6. Aquaneiita Serene Eiden

5.3K 524 28
                                        

Maaf banget kalo ini makin gak nyambung, makin absurd dan segala macemnya
Semoga kalian suka <333


***

Hari pertama di sekolah baru untuk yang kesekian kalinya. Sebenarnya aku sangat tidak ingin untuk pindah dan kembali lagi ke London. Tapi karena aku sangat tidak nyaman dan cukup penasaran dengan siapa yang mengirimiku 'surat kaleng' sejak masih di middle school, dengan sangat terpaksa aku kembali lagi ke London atas saran dari Mom.

Bukan, jangan kalian pikir Mom menyuruhku untuk mencari tau siapa pengirimnya karena merasakan hal yang sama sepertiku, tapi Mom selalu beranggapan kalau 'Dia' -si pengirim surat kaleng- adalah orang teromantis dan tersetia di dunia. Menurutnya lagi, siapa tau kalau pengirimnya itu adalah jodohku. Ok, itu terdengar sangat tidak masuk akal dan terlalu Fairy Tale.

Sekolah ini tak seburuk yang ku kira, hampir semua murid yang baru ku kenal cukup lah ramah dan baik, walaupun tidak seramah dan sebaik teman-temanku di Paris kemarin. Untungnya, aku bertemu dengan Vally disini. Sebelum pindah aku memang sempat dengar kalau ada siswa lain yang akan pindah ke sekolah yang sama denganku.

Aku memang tak begitu dekat dengannya sewaktu di Paris, kami hanya sekelas di pelajaran Sastra Perancis dan Fisika. Itu pun kami jarak berinteraksi, tapi sepertinya kami bisa menjadi teman baik disini, karena aku yakin kalau dia memang anak yang baik.

Dan saat ini, bel istirahat baru saja berbunyi. Vally yang memang duduk semeja denganku, langsung menarikku keluar dari kelas dengan begitu semangat. Aku tak mengerti apa yang terjadi dengannya. Ia terlihat begitu popular dan ramah pada siapapun. Padahal statusnya sama denganku, yaitu murid baru. Tapi setiap kami berpapasan dengan orang, ia selalu di sapa dan diberikan senyuman. Ini sedikit aneh menurutku.

"Kita akan kemana?"

"Tentu saja ke Kantin. Aku akan mengingatkanmu pada orang-orang terdekatku."

Aku mengerutkan keningku. Orang-orang terdekatnya? Di sekolah ini? Di hari pertama masuk, dia sudah memiliki banyak teman? Hebat sekali Vally.

"Tapi..."

"Tenang saja. Kau juga pasti mengenal mereka karena sebenarnya mereka tak asing untukmu juga."

Aku hanya mendengus pelan. Pasrah. Ya, aku tak tau harus melakukan apa sekarang, karena Vally menarik tanganku cukup kuat. Berusaha menghindar pun tak bisa. Lagipula, siapa orang-orang yang dimaksudnya itu?

"Dimana para idiot itu berada ya?"

Untuk kesekian kalinya aku menggeleng tak mengerti dengan sikap Vally. Ia tengah mengedarkan pandangannya seperti seorang maling yang sedang bersembunyi dan berusaha kabur dari buruan polisi. Ditambah lagi, ia menyebut orang-orang terdekatnya itu 'para idiot'. Hahaha, Oh astaga! Itu terdengar sedikit tidak sopan, tapi juga sangat lah lucu di telingaku.

"Nah, itu mereka!"

Ia kembali menarik tanganku untuk mendekati sebuah meja yang berisi 4 orang laki-laki dan seorang perempuan. 3 orang diantara mereka sedang tertawa bersama. Sedang kan 2 lainnya sedang menunjukkan ekspresi yang berbeda. Yang berambut sedikit keriting telihat sedang membereskan seragamnya yang menurutku terlihat sangat aneh, sedangkan yang berambut hijau, ia tengah melamun dengan wajah yang cukup kacau.

"Calum!!!!"

Masih sekitar 5 langkah dari meja tersebut, Vally sudah meneriaki nama salah satu dari mereka. Seorang lelaki berwajah Asia yang tak jauh beda dengan Vally pun menengok ke arah kami. Ia nampak terkejut dengan kedatangan kami. Sebentar, sepertinya aku pernah mendengar nama itu saat di Middle School dulu.

CALUM //c.h [AU]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang