilai dari cover doang jadi yang di bangsatin kalau gak Yuto ya Wooseok. Istilah kerennya Kino itu fuckboi banget lah.
Dilain sisi Wooseok juga bersyukur menanggapi sikap santai Yuto, bayangannya Yuto bisa saja memberi satu tonjokan keras padanya karna mengakhiri hubungan dengan adik istrinya, tapi diluar ekpetasi.
"Lo bahagia?" entah alasan apa untuk Wooseok menanyakan itu.
"Kinda a fed up, but basically i'm happy" Yuto menghentikan aktivitasnya "because i love her" jawabnya. Sudah satu tahun Yuto berada di pernikahan yang sebenarnya tidak pernah dia bayangkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Wooseok menghela nafas panjang saat turun dari mobilnya dan sampai di cafe tempatnya membuat janji dengan Somi. Last date with her.
Saat membuka pintu bersamaan dengan lonceng cafe yang berbunyi Somi membalikan badannya, tersenyum menyuruh Wooseok untuk segera duduk di sampingnya.
Terlihat tidak baik-baik saja tapi coba baik-baik saja, cukup banyak consealer yang Somi bubuhkan di bawah matanya sekedar menutupi matanya yang membengkak. Saat ini keduanya sama saja tidak ada yang terlihat baik-baik saja.