𝙵𝚛𝚒𝚎𝚗𝚍 𝚣𝚘𝚗𝚎
🍁
Seseorang tiba-tiba masuk UKS. Aurel dan Arsen menoleh.
"Rel, lo kenapa?" tanyanya saat tiba di ranjang Aurel. Raut wajahnya terlihat khawatir.
Arsen memutar bola mata malas, berbeda dengan Aurel yang tersenyum tipis. "Alergi makanan, Vin," jawabnya.
"Ohh, gue dengar dari murid-murid kalolau lo di gendong Arsen ke UKS. Makanya gue ke sini," ucap Delvin menatap lekat Aurel. "Sekarang sudah enakan?" lanjut tanya Delvin.
Aurel mengangguk. "Sudah mendingan. Untungnya Arsen langsung tolong gue," jawab Aurel dengan melirik Arsen yang di liriknya sibuk dengan ponsel.
"Kok bisa alergi?" tanya Delvin lagi.
Aurel mengerjap. "Eum...i-tu...."
"Vin, gue mau bicara sama lo," selak Arsen tiba-tiba. "Penting," lanjutnya serius.
"Ohh, boleh," terima Delvin. "Dimana?"
"Di luar," ajak Arsen.
Delvin mengangguk dan bersama dengan Arsen meminta izin pada Aurel terlebih dahulu.
"Aurel, gue keluar sebentar," izin Arsen.
Aurel mengangguk. Kedua cowok itu melangkah ke sebuah bangku yang tidak jauh dari ruang UKS.
"Kenapa?" tanya Delvin langsung.
"Gue mau kerja sama dengan lo," jawab Arsen membuat Delvin mengerutkan keningnya.
"Kerja sama?"
"Gue mau Senata supaya masuk BK," ucap Arsen memperjelas.
"Senata?" tanya Delvin memastikan.
"Hm. Lo tahu kenapa Aurel bisa alergi makanan. Itu karena kacang yang ada di nasi goreng yang di kasih sama adik kelas. Dia kasih kotak makan ke Aurel dengan menggunakan nama gue supaya Aurel percaya dan mau terima kotak makannya," jawab Arsen mejelaskan.
"Tunggu! Jadi Aurel alergi bukan karena kesalahannya sendiri?" tanya Delvin serius.
Arsen menggelengkan kepala. "Bukan," jawabnya.
Arsen mulai menceritakan awal mulai kejadian sampai Aurel sesak napas. "Dan hanya beberapa orang yang tahu tentang alergi Aurel. Keluarganya, keluarga gue dan— Senata," lanjutnya.
Delvin langsung mengepalkan kedua tangannya. "Sudah pasti ulah Senata. Nggak bisa di biarkan tuh cewek. Makin hari makin ngelunjak," serunya kesal.
"Makanya gue minta bantuan lo buat cari bukti kalau Senata yang mau membuat celaka Aurel," lanjut Arsen. "Supaya bisa langsung cepat di urus sekalian bisa di keluarin dari sekolah. Soalnya itu sudah kejahatan pembunuhan berencana."
"Gue mau bantu lo. Aurel sudah gue anggap kaya adik gue sendiri," terima Delvin.
"Adik? Jadi dia bukan saingan gue. Untungnya," ucap Arsen senang dalam hati. Arsen bisa bernapas lega. Setidaknya ada dua orang yang bisa jaga Aurel dari Senata, cewek licik dan bermuka dua.
"Tapi, gue juga minta tolong jaga Aurel kalau gue lagi nggak ada di sampingnya," pinta Arsen memohon.
"Tenang aja. Tanpa lo kasih tahu, gue sudah pasti jaga Aurel," balas Delvin.
Arsen mengangguk. "Sudah, gue mau balik ke UKS. Kasihan Aurel sendiri," pamitnya.
"Gue nggak bisa balik UKS. Ada janji sama teman di kantin," balas Delvin.
KAMU SEDANG MEMBACA
FRIEND ZONE [END]
FanfictionSahabatan bertiga? Semuanya jadi asik, seru Tapi.... Pasti salah satu dari mereka harus ada yang mengorbankan perasaannya, siapakah dia? # 3 Hwanghyunjin DitaSr, 2019
![FRIEND ZONE [END]](https://img.wattpad.com/cover/193247761-64-k880945.jpg)