Ducati hitamku perlahan berhenti tepat di depan garasi rumah Calum. Yaaks, aku basah kuyub. Hanya kemejaku saja yang masih kering karena tertutup jaket kulit yang ku pakai. Untungnya tasku tahan air, jadi buku-buku dan laporan acara pensi nanti tidak ikut basah.
Tak lama, mobil Ashton juga sampai dan terparkir tepat di sebelah motorku. Aku memperhatikan Ashton dan Mike yang berlari kecil menuju tempatku, teras rumah Calum.
"Woahh, kau basah sekali, mate."
Aku hanya menggedigkan bahuku untuk merespon perkataan Ashton. Entahlah, aku mendadak malas untuk bicara. Moodku hilang begitu saja setelah kejadian di parkiran sekolah tadi.
"Kenapa kau tak masuk?" Aku menatap Mike yang sudah berjalan menuju pintu.
"Menunggu kalian?"
"Bodoh. Kalau kami datang telat kau bisa kedinginan."
Aku diam tak merespon perkataan Ashton lagi. Sudah ku bilang bukan kalau aku sedang malas bicara?
Tok Tok Tok
"Wait a minutes!"
Pintu pun terbuka. Seorang gadis berambut lurus dengan sedikit ikal dibagian bawah dan berwarna hitam legam, sedang tersenyum ramah pada kami. Valerie Blossom Hood. Adik semata wayang Calum yang cantik dan menawan. Aku bahkan sampai tak berkedip melihatnya yang telihat semakin cantik. Eh? Aku bilang apa tadi?
"Hai Vally!!!!"
Ashton langsung memeluk singkat tubuh mungil Vally dan mencium kedua pipinya secara bergantian. Sejak dulu, Ash ingin sekali memiliki adik perempuan, tapi berhubung ia hanya anak tunggal jadilah ia sudah menganggap Vally sebagai adiknya.
"Hi Hemmings. Kau tampak sangat kacau, dude."
Aku memeluk pinggangnya dan mencium kedua pipinya seperti yang Ashton lakukan tadi begitu ia selesai berkomentar dengan penampilanku.
"You look gorgeous, little girl."
"Wah, sejak kapan kau belajar menggombal tuan Hemmings?" Tanya Vally sambil tertawa kecil. Aku juga ikut tertawa mendengar tawa renyahnya. Astaga, ada apa denganku?
"Ehm, sudahkah kalian selesai? Aku ingin masuk." Aku melirik Mike yang masih di luar. Ia sedang melipat kedua tangannya dan menatapku sinis.
"Oh, maafkan kami Mikey. Give me a warm hugs first."
Mike langsung tersenyum senang begitu Vally menawarkan sebuah pelukan padanya. Dasar. Sempat-sempatnya jiwa playboynya keluar.
Setelah ritual penerimaan tamu tadi, aku masuk ke rumah Calum yang memang selalu sepi ini. Ashton sudah duduk dengan santai sambil menonton TV di ruang keluarga. Sedangkan Mike baru saja mengambil peralatan games milik Calum dari kamarnya. Dan sekarang terjadilah pertengkaran kecil memperebutkan TV. Aku hanya menggedigkan bahuku melihat tingkah mereka.
"Luke?"
Aku berbalik dan menemukan Vally yang tengah tersenyum ke arahku dengan sebuah handuk di tangan kanannya.
"Mandilah. Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu di kamar Calum," katanya sambil tersenyum hangat.
Aku hanya mengangguk dan menerima uluran handuk yang diberikan oleh Vally. Yaaa, sepertinya aku harus segera membersihkan tubuhku dan mengganti pakaianku karena hawa dingin ini mulai membuatku pusing.
"Thanks Val."
"Antytime Lukey. Aku akan menyiapkan coklat panas untuk kalian."
Vally kembali tersenyum dengan mata coklatnya yang menatap dalam ke arahku. Aku sempat mendengar ia menghembuskan nafas pelan sebelum meninggalkanku menuju dapur. Ada apa dengannya?
KAMU SEDANG MEMBACA
CALUM //c.h [AU]
Hayran KurguAwalnya terlihat, ia bukanlah apa-apa dalam kisah ini. Ia lebih banyak diam dan tak mengambil banyak peran. Tapi dibalik semua itu, kalian akan tau bahwa ia memang pantas menjadi, peran utama.
![CALUM //c.h [AU]](https://img.wattpad.com/cover/23673400-64-k52322.jpg)