"Selama di Jepang, nona Erina mengemban misi ganda. Misi yang dia jalani sesuai perintah ibu petir dan misi terakhir yang diberikan tuan Park. Itu semua tidak luput dari bantuan Han Jin dan Han Gun." Apa yang dikatakan mata-mata suruhannya masih jelas terdengar di telinganya.
Atherio mengetahui semuanya. Apa saja yang dilakukan Atherina selama di Jepang. Dia juga baru mendapatkan informasi jika kakaknya itu tinggal bersama Han Jin dan siang ini, sebelum Atherina datang ke rumahnya, gadis itu mengantar Han Jin ke rumah sakit.
Marah, itu yang ada dalam benaknya. Tapi, dia tidak bisa menyalahkan Atherina selamanya. Gadis itu berada dalam seperti terpenjara di dalam dua sel.
Atherio duduk di meja kerjanya. Dia meneguk sampanye dari botolnya. Terdengar pintu ruangan kerjanya diketuk. Atherio menoleh, "Siapa?"
"Ini aku," suara Atherina dari luar. Atherio mengusap kasar rambutnya, "Masuk."
Atherina membuka pintu dan melihat adiknya tampak kacau. Gadis itu berjalan menghampirinya sambil melihat banyak dokumen di meja.
"Kau mabuk?" Atherina mengambil botol itu dari tangan adiknya. Tapi, Atherio tidak memberikannya. Dia menjauhkan botol sampanye tersebut dari Atherina. Gadis itu menatap kesal pada Atherio.
"Waeyo?" Tanya Atherio.
"Jangan bekerja sambil mabuk, lebih baik minum kopi."
Atherio menatap Atherina dengan skeptis. Gadis itu juga menatap Atherio. Tersirat kesedihan di mata adiknya. Kedua alis Atherina terangkat, "Apa kau merasa sedih?"
Atherio tersenyum, "Aniyo, selama kau tetap berada di sini bersamaku."
Atherina tidak bisa bilang apa-apa. Dia bungkam.
"Aigoo, kakakku benar-benar cantik." Atherio tersenyum sambil menepuk pipi Atherina kemudian berlalu begitu saja.
Atherina tersenyum tipis sambil menggeleng pelan. Gadis itu melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 10 malam. Dia harus kembali ke rumah Han Jin.
Setelah memastikan Atherio sudah tidur, gadis itu pergi ke rumah Han Jin. Seperti biasa, pria itu masih terjaga hanya untuk menunggu Atherina dan memastikan jika gadis itu pulang dengan selamat.
Atherina merasa bersalah karena tidak memberikan kabar pada Han Jin. Apalagi pria itu tinggal sendirian tanpa pelayan. Hanya ada beberapa penjaga di depan rumah.
Aleena sengaja tidak membiarkan banyak orang tinggal disana karena dia ingin Atherina dan Han Jin memiliki waktu untuk berduaan.
"Atherina? Kau sudah kembali? Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Han Jin yanh menyadari keberadaan Atherina karena suara sepatunya. Gadis itu mengusap bahu Han Jin, "Iya, aku tidak apa-apa."
"Atherio tidak berbuat buruk padamu, kan?" Tanya Han Jin. Atherina menghela napas panjang, "Tidak, aku baik-baik saja. Oh ya, aku mau membawa makanan untuk makan malam kita."
Han Jin tersenyum.
Selesai makan malam, keduanya berbincang sebentar di kamar Han Jin. Mereka banyak bercerita. Tiba-tiba kepala Han Jin terkulai ke bahu Atherina. Gadis itu cukup terkejut. Dia melihat mata Han Jin yang tertutup disusul dengan napas yang teratur.
Atherina melelapkan tubuh Han Jin dengan pelan-pelan. Gadis menyelimuti tubuh pria itu.
"Atherina, hanya kau satu-satunya alasan Han Jin untuk tetap bahagia." Aleena mengatakan itu sebelum dirinya pergi dari daratan Jepang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHERIO PARK
ActionAtherio Park, pewaris utama keluarga Park, pemilik tahta gelap sang ayah, pemain utama kisah ini. Pria tampan yang berbahaya. Dia bisa melakukan apa saja hanya dengan menjentikkan jari. Wanita pun harus berpikir belasan kali untuk mendekatinya. Tuan...
