-06-

5.2K 556 54
                                        


𝙵𝚛𝚒𝚎𝚗𝚍 𝚉𝚘𝚗𝚎





🍁






Setelah selesai membuat makanan, Aurel memilih untuk pergi keluar menuju rumahnya, Arsen. Dirinya ingin terhindari dari amarah ibu tirinya.

"Pak, Arsen ada di dalam?" tanyanya pada penjaga rumah.

"Halo, nona Aurel. Maaf, den Arsen barusan aja pergi bawa mobil," jawabnya.

Senyum Aurel seketika luntur. "Eum, kalau bunda ada?" tanyanya lagi. Setidaknya masih ada bunda yang bisa mengisi kesepiannya.

"Ohh, ada non. Silahkan masuk."

Aurel tersenyum dan masuk rumah Arsen. Saat masuk perkarangan rumah, Aurel sudah melihat ibunya Arsen yang sedang berada di taman.

"Bunda!" panggil Aurel semangat.

"Ehh, Aurel. Sini," balas Yora.

Aurel bergegas mendekati. "Halo, bun," sapanya dengan senyuman.

"Arsen baru aja keluar," ucap Yora.

"Aurel mau ketemu bunda kok," balasnya dan duduk di bangku taman dengan menatap Yora yang sibuk dengan tanaman dan bunga.

"Aurel bantu boleh bun?" tanyanya.

"Bolehlah sayang, sini. Kamu masukan tanahnya ke dalam pot buka," perintah Yora.

Aurel mengangguk patuh. Keadaan menjadi hening, karena sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

"Aurel."

"Iya, bun?" Aurel sedikit menoleh pada Yora.

"Kamu nggak apa-apa?" Pertanyaan Yora membuat Aurel menghentikan kegiatannya.

"Nggak apa-apa bun. Memang kenapa?" tanya Aurel balik dengan bingung.

"Maafkan, Arsen. Kamu pasti sakit hati. Karena Arsen menyatakan perasaannya pada Sena bukan kamu," jawab Yora membuat Aurel terdiam sesaat.

Tersenyum tipis. "Perasaan tidak bisa di paksa, bun. Aurel masih bisa bersama Arsen saja sudah senang," balasnya berbohong. Padahal hatinya sudah terasa begitu sesak.

Yora menatap Aurel iba. "Kamu memang anak yang baik sayang. Bunda yakin, pasti kamu akan mendapatkan pria yang baik juga. Tetapi, bunda mohon kamu jangan hilangkan perasaan kamu pada Arsen. Bunda yakin suatu saat nanti, Arsen akan tahu perasaan kamu. Kamu hanya perlu bersabar," ucapnya yang menginginkan Aurel menjadi pacar putranya.

Aurel tersenyum. "Aurel nggak bisa janji, bun. Tetapi, Aurel berusaha agar hati ini tetap untuk Arsen. Aurel sayang banget sama Arsen," jawabnya yang langsung dapat pelukan dari Yora.

"Terima kasih sayang. Coba bunda punya anak cowok satu lagi. Sudah bunda jodohkan sama kamu. Tapi sayangnya, bunda cuma punya Arsen," ucap Yora.

Aurel tertawa kecil. "Sepupu Arsen juga boleh bun. Kak Gio misalnya," ucapnya bercanda.

Yora langsung melebarkan mata. "Yaah, jangan dia dong. Saingan Arsen lebih perfect, yang lain aja. Bisa-bisa Arsen kalah dan kamu lebih nyaman sama Gio," balasnya bercanda juga. Tapi sebenarnya dalam hati ia was-was.

Keduanya tertawa bersama. Setelah kegiatan dengan tanaman selesai. Yora dan Aurel masuk ke dalam rumah. Yora meninggalkan Aurel sebentar ke dapur, medangkan Aurel memilih membaca buku yang di bawanya di ruang keluarga.

FRIEND ZONE [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang