-15-

4.9K 505 19
                                        

𝙵𝚛𝚒𝚎𝚗𝚍 𝚉𝚘𝚗𝚎


🍁



Pelajaran sekarang olahraga. Anak kelas IPA satu seluruhnya sudah berada di tengah lapangan.

Setelah murid berkumpul, pak Zaenal membagi kelompok untuk memulai pelajaran olahraga basket.

Kini, giliran Aurel bersama tim nya yang bermain basket.

Hap!

Aurel dengan mudah memasukan bola basket ke dalam ring lawan dengan melewati teman-temannya yang menghalangi langkahnya.

"Yeeaaahh!" ucap Laura senang saat Aurel memasukan bola. Ia satu tim bersama Aurel.

"Aurel!" teriak Laura mendekati gadis itu dan memeluknya dengan erat. "Lo hebat, rel!" puji Laura dan temannya yang lain.

Aurel hanya membalas dengan senyuman tipis.

"Baiklah, tim yang sudah melakukan permainan basket boleh istirahat," ucap Pak Zaenal sebagai guru olahraga.

Tim Aurel dan satu tim lainnya langsung meninggalkan lapangan.

"Mau kemana, rel?" tanya Laura merangkul bahu Aurel.

"Kelas," jawabnya singkat dan berjalan menuju kelas.

"Lo nggak lapar?" tanya Laura heran.

Aurel menggeleng kepala "Bawa bekal," jawabnya yang memang bibi buatkan untuk Aurel.

Laura mengangguk mengerti. "Gue belikan minum mau?" tanya Aurel.

"Ehh? Nggak usah, Ra," tolak Aurel tak enak.

"Nggak apa-apa. Hitung-hitung hadiah buat lo karena sudah mencetak angka buat tim kita dan menang," balas Laura.

"Nggak usah Ra. Gue bawa minum."

"Nggak masalah. Gue tinggal ya. Tunggu di kelas aja, oke," pamit Laura pergi ke kantin.

Aurel menghela napas, pasrah dan kembali berjalan menuju kelasnya.

"Aurel!" panggil seseorang membuat Aurel menghentikan langkahnya dan menoleh. Senyum tipis tercetak saat tau siapa yang telah memanggilnya.

"Habis olahraga, ya?" tanya Arsen.

Aurel mengangguk. Arsen mengambil sesuatu dari saku kantong celananya.

Ehh?

Aurel membeku di tempat saat Arsen dengan tenangnya mengelap keringat Aurel yang keluar di pelipisnya.

"Capek banget, ya?" tanya Arsen lembut masih dengan kegiatannya.

Aurel hanya mengangguk pelan. Arsen yang melihatnya tersenyum. "Nanti jadi kan, ajarin gue matematika?" tanya Arsen lagi.

"Hmm," jawab Aurel singkat.

"Oke," ucap Arsen yang sudah menghentikan kegiatannya mengelap keringat Aurel.

"Kalau gitu gue ke kelas dulu yaa. Ketemuan di perpustakaan nanti" pamit Arsen yang kini berlari meninggalkan Aurel.

Aurel tersenyum melihat Arsen yang berlari mulai menjauhinya, tanpa sadar wajahnya sudah merah merona. Aurel benar-benar mencintai cowok itu.



🍁



Bel pulang sekolah berbunyi. Semua murid berteriak senang karena terbebas dari pelajaran bahasa Indonesia yang membuat mereka mengantuk.

FRIEND ZONE [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang