Sebulan berlalu selepas perhantaran ...
Alphonse keluar dari bilik lalu menuju ke dapur . Hot chocolate dibancuh dan dibawa ke ruang tamu . Kelihatan Eve sedang leka bermain permainan video . Mug hot chocolate disua kepada Eve . Eve mengambil lalu meneguknya perlahan . Kening kanannya terangkat sedikit lalu memandang ke arah Alphonse .
" kenapa ? Ada yang tak kena ke ? " tanya Alphonse
" nothing . Pelik je kenapa kau tak tidur lagi ? " jawab Eve . Mug diletakkan di atas meja
" takde pape . Aku tak boleh tidur . Tu je " jawab Alphonse sungul
" kenapa ? Kau tak ckup duit lagi ? " tanya Eve bimbang . Alphonse tersenyum sinis . Umpannya seperti mengena .
" hmm lebih kurang macam tu la . Allan perlukan duit . Aku tak de duit . Aku tak boleh tolong dia da " ujar Alphonse perlahan .
" aku boleh uruskan benda tu . Kau jangan la risau sangat . Anyway , sedap air yang kau buat . Sedap macam biasa " ujar Eve sambil tersenyum .
" hahahaha biasa je . Demi kau , princess " Alphonse menjawab . Sekali lagi kening Eve terangkat sebelum tersenyum .
" kau ni . Suka betul panggil aku princess . Da la . Alang-alang kau tak boleh nak tidur ni . Apa kata kau teman aku main game . Aku bosan main seorang . Kau kan selalu main game dengan aku . Lagi-lagi FIFA . Fav kau kan " ujar Eve sambil memberi alat kawalan permainan kepada Alphonse . Alphonse menyambut alat kawalan itu tanpa teragak-agak . Dalam diam Eve tersenyum sinis . Mereka meneruskan permainan video yang tertangguh tadi .
*****
Shone pov
Aku menjenguk ke ruang tamu seketika untuk memastikan Alphonse leka bermain permainan video bersama Eve . Aku masuk ke biliknya untuk mencari sesuatu yang mencurigakan . Setelah beberapa minit mencari , aku buntu . Tiba-tiba aku terdengar telefon bimbit berbunyi . Satu mesej masuk dari smartphone Alphonse . Tanpa berlengah aku copy semua data dalam smartphone Alphonse masuk ke dalam smartphone aku . Kepakaran aku dalam mengodam semua sistem telah memudahkan aku untuk menjalankan tugas diberikan oleh Eve . Data yang aku copy memerlukan masa 2 minit . Selesai copy semua data , aku keluar tetapi aku terjumpa Alphonse yang baru saja ingin masuk ke biliknya . Alphonse merentap kolar baju aku kuat
" apa kau buat dalam bilik aku ! " jerkah Alphonse marah
" weyh rileks la . Kau nak marah sangat kenapa " jawab aku
" aku tanya . Apa kau buat dalam bilik aku ! Kau jawab la ! Sial " jerkah Alphonse lagi . Eve menghampiri kami termasuk Ace yang turun dari bilik atas bersama Edward .
" apa benda semua ni " tanya Eve bingung
" aku tak tahu la Alphonse ni . Dia selalunya bagi je kita masuk bilik dia . Tiba-tiba harini dia nak marah sampai macam ni sekali kenapa ? " jawab aku sambil berpura-pura pelik .
" haah la Al . Kenapa kau nak marah sangat . Selalu kau bagi je kitorg masuk bilik kau . Now nak marah pula . Ke kau ada sembunyikan sesuatu dari kitorg semua ? " ujar Ace sambil merenung kepada Alphonse . Alphonse tersentap seketika sebelum melepaskan kolar baju aku .
" aku ... aku tak de sembunyikan apa-apa . Aku pelik kenapa kau masuk . Kalau kau ada benda yang nak amik . Kau boleh je minta kat aku . Aku boleh amik kan . Sebab bilik aku ni bersepah sikit . Sorry bro " jawab Alphonse bersama senyuman hambar di wajahnya .
" ouh cakap la . Aku masuk tadi sebab nak minta balik headphone aku yang kau pinjam haritu . Mana kau simpan sebab aku cari tadi . Takde pulak " ujar aku panjang . Alphonse terdiam seketika sebelum menjawab
" ouh headphone kau ke . Aku lupa la aku letak mana . Nanti aku cari . Lupa la bro "
" okay la kalau camtu . Tak pe aku pinjam Raffa la nanti . Kau cari tau . Aku nak pakai nanti " ujar aku lagi . Alphonse mengangguk masuk ke biliknya lalu menutup pintu rapat . Eve hanya memerhatikan aku sebelum memberikan high-five perlahan dan tersenyum . Aku segera naik ke bilik aku di tingkat atas .
' Ada kerja nak buat sikit '
*****
Eve memerhatikan sekeliling . Kepalanya terasa pening . Kesan dadah yang ada dalam airnya mula menunjukkan kesan . Eve mengetap giginya
' damn it ! '
Eve duduk bersandar sambil tangan kanannya memicit kepala . Pening kepalanya semakin kuat . Ace perasan akan perubahan Eve ...
" kau tak apa-apa ke , Eve ? " tanya Ace risau . Edward memerhatikan keadaan Eve . Eve hanya menggeleng .
" Kau nak berehat tak ? Maybe kau penat sebab lama sangat main permainan video kot " tanya Ace lagi .
" aku rasa aku nak naik atas " jawab Eve perlahan .
Eve cuba berdiri perlahan-lahan . Baru saja satu langkah diambil , dia tak dapat mengimbang badannya sebelum jatuh namun sempat disambut oleh Ace . Baru saja Ace ingin mengangkat badan Eve . Edward menawarkan diri untuk membawa Eve naik ke biliknya . Ace mengangguk perlahan . Edward memberikan satu isyarat kepada Ace . Ace mengangguk sebelum berpaling ke bilik Alphonse yang tertutup rapat . Mug yang berisi air hot chocolate dibawa ke salah satu pasu bunga di tepi tingkap lalu disimbah air dalam mug itu ke dalam pasu . Mug itu kembali diletakkan di tempat asalnya . Ace juga naik ke biliknya .
Edward membaringkan badan Eve perlahan di atas katil . Eve masih dalam pengaruh dadah . Edward mengeluarkan ubat yang boleh menghilangkan kesan dadah itu pantas . Eve mengambil ubat itu lalu ditelan . Satu botol Air mineral diberikan kepada Eve . Eve kembali berbaring . Matanya terpejam . Tangan kanan masih memicit kepala
" kau boleh keluar " ujar Eve perlahan .
" aku ... aku nak tanya sesuatu pada kau " jawab Edward .
" aku tahu apa yang kau nak tanya " ujar Eve lagi . Edward terkejut .
" jadi kenapa kau diam je dan biarkan dia amik semua duit kau ? " tanya Edward tegas .
" sebab aku nak tahu . Sejauh mana dia boleh tipu aku . Sebelum ni , semua soalan aku . Dia boleh jawab . Lagipun aku tahu , dia mesti dapat semua maklumat ni dari Alphonse . Sebab tu aku percaya dia hidup lagi . Masa mula-mula aku hampir percaya dia sebenarnya Alphonse kalau dia tak panggil aku ' princess ' . Lepas dia panggil aku macam tu , aku tahu lelaki yang ada kat depan aku ni bukannya Alphonse Mickealis " jawab Eve panjang .
" kau nak cakap yang kau boleh tahu dia bukan Al daripada perkataan ' princess ' . Serius la . You gotta be kidding me " ujar Edward lagi .
" hahahahahaha sebab Alphonse yang aku kenal . Dia takkan panggil aku princess . Dia suka panggil aku My lady . Sebab princess tu macam terlalu spoil bagi aku . My lady is like a queen to everything " jawab Eve sambil ketawa . Sakit kepalanya semakin hilang .
" da la . Kau keluar . Aku nak berehat ni " arah Eve . Edward mengangguk faham . Dia segera keluar lalu menutup pintu bilik . Alphonse sedang menaiki tangga untuk ke bilik Eve berselisih dengan Edward .
" ehh bro . Nak pergi mana ? " tanya Alphonse ramah . Edward hanya tersenyum hambar .
" keluar kejap . Jumpa doktor . Eve kata dia sakit kepala . Aku nak minta ubat la ni " jawab Edward
ANDA SEDANG MEMBACA
Sweet Revenge
Storie d'amoreSeorang gadis jutawan bernama Eve Alexander yang hidup dengan ceria dan sempurna bertukar apabila kedua ibu bapanya telah dibunuh pada 13 tahun dahulu . Ditambah pula dengan kejadian yang menimpa gadis itu dan rakannya , Alphonse ketika mereka berum...
