24. Pet

1.4K 110 2
                                        

Kring

Jeongin dan Changbin disambut dengan lonceng yang berbunyi saat memasuki pet shop. Changbin mengajak Jeongin ke pet shop karena Changbin memiliki janji kepada adiknya itu untuk membelikannya kucing agar bisa menemani adik tersayangnya saat dia sibuk bekerja.

"Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu."

"Aku ingin mencari seekor kucing."

"Mari ikut saya."

Jeongin sangat senang saat melihat berbagai jenis kucing lucu didepannya.

"Kak Bin! Jeje mau semuanya!"

"Tidak bisa Je. Satu saja oke."

"Bagaimana kalau dua? Satu untuk Jeje satu untuk kak Bin."

"Kak Bin sibuk, jarang dirumah, nanti siapa yang merawat hm?"

"Kalau begitu satu untuk kak Fellie. Bolehkan?"

"Baiklah. Hanya dua."

"Yeay! Terima kasih kak Bin!" Ucap Jeongin sambil memeluk Changbin.

"Sama-sama sayang."

"Kak Bin. Sebenarnya Jeje udah milih mau yang mana dari tadi hehe."

"Yang mana hm?"

"Itu, yang putih sama hitam itu."

"Mau melihat yang itu tuan? Sebentar saya ambilkan. Keduanya laki-laki. Baru berumur 4 bulan."

"Jeje mau yang ini."

"Iya Je. Baiklah saya ambil dua-duanya."

"Mari ke kasir."

"Je, kamu tunggu disini dulu. Jangan jauh-jauh. Kakak mau bayar dulu."

"Siap kak Bin!"

Setelah ditinggal Changbin, Jeongin mulai melihat-lihat kembali hewan-hewan yang ada di pet shop.

"Wah! Anjingnya besar sekali."

Guk Guk Grrr

Anjing jenis boxer itu menggeram dengan keras membuat Jeongin kaget dan ketakutan.

"Aduh! Hiks Jeje takut." Karena terlalu kaget, Jeongin sampai terjatuh dilantai.

Grrr Guk Guk Guk

"Hiks takut hiks."

"Hei, kau kenapa?"

Jeongin mendongak untuk melihat orang yang memanggilnya.

Astaga imut sekali. Dari matanya dia terlihat sangat ketakutan. Dan hidungnya hahaha memerah. Lucu sekali~ Hyunjin

"Jeje hiks takut."

Bugh

"Kau apakan adikku sialan!"

"Kak hiks Bin!"

"Je kau tak apa?"

"Jeje takut hiks."

"Katakan. Hyunjin melukaimu?"

"Ti hiks tidak."

"Shh Bin! Lo apaan sih! Orang gue mau nolongin juga! Malah ditonjok. Sialan lo!"

"Berisik Jin! Stt Jeje jangan nangis lagi hm. Kak Bin udah disini."

Jeongin mengangguk lalu bangkit dan mendekati Hyunjin.

"Ma-maafin Jeje ya. Gara-gara Jeje kakak kena tonjok kak Bin."

"Aduh! Sakit banget ini. Aduh tolongin!"

"Kak?! Sakit banget ya?! Aduh kak Bin! Ini kak siapa namanya? Tolongin sini!"

"Hyunjin namanya Je. Udah ngga usah ditolongin ayo pergi aja."

"Ih! Ya jangan dong. Kak Hyunjinnya sakit itu."

"Aduh aduh aduh! Sakit banget!"

"Sini Jeje bantuin kak."

Mau tidak mau Changbin ikut membantu Jeongin.

"Kak Hyunjin pulang bareng kita aja ya."

Hyunjin diam tidak menjawab. Masih terpaku kepada Jeongin. Changbin yang kesal akhirnya kembali memukul Hyunjin. Sekarang dibagian kepala.

"Aduh! Sakit Bin!"

"Makannya ditanya ya jawab."

"Iya ini mau gue jawab. Iya Je kak Hyunjin mau." Jawab Hyunjin dan sekarang mereka sudah dimobil Changbin. Dengan Changbin duduk sendirian didepan. Jeongin duduk dibelakang karena Hyunjin sedari tadi terus berkata kalau pukulan Changbin menyakitkan sehingga Jeongin yang khawatir kepada Hyunjin ikut duduk dibelakang bersama Hyunjin.

"Giliran sama adek gue aja lembut banget. Dasar uler."

"Gue denger ya pendek."

"Ish! Udah dong jangan pada berantem. Jeje kaya orang ilang nih dari tadi ngga diajak ngomong."

"Iya maafin kak Hyunjin ya Je."

"Hng. Kak Hyunjin tadi di pet shop mau beli apa?"

"Tadinya mau beli kelinci. Tapi ngga jadi."

"Loh kenapa kak? Kelinci kan lucu. Enak buat kalau dipelihara."

"Ngga jadi. Kak Hyunjin mau pelihara kamu aja. Lucu kamu dari pada kelincinya."

Citt

"Kak Bin! Jangan ngerem mendadak dong! Jeje kan takut."

"Jeje diem dulu. Hwang sialan Hyunjin turun lo dari mobil gue."

"Aduh Je itu Changbin dari tadi marah terus ke kak Hyunjin. Kan jadi makin sakit ini bekas tonjokannya." Adu Hyunjin kepada Jeongin.

"Kak Bin kenapa sih jahat sama kak Hyunjin. Mendingan kak Bin aja deh yang turun dari mobil. Biar Jeje pulang sama kak Hyunjin aja."

"Ngga gitu Je ya ampun. Kak Bin cuma mau kamu ngga deket-deket sama orang ngga bener kaya Hyunjin."

"Tuh kan kak Bin mah! Kak Hyunjinnya disalahin mulu. Turun aja sana."

"Jangan dong Je."

"Yaudah ayo minta maaf ke kak Hyinjin."

"Huftt. Maafin gue Jin."

"Sans aja kakak ipar hahaha."

"Kok kakak ipar? Emang Jeje udah nikah ya sama kak Hyunjin?" Tanya Jeongin kepada Hyunjin dan Changbin.

"Kamu mau nikah sama kak Hyunjin?" Bukannya menjawab, Hyunjin malah kembali bertanya kepada Jeongin

"Ya mau lah kak."

"Yaudah berarti Changbin kakak ipar kak Hyunjin kan." Jawab Hyunjin melirik Changbin dengan senyum smirknya.

"Je, kak Bin turun aja ya. Udah minta jemput Felix."


Makasih udah vomen~



hyunjeong ~ oneshootCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang