37. Toy

2K 115 8
                                        

Bel pulang sekolah baru saja berbunyi, tetapi Jeongin sudah berlari dengan tergesa menuju kelas Hyunjin.

"Permisi. Bisa tolong panggilkan Hyunjin hyung?"

"Hyunjin? Sebentar."

"Baiklah, terima kasih."

Menunggu cukup lama membuat Jeongin merasa sangat tidak nyaman. Tadi malam Jeongin menghilangkan mainan yang baru saja dibelikan oleh Jisung, sehingga ia ingin segera menemukan mainannya.

"Jeong, sudah lama?" Saat Hyunjin tiba, Jeongin dengan cepat menoleh kearah Hyunjin dan tersenyum dengan senangnya.

"Em! Sudah lama sekelai." Ucap Jeongin dengan ekspresi yang dibuat sesedih mungkin.

Hyunjin langsung menggendong Jeongin seperti koala lalu membawanya menuju parkiran.

"Hyunjin hyung~ bantu Jeongin~"

"Apa yang kau butuhkan hm?"

"Tadi malam Jisung hyung main ke rumah Jeongin. Jisung hyung membelikan Jeongin mainan. Tapi Jisung hyung bilang kalau mainan itu tidak boleh sampai terlihat bunda sama ayah, jadi Jeongin sembunyikan. Dan sekarang mainan itu hilang~ Jeongin lupa disimpan dimana~ padahal belum Jeongin mainkan." Ujar Jeongin dengan sedih.

Sebenarnya Hyunjin cukup bingung dengan mainan yang dimaksud Jeongin. Tetapi karena tidak ingin membuat Jeongin sedih, Hyunjin akan membantunya.

"Baiklah, sekarang Jeongin turun dulu. Hyunjin hyung akan mengambil motor lalu kita kerumah mencari mainanmu itu."

"Baiklah hyung!"

Sesampainya dirumah Jeongin, dengan tergesa Jeongin menyeret Hyunjin untuk segera menuju kamarnya.

"Ayo bantu Jeongin. Hyunjin hyung cari didekat lemari oke. Bentuknya seperti sosis. Berwarna pink."

"Baiklah."

Hyunjin mulai mencari mainan yang Jeongin maksud. Saat melewati lemari Jeongin, Hyunjin melihat sesuatu dibelakang lemari.

Oh Tuhan! Ini yang Jeongin maksud mainan baru?!~ Hyunjin

"Itu! Itu mainan baru Jeongin! Terima kasih Hyunjin hyung~" Dengan cepat Jeongin berlari kearah Hyunjin, mengambil mainannya dan memeluk Hyunjin.

"Sekarang temani Jeongin bermain oke!"

"Dengan itu?" Tanya Hyunjin sambil menunjuk mainan Jeongin.

"Tentu saja!"

"Kau- tahu cara memainkannya?"

"Tahu kok! Jisung hyung bilang, Jeongin harus melihat cara memainkannya di gay redtube."

Jisung sialan! Bagaimana bisa dia memberikan dildo untuk Jeongin?!~ Hyunjin

Jeongin membuka laptop miliknya lalu mulai mencari gay redtube. Saat membukanya, Jeongin terkejut dengan apa yang dilihatnya. Mengapa mereka semua tidak memekai baju? Lalu Jeongin mulai membuka satu video dimana dua orang laki-laki tidak mengenakan pakaian dan salah satu dari mereka membawa mainan seperti miliknya.

"Hyunjin hyung, apakah Jeongin juga harus membuka baju?"

"Ha?"

"Baiklah. Jeongin akan membuka baju. Ayo! Hyunjin hyung juga!"

"Tid-"

"Jeongin harus memasukkan mainan ini kedalam sana? Tidak mau~" Posisi Jeongin duduk bersilang dengan dildo ditangannya dan wajah sedihnya membuat libido Hyunjin tidak bisa ditahan. Ditambah dengan video yang tengah Jeongin tonton. Itu membuat hormonnya meledak-ledak.

Dengan segera Hyunjin melepas seluruh pakaiannya lalu mendekati Jeongin.

"Jeong, ayo Hyunjin hyung ajari cara bermain mainan itu."

"Tidak! Tidak mau~ nanti pantat Jeongin sakit~"

"Tidak akan. Percaya pada Hyunjin hyung."

"Ba-baiklah."

Mendapat persetujuan dari Jeongin, Hyunjin langsung mengambil dildo yang ada ditangan Jeongin. Wajahnya perlahan mendekati Jeongin lalu dengan kasar mencium bibir Jeongin. Tangan yang tidak memegang dildo ia gunakan untuk mengocok penis Jeongin.

"Anghhh"

"Bagus. Seperti itu."

"Hyung!"

Jeongin mendapatkan pelepasan yang pertamanya. Tanpa membuang waktu, Hyunjin memasukkan jari tengahnya kedalam hole Jeongin.

"Ah! Nyahh~" Teriakan kesakitan Jeongin langsung berubah manjadi desah kanikmatan dalam waktu singkat.

"Tidak sakit. Right?"

"Ngghhh~" Tusukan dalam hole Jeongin dihentikan membuat Jeongin menatapnya dengan tatapan memohon agar jari Hyunjin kembali dimasukkan.

"Sebentar sayang." Dengan cepat Hyunjin memasukkan dildo Jeongin dan menggerakkannya dengan cepat dan kasar.

"Ah! Hiks! Hen ah! tikan ah! Sakit!" Tentu saja itu sangat sakit.

"Sakit? Kalau begitu jangan mainkan benda ini." Hyunjin mencabut dildo dari lubang Jeongin. Rasanya Jeongin tidak rela saat dildo yang mengisi lubangnya diambil walaupun rasanya sangat sakit. Melihat ekspresi kecewa Jeongin, tanpa aba-aba Hyunjin memasukkan penisnya kedalam hole Jeongin dengan sekali sentakan kan tepat mengenai sweet spot Jeongin.

"Nyahhh!" Desah kenikmatan milik Jeongin terdengar dengan jelas ditelinga Hyunjin.

"Shh. Bagaimana? Nikmat milik Hyunjin hyung bukan?"

Bukannya menjawab pertanyaan Hyunjin, yang Jeoangin lakukan adalah menggerakkan pinggulnya untuk meraih kenikmatan.

Merasa diabaikan, Hyunjin langsung menghentakkan penisnya dengan cepat dan dalam.

"Ah! Ah! Ah!"

"Hyung~ aku ah! Pipis!"

"Bersama sayang."

"Ah!/ah."

Ceklek

"Apa yang kalian lakukan?!" Apa yang harus Hyunjin lakukan? Memberi Jisung pelajaran atau justru berterima kasih?


Makasih udah vomen~

hyunjeong ~ oneshootCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang