40. Hug

1.2K 100 12
                                        

Jeongin sudah lama menyimpan perasaan kepada teman sekelasnya, Hyunjin.

Memikirkan Hyunjin membuat Jeongin tersenyum di kamarnya. Bahkan tugasnya tidak ia sentuh karena terlalu asik memikirkan Hyunjin.

Lamunan Jeongin terhenti saat ia mendengar bel apartemennya berbunyi. Dengan cepat, Jeongin bergegas membuka pintu. Jeongin terkejut melihat Hyunjin didepan pintu apartemennya.

Apa yang dia lakukan disini?~ Jeongin

"Ap-" Belum selesai Jeongin bertanya, Hyunjin sudah terlebih dahulu menarik tangannya masuk ke dalam apartemen Jeongin.

"Hyun-"

"Bisakah aku memelukmu?"

"Eh?" Langsung saja Hyunjin memeluk Jeongin.

Jeongin merasakan pundaknya basah. Hyunjin menangis.

"Hyunjin, kau baik-baik saja?"

"Tidak. Aku tidak baik hiks."

"Stt tenanglah. Kau bisa bercerita padaku." Ucap Jeongin sembari membalas pelukan Hyunjin dan mengusap-usap punggung Hyunjin.

"Tidak ada yang peduli denganku. Bahkan orang tuaku tidak memikirkanku lagi hiks. Aku membutuhkan orang yang bisa menyayangiku. Aku membutuhkanmu."

Jeongin mematung mendengar ucapan Hyunjin barusan.

"H-hyunjin. Tenangkan dulu dirimu. Kau berbicara aneh."

"Tidak. Aku membutuhkanmu hiks."

"Jangan menangis. Duduklah dulu."

"Tidak. Jangan pergi hiks. Jangan pergi seperti mereka." Hyunjin mengeratkan pelukannya kepada Jeongin.

"Stt tidak, aku tidak pergi. Aku disini." Mungkin Jeongin harus melupakan rasa lelah dikakinya sampai Hyunjin merasa tenang.


Makasih udah vomen~

hyunjeong ~ oneshootCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang