𝙵𝚛𝚒𝚎𝚗𝚍 𝚣𝚘𝚗𝚎
🍁
Arsen dan Aurel tiba di sekolah. Berjalan di koridor sekolah, Aurel menghela napas pelan. Arsen yang menyadari menoleh pada Aurel.
"Kenapa, hm?" tanya Arsen menatap Aurel teduh.
Aurel menggeleng kepala."Nggak apa-apa," jawab Aurel dan ingin kembali melanjutkan langkahnya namun, Arsen menahannya.
Aurel menoleh, mereka saling tatap bahkan Arsen dan Aurel tak saling berkedip.
"Ke-kenapa?" tanya Aurel.
Arsen tak merespon, cowok itu menatap Aurel lekat, seperti sedang menyelidik wajah Aurel.
Aurel yang sadar, takut luka di pipinya di ketahui oleh Arsen buru-buru mengalihkan tatapannya ke arah lain.
"Nggak jelas," seru Aurel dan ingin masuk kelas namun, Arsen kembali menahannya.
Tangan cowok itu terulur dan menarik dagu Aurel pelan agar bisa berhadapan dengan dirinya.
"Ini kenapa?" tanya Hyunjin dingin saat menyetuh sudut bibir Aurel sebelah kanan.
Aurel langsung meringis pelan dan menepis tangan Arsen pelan.
"Nggak apa-apa," jawab Aurel dan langsung masuk kelas. Aurel lebih baik menghindar daripada harus berurusan dengan Arsen.
Hyunjin menghela napas pelan. "Pasti ada yang tidak beres," ucapnya dalam hati.
Arsen ikut masuk kelas dan memilih duduk di kursi depan tempat Aurel duduk. Tangannya mengusak surai hitam Aurel dan meletakan tangannya di atas pucuk kepala Aurel.
Aurel mendongakkan kepalanya. ""Lepas, Sen. Tangan lo berat," serunya.
"Nggak mau," tolak Arsen.
Aurel menghela napas, pasrah. Membiarkan Arsen semaunya.
"Aurel."
"Apa?"
"Istirahat jangan ke kantin. Bunda sudah buat bekal buat lo," jawab Arsen.
"Okee," balas Aurel cuek.
Arsen tersenyum tipis. "Ya sudah, belajar yang benar. Kalau ada apa-apa telpon gue. Gue mau ke kelas," pamitnya.
"Iyaa, udah sana," usir Aurel.
Arsen kembali mengusak surai hitam Aurel.
🍁
Bel istirahat berbunyi dan Aurel membereskan bukunya, menunggu Arsen datang ke kelasnya.
"Rel, ke kantin nggak?" tanya Laura.
"Nggak deh. Gue menunggu Arsen," jawab Aurel.
"Ohh, ya sudah gue ke kantin ya," pamit Laura dan keluar kelas.
Aurel menganggukkan kepala dan memilih memainkan ponsel untuk mengisi kebosanan saat menunggu Arsen.
"Permisi kak," ucap seseorang tiba-tiba.
"Hm?" ucap Aurel singkat dengan raut wajah dingin. Seorang siswi yang sepertinya adik kelas.
"I-ini buat kakak, dari kak Arsen," jawab adik kelas dengan memberikan sebuah kotak makan.
"Kenapa nggak Arsen sendiri yang kasih ke gue?" tanya Aurel heran. Padahal tadi, cowok itu memberikan pesan untuk menunggunya.
"Eum...kak Arsen nya agak telat ke kelas jadi dia nitip sama aku," jawabnya menjelaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
FRIEND ZONE [END]
FanfictionSahabatan bertiga? Semuanya jadi asik, seru Tapi.... Pasti salah satu dari mereka harus ada yang mengorbankan perasaannya, siapakah dia? # 3 Hwanghyunjin DitaSr, 2019
![FRIEND ZONE [END]](https://img.wattpad.com/cover/193247761-64-k880945.jpg)